Mengapa Kita Takut Pada Bencana ?

Waktu Baca: 2 menitSatu fenomena alam dikatakan sebagai bencana, ketika itu bersinggungan dengan kepentingan manusia. Ketika fenomena terjadi di luar kepentingan manusia, rasa-rasanya fine-fine saja. Kalo pemikiran ini terasa antroposentris, ya memang demikianlah umumnya pikiran kita manusia.

Dalam sepekan kita dihadapkan pada banyak peristiwa yang kita sebut bencana : Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 ke perairan Kepulauan Seribu, tanah longsor di Kabupaten Sumedang, banjir di Brebes yang menghanyutkan jembatan kereta api, Gempa di Majene Sulawesi Barat, dan Banjir di Kalimantan Selatan. Sementara itu erupsi Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Lewotolok, untuk hari ini masih bisa kita kategorikan fenomena alam, karena belum menimbulkan kerugian bagi manusia. Kita masih sekadar melihat-lihat proses erupsi ketiga gunung tersebut.

Ketika kita dihadapkan pada gambar, video, dan suara seputar bencana tersebut, kita jadi merasa miris, prihatin, kuatir, bahkan takut. Mengapa ?

Pada dasarnya kita manusia sangat menyukai kepastian dan berusaha menghindari segala ketidakpastian. Bahkan kalo bisa segala macam ketidakpastian diseret sampai kepada titik kepastian.

Bencana adalah suatu ketidakpastian : tidak tahu kapan bisa pulih kembali, tidak tahu mengapa bisa terjadi dan menimpa sekelompok masyarakat, tidak tahu bagaimana bisa mengatasi semua kerugian, tidak tahu siapa yang patut dipersalahkan, tidak yakin apakah di masa depan keadaan akan benar-benar baik-baik saja, dan tidak tahu kapan bencana yang mirip akan terulang kembali.

Semua pertanyaan itu kalo muncul tiba-tiba muncul dalam benak, dan dalam waktu yang bersamaan, niscaya akan membuat pusing kepala. Orang akan jadi stress karena banyak pertanyaan yang tak terjawab. Terlebih lagi kalau ada anggota keluarga yang meninggal karena bencana, maka secara naluriah kita akan mencari tahu siapa yang dianggap bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Kalau pun kita tidak mengalami bencana tersebut secara langsung, kita pun akan merasa kuatir : jangan-jangan kita juga akan mengalami bencana ? Tetapi kapan dan seperti apa ? Jangan-jangan ini tanda dunia akan berakhir ? Kita pun menjadi takut karena pikiran kita dikuasai oleh ketidakpastian.

Lalu bagaimana kita bisa mengatasi ketakutan-ketakutan itu ?

Ingat, move on atau bangkit dari situasi bencana tidaklah semudah ucapan motivator. Tak ada yang instant bisa bangkit. Semua memerlukan proses penyesuaian keadaan. Pikiran kita perlu dibuat stabil agar bisa merencanakan hidup ke depan lebih baik.

Dalam situasi rentetan bencana semacam saat ini, pelajaran IPA dan Geografi yang kita dapatkan di bangku sekolah terasa sangat penting. Kita diajarkan tentang fenomena terbentuknya air hujan. Kita belajar tentang proses terjadinya gempa bumi. Kita diajarkan tentang kontur tanah, struktur tanah, siklus air, dan pergerakan angin. Kita belajar tentang proses erupsi gunung berapi. Kalo kita mempelajari itu semua dengan sungguh-sungguh, maka itu cukup menjadi modal kita untuk berpikir jernih.

Kita tahu bahwa kita tinggal di Indonesia yang sarat dengan gunung berapi, luasnya lautan, dan banyaknya patahan lempeng bumi yang aktif. Kita tahu konsekuensinya tinggal di Indonesia : siap menghadapi erupsi gunung berapi, awan hujan mudah terbentuk dari penguapan air laut, kita tinggal di atas jalur patahan lempeng bumi. Barangkali kita juga tinggal di atas tanah bekas rawa dan lahan gambut yang sulit menyerap air di permukaan tanah.

Pemahaman konteks itu penting untuk mengurangi kekuatiran dan ketakutan, sekaligus menambah kesiapan dan antisipasi terhadap bencana yang akan terjadi.

Dalam situasi bencana alam, ketika ada korban jiwa, kita tidak perlu buru-buru mencari kesalahan manusia atau pihak yang patut dipersalahkan. Yang diperlukan saat ini adalah bergerak bersama menolong makin banyak orang yang terdampak bencana.

Pertanyaan selanjutnya : maukah diri kita menolong mereka ? 

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular