Waktu Baca: 2 menit

Hari ini pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia sudah kita mulai. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksin. Dosis yang kita gunakan adalah 2 suntikan, dengan pengulangan suntikan 6 bulan kemudian. Pemerintah dan BPOM mengklaim efektivitas vaksin Sinovac mencapai 60 %. Nah, kita perlu memahami uji efektivitas vaksin. Apa artinya ?

60 persen adalah angka yang cukup signifikan bagi sebuah produk kesehatan untuk memberikan dampak positif pada tubuh, sesuai dengan yang kita harapkan. Kalau diandaikan ada 10 orang yang menerima vaksin, maka ada 6 orang yang memiliki kekebalan terhadap virus, dan ada 4 yang kemungkinan tetap tidak kebal.

Kenapa tidak 100 persen?

Ukuran tingkat efektivitas produk di dunia penelitian ilmiah tidak seperti dunia bisnis. Kalo dunia bisnis, kita tentu menginginkan produk dengan kualitas terbaik, dengan efektivitas manfaat kalau bisa 100 persen. Tetapi dalam dunia ilmiah, selama produk bisa memberikan dampak signifikan, maka sudah bisa kita katakan efektif, meskipun hanya 60 persen. Batas minimum efektivitas adalah 50%.

Vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia sudah diuji keamanannya. Oleh karena itu BPOM berani mengeluarkan ijin penggunaan darurat (EUA). Sembari vaksin-vaksin tersebut kita gunaka, Vaksin yang ada akan tetap kita teruskan proses uji kliniknya, termasuk uji efektivitas. Dalam kondisi pandemi ini, kita tidak harus menunggu selesainya seluruh rangkaian proses uji klinis.

Setidaknya terdapat tiga vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Bahkan beberapa ilmuwan Indonesia sedang mengembangkan Vaksin Merah Putih.

Mengapa demikian ?

Kalau kita menunggu seluruh proses uji klinis, maka prosesnya memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa 2 tahun. Sementara sekarang penyebaran COVID-19 di Indonesia makin mengkhawatirkan, dengan sistem kesehatan yang terancam kolaps karena banyaknya orang yang terpapar COVID-19 dengan gejala berat. Semakin lama waktu pemberian vaksin, maka itu akan memperpanjang daftar kematian tenaga kesehatan dan rakyat. Lebih baik kita gunakan Vaksin yang sudah ada, yang sudah kita pastikan keamanannya. Itulah pentingnya kita untuk memahami uji efektivitas Vaksin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here