Black Box, Si Mungil Pemberi Informasi di Dunia Penerbangan

Waktu Baca: 2 menitDunia penerbangan kembali berduka, kemarin (9/1) pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta – Pontianak dinyatakan hilang. Pesawat berjenis Boeing tersebut loss contact setelah beberapa saat take off dari bandara Soekarno Hatta.

Pesawat tersebut seharusnya mendarat di bandara Supadio, Pontianak sekitar pukul 15.15. Namun sayangnya pesawat tersebut tidak mendarat di sana. Pesawat dengan kode SJ 182 dinyatakan jatuh di sekitaran Pulau Laki, Kepulauan Seribu. 

Setiap terjadi kecelakaan di dunia transportasi pasti akan dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Tidak terkecuali juga di dunia penerbangan. Salah satu alat yang digunakan untuk memperkuat analisis penyebab terjadinya kecelakaan di penerbangan adalah black box. Tentu kita sudah sering mendengar istilah ini. Tetapi apakah black box itu?

Black box adalah adalah instrumen penting pemberi informasi dalam dunia penerbangan. Dalam kenyataannya, black box berwarna oranye tidak hitam. Pemilihan warna ini untuk membuatnya mudah ditemukan karena mencolok. Black box sebenarnya terdiri dari dua perangkat yaitu, FDR dan CVR. Kedua data inilah yang membantu para ahli untuk menentukan kecelakaan pesawat yang terjadi.

FDR merupakan singkatan dari flight data recorder. Dalam perangkat ini menyimpan data atau informasi mengenai data teknis pesawat selama menempuh perjalanan di sebuah rute. Sedangkan CVR adalah cockpit voice recorder, perangkat ini menyimpan catatan komunikasi yang terjadi di kabin pilot.

Black box dibuat untuk mampu bertahan dalam keadaan ekstrem. Benda mungil pemberi informasi tersebut mampu bertahan di kedalaman 6.000 meter dan suhu panas hingga 1.000 derajat celcius. Jadi, black box akan mampu memberikan informasi akurat walaupun pesawat dalam keadaan hancur. Untuk itulah, black box ditempatkan di posisi paling aman di pesawat. Tentu setiap produsen pesawat memiliki kebijakannya masing-masing.

Apabila sebuah pesawat terbang mengalami kecelakaan maka secara otomatis black box akan memancarkan sinyal darurat. Sinyal atau PING inilah yang nantinya akan dicari oleh regu penyelamat dan selanjutnya diangkat ke permukaan. Setelah itu, tidak serta merta black box langsung bisa dibaca datanya. Butuh waktu beberapa bulan dan bahkan tahun untuk menguak data di dalamnya. (*)

Diaz Radityo
Pengasuh anak-anak di PAKBOB.ID. Gemar mendongeng dan meramu kata.

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular