Mengantisipasi Guyuran Hujan Abu Gunung Merapi

Waktu Baca: 2 menitSejak 4 Januari 2021, Gunung Merapi memasuki fase erupsi yang bersifat efusif. Ini ditandai dengan pertumbuhan kubah lava dan luncuran material lava dan awan panas. Tanggal 27 Januari 2021, Gunung Merapi meluncurkan awan panas sebanyak 36 kali, dengan jarak terjauh 2kilometer ke arah barat daya.

Apa dampaknya bagi masyarakat di Kota Jogjakarta ? 

Pertama, banjir lahar dingin yang melalui alur sungai Code. FYI, Sungai Code membelah kota Yogyakarta, dan berjarak hanya 500 meter dari Malioboro. Sepanjang bantaran Sungai Code, terdapat permukiman padat penduduk. Bahaya lahar dingin bukan sekadar airnya yang meluap, tetapi karena aliran air membawa material vulkanik berupa pasir, batu, bahkan gas beracun. Mengenai dampak lahar dingin ini bisa kita bahas di artikel lain.

Kedua, hujan abu vulkanik. Ini yang akan saya bahas lebih banyak. Ketika Gunung Merapi meluncurkan material secara vertikal ke udara,  dengan tinggi kolom asap di atas 1000 meter dan angin bertiup kencang ke arah selatan atau barat daya, maka itu jadi pertanda bagi warga Kota Jogja (dan Sleman bagian selatan) untuk mempersiapkan diri kedatangan hujan abu. Bisa jadi yang turun adalah abu tipis, bisa jadi juga abu tebal, atau malah pasir. Itu semua tergantung kondisi erupsi Merapi.

Saya yakin kamu dengan cepat akan mendapat informasi dari twitter atau Whatsapp tentang potensi hujan abu, tak sampai jeda waktu 1 jam dari waktu erupsi.

Lantas apa yang perlu dipersiapkan ? 

Hal paling pertama dan utama adalah jangan panik. Bahkan ketika kamu memiliki riwayat alergi debu, kamu harus pintar-pintar mengatur emosi dan tenaga.
Langkah teknis kedua, siapkan penutup jendela dan ventilasi udara di hunianmu (rumah atau kos). Kamu bisa gunakan koran bekas untuk menutup ventilasi, untuk meminimalisir debu yang masuk. Gunakan lakban kertas untuk merekatkan kertas dengan kusen jendela / ventilasi.

Ketiga, tutuplah tempat penampungan air yang ada di ruang terbuka. Misalnya : akuarium, bak penampungan, kolam ikan, atau sumur. Bila di rumahmu terdapat kolam renang, tidak perlu ditutup. Kamu bisa rencanakan beberapa hari pasca hujan abu untuk menguras kolam.

keempat, pastikan kendaraanmu tersimpan di tempat yang aman dari paparan abu. Bila kendaraanmu terguyur hujan abu, cucilah dengan disemprot, tidak dilap / digosok. Material abu vulkanik bersifat tajam seperti kaca. Maka harus berhati-hati.

Kelima, gunakan masker dan sering cuci tangan. Ini bukan sekadar karena pandemi, tetapi juga harus memastikan bahwa kamu tidak menghirup debu vulkanik.

Keenam, bila kamu terpaksa melakukan perjalanan di saat hujan abu, pastikan gunakan jas hujan dan helm yang memiliki kaca penutup berwarna bening. Pastikan pula kendaraanmu dalam keadaan baik, dengan lampu utama yang cukup terang.

Ketujuh, bila kulit atau wajahmu terkena hujan abu, segera bilas dengan air mengalir agar tidak terjadi iritasi.

 

Semoga bermanfaat.

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular