Nikmatnya Mendengarkan Komunikasi Radio HT

Waktu Baca: 2 menitRadio Handy Talky (HT) bukan lagi identik milik petugas keamanan atau intel. Di seantero Jogja, hampir tiap RW ada warga yang memiliki perangkat radio HT. Menjamurnya penggunaan radio HT terjadi sejak gempa dan erupsi merapi tahun 2006. Kini di tahun 2021, kita mudah menemukan frekuensi radio komunitas dengan beragam kepentingan.

Karena saya tergabung dalam komunitas Merapi Rescue Community (MRC), saya memantau frekuensi 149.815 Mhz, dengan tiga lokasi stasiun radio pemancar di Wonorejo Kaliurang, Purwomartani Kalasan, dan Tlogowatu Klaten.

Rasa-rasanya cara komunikasi para pengguna radio HT ini ada keunikan tersendiri. Ada beberapa aksen bahasa yang renyah didengar. Ada beberapa bunga-bunga bahasa yang digunakan agar komunikasi tidak terasa kaku
“Mbah gondrong, monitooor !”
“Dengan operator Cempling di seputaran Prambanan, sedang giat di sawah demikian.”
“Rogar roger, apabila ada kembang-kembang informasi di seputaran panjenengan, mohon disampaikan lewat frekuensi. Namanya Mbah Gondrong standby monitor.”

” Di belakang Mbah Slamet ada yang mau satu dua putaran, dipersilakan.”
“Mohon diulangi, karena berita kurang tercopy demikian.”

Menggunakan radio HT memerlukan kesabaran tertentu, karena kita harus gantian berbicara dengan orang lain. Ketika kita akan memancar, kita perlu menunggu hingga jalur frekuensi relatif kosong, atau dipersilakan oleh pengatur komunikasi yang disebut sebagai Netter. Salam pembuka untuk masuk frekuensi dan salam penutup untuk undur diri pun perlu jelas, agar inti komunikasi kita jelas.

Saat ini bahasa komunikasi radio HT tidak melulu seperti di organisasi ORARI, RAPI, atau kepolisian dan militer yang menggunakan kode angka untuk berkomunikasi. Semua orang bisa berkomunikasi, asalkan bahasa jelas dan mudah diterima komunitas. Komunikasi radio HT bagi sebuah komunitas justru diperlukan bahasa yang tidak terlalu lugas. Untuk mengatakan YA, orang bisa menggunakan berapa kata atau frasa berulang sebagai penegasan. Misalnya “Siap tercopy, dipersilakan”.

Komunikasi radio HT merupakan pola komunikasi lokal yang real-time. Bila ada informasi kejadian di suatu lokasi, orang lain bisa langsung segera konfirmasi kebenarannya, dan didengarkan oleh banyak orang sebagai saksi. Oleh karena itu orang tidak bisa seenaknya menyampaikan berita yang tidak benar-benar ia ketahui dan lihat. Laporan-laporan tentang situasi cuaca dan alam bisa segera dikonfirmasi / diklarifikasi oleh pengguna HT lain yang lokasinya berdekatan. Ini merupakan salah satu teknik yang baik untuk menekan laju penyebaran hoax.

Pada era 1970-an, orang sangat mungkin berpacaran lewat media radio HT. Oleh karena itu Farid Hardja menciptakan lagu Bercinta di Udara. Salah satu liriknya mengatakan
Papa Alpha Charlie Alpha Romeo
Mengajakmu gombal di udara
Memang cinta asyik dimana saja
Walau di angkasa

Tentu saja kini sangat jarang orang berani berpacaran melalui radio HT, karena aspek privasi. Ya, siapapun dapat mendengarkan percakapan radio HT sejauh dia tahu frekuensi simplex-duplex yang digunakan.

Mau mencoba komunikasi dengan radio HT ?
Silakan dicoba dan dicoba, apabila ada kesulitan, silakan di 87 kan di frekuensi. Namanya Benny standby mooonitor. 

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular