Waktu Baca: 3 menit

Tepat pukul 10.30, perlahan kereta rel listrik yang kami naiki mulai berjalan menapaki jalan baja di depannya. Kemarin (26/1), jurnalis PAKBOB.ID didampingi oleh teman-teman dari Semboyan Satoe Community mendapatkan kesempatan untuk menjajal kereta rel lsitrik yang menghubungkan Yogyakarta dengan Solo. Nantinya, KRL ini akan menggantikan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) yang menjadi primadona bagi para penggunanya.

Rombongan kami berangkat di stasiun Yogyakarta. Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh beberapa pegawai dari PT. KCI. Mereka kemudian mengarahkan untuk segera masuk ke dalam stasiun, karena kereta rel listrik akan segera diberangkatkan. Perjalanan menuju Solo akan segera dimulai.

Sebelum bisa memasuki stasiun, kami juga harus melakukan protokol kesehatan, mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya. Setelah dilakukan pengecekan, kami dipandu oleh perugas dari PT. KCI untuk melakukan tap kartu sebagai tiket masuk. Oh ya, jangan lupa melakukan tap in dan tap out ketika sudah menyelesaikan perjalanan. Apabila lupa, nanti kartunya menjadi tidak bisa dipakai.

Beberapa peserta dalam ujicoba terbatas tak lupa juga mengabadikan momen menjajal kereta listrik untuk pertama kalinya. Ada yang berswa foto, ada yang mengambil gambar armada yang digunakan, ada pula yang membuat video. Sungguh tampak sekali antusiasme di wajah mereka.

Dokumentasi PAKBOB.ID

Dalam ujicoba terbatas yang dilakukan kemarin, kami mendapatkan rangkaian kereta listrik buatan PT.INKA. Kereta listrik yang didominasi dengan warna merah dan perak serta dihiasi dengan motif batik itu terasa sangat nyaman dalam melibas rute yang dilaluinya. Guncangan pun tidak terlalu terasa selama perjalanan. Pendingin ruangan juga bekerja dengan paripurna memanjakan para penumpang.

Dokumentasi PAKBOB.ID

Tentunya protokol kesehatan juga diberlakukan dengan ketat di dalam kereta, tempat duduk dibuat berjarak. Selama perjalanan kita akan disuguhi lanskap yang menawan. Kita dapat melihat bentangan alam berupa pegunungan, candi, bangunan cagar budaya, aktivitas pasar dan berbagai hal akan memanjakan mata kita. Saat menempuh perjalanan juga semakin hangat, Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro, sang pemandu perjalanan juga banyak menyuguhkan kisah sejarah dari rute yang kami lewati. Ia tidak hanya sebagai pegiat kereta api namun juga pemerhati sejarah. Perjalanan kemarin tak hanya melulu menempuh jarak tetapi juga menembus dimensi. Sangat menyegarkan!

Ada keunikan lain yang dimiliki oleh kereta rel listrik ini, masinis dan asistennya mengenakan kaus tangan dalam mengemudikan kereta. Pemandangan yang biasanya tidak kita temui saat menaiki kereta api  pada umumnya kan? Ternyata mereka mengadopsi sistem pengoperasian kereta rel listrik dari Jepang. Tujuannya untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama perjalanan. Selain itu, asisten masinis juga selalu memberitahukan pintu mana yang akan dibuka dan ditutup. Sehingga penumpang bisa mengambil ancang-ancang jika ingin turun dari kereta.

Tidak hanya sampai situ saja, jika biasanya Prameks hanya berhenti di stasiun-stasiun besar saja, kereta rel listrik ini berhenti di stasiun yang dilewatinya. Seperti diketahui bahwa banyak stasiun yang masih mempertahankan bentuk asli warisan Belanda. Para penyuka heritage tentunya bisa memanfaatkannya untuk mendokumentasikan bangunan-bangunan tersebut. Stasiun-stasiun yang nantinya akan menjadi pemberhentian kereta rel listrik ini adalah sebagai berikut : Yogyakarta-Lempuyangan-Maguwo-Brambanan-Srowot-Klaten-Ceper-Delanggu-Gawok-Purwosari-Solo Balapan.

Dokumentasi PAKBOB.ID

Pukul 11.45, kereta yang kami naiki sampai di stasiun akhir, Solo Balapan. Sebuah perjalanan yang menyenangkan dan petualangan baru yang seru. Kami juga tidak bisa terlalu lama menjelajahi kota Solo karena KRL yang kami tumpnagi tidak berhenti lama. Hanya ada satu saja jam saja jeda yang diberikan. Jadi kami tak bisa jauh-jauh dari kereta yang akan mengantarkan kami pulang.

Rencananya ujicoba publik secara umum akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari hingga 7 Februari 2021. Teman-teman bisa menikmati pengalaman KRL Jogja-Solo hanya dengan Rp 1 saja selama masa ujicoba. Lalu gimana caranya?

Mudah saja kok, teman-teman tinggal mengunduh aplikasi KRL Access yang ada di platform penyedianya. Setelah itu, teman-teman pilih menu ambil antrean. Silakan pilih jadwal keberangkatan dan kepulangan yang diinginkan. Setelah berhasil, teman-teman akan mendapat konfirmasi bahwa antrean yang diambil sudah berhasil dilakukan.  Satu aplikasi hanya bisa digunakan oleh satu orang saja ya.

Pembayaran untuk menaiki KRL ujicoba dapat menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) yang bisa didapatkan loket stasiun. Selain itu, teman-teman juga bisa menggunakan kartu elektronik dari bank yang sudah menjalin kerjasama dengan PT. KCI, seperti E-Money Mandiri, BRIzzi BRI, Tao Cash BNI, dan Flazz BCA.

Bagaimana sudah siap merasakan sensasi menaiki kereta rel listrik Jogja Solo? Hanya bermodal satu rupiah kita sudah bisa menjelajahi wisata, sejarah, budaya dan tentunya kuliner. Semoga ke depannya rangkaian kereta rel listrik dan jam keberangkatannya ditambah.  Selamat mencoba dan tetap patuhi protokol kesehatan.(*)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here