YANG KITA TAHU SEJAUH INI MENGENAI SJ 182

Waktu Baca: 3 menit

courtesey : Bloomberg

2021 baru berjalan beberapa hari, namun peristiwa nahas kembali. Pesawat milik Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 kandas di sekitar kepulauan Laki dan kepulauan Lancang pada hari Sabtu sekitar 14.40 WIB atau empat menit setelah take off. Pesawat mengangkut 62 orang penumpang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak anak dan tiga bayi (berdasar manifest pesawat).

Kami dari tim Pakbob.id mengumpulkan sejumlah fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk dalam konfrensi pers pada mala mini.

  1. Pesawat Berusia Tua

Pesawat yang digunakan untuk penerbangan SJ 182 ini adalah pesawat jenis Boeing 737-500. Pesawat ini dikenal sebagai salah satu yang terpendek dari keluarga Boeing dan menjadi favorit beberapa maskapai. Akan tetapi, perlu menjadi catatan bahwa Boeing 737-500 yang digunakan dalam penerbangan SJ 182 ini berusia tua. Saat terbang terakhir, pesawat itu berusia 26,7 tahun karena telah digunakan sejak 1994. Apakah ini menjadi salah satu penyebab mengapa pesawat ini jatuh? Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, yang ia sampaikan dalam wawancaranya di Breaking News CNN pada tanggal 9 Januari 2021, tak ada hubungan antara usia pesawat dan kelaikan terbang. Menurut Alvin Lie, seorang pengamat penerbangan, pesawat bahkan masih boleh dioperasikan saat berusia 30 hingga 40 tahun asal perawatannya benar.

  1. Ada Peringatan dari FAA untuk tidak menggunakan Boeing 737-500 setelah diparkir lebih dari tujuh hari

Pada pertengahan tahun 2020, otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) telah meminta maskapai untuk tidak menggunakan atau mengecek ulang beberapa jenis pesawat Boeing. Permintaan pengecekan ini dilakukan karena sejak pandemi, frekuensi penerbangan jauh berkurang dari biasanya. Menurut FAA, beberapa jenis pesawat Boeing akan mengalami korosi yang berakibat kegagalan pada mesin ganda. Para pengawas menemukan kemungkinan kerusakan air check valve pada pesawat tersebut. Berdasar rekomendasi FAA, pesawat harus dicek ulang dan mendapat izin resmi sebelum diterbangkan kembali. Pihak Sriwijaya Air melalui direktur umumnya, Jefferson Irwin Jauwena, membantah bahwa pesawat ini tidak dicek terlebih dahulu. Dalam konfrensi pers semalam di bandara Soekarno Hatta, Jefferson memastikan kelaikan terbang pesawat ini. Bahkan sebelumnya, pesawat ini sudah sempat ke Pontianak dan Pangkal Pinang dan dioperasikan dalam kondisi yang baik.

 

3.ELT tidak berfungsi (?)

Saat kecelakaan terjadi, pilot dari SJ 182 tidak memberikan sinyal peringatan melalui ELT. Padahal pengiriman sinyal ini penting untuk menjadi peringatan bagi menara pengawas. Apakah ini berarti ELT itu tidak berfungsi? Alvin Lie dalam wawancara yang disampaikan di Kompas TV meragukannya. Menurut dia setiap pesawat komersial pasti memiliki ELT dan ELT ini dicek secara berkala. Dari catatan yang ia miliki, garansi ELT dari SJ 182 masih berlaku hingga tahun 2023. Selain itu, kekuatan baterai dari ELT itu bisa bertahan hingga setidaknya 30 hari. Amat kecil kemungkinan ELT itu mengalami kerusakan parah. Dari prediksi awalnya, ia menduga pesawat telah jatuh ke dalam kedalaman yang cukup jauh sehingga membuat sinyal ELT itu tidak bisa ditangkap.

  1. 10,000 Kaki Hanya dalam satu menit

Berdasarkan pantauan situs FlightRadar24, SJ 182 jatuh dari ketinggian 10 ribu kaki hanya dalam waktu satu menit saja. Sebelum jatuh dari ketinggian 10 ribu kaki, pesawat bergerak ke arah Barat Laut dan tidak kea rah 0,75 derajat yang menjadi tujuan aslinya. Lalu apa yang terjadi dalam waktu satu menit itu? Alvin Lie mengatakan bahwa pesawat bisa jadi mengalami high speed stall atau kendala pada sistem kemudi. Salah satu indikatornya adalah kecepatan vertikal pesawat yang masin -30 ribu kaki per menit, padahal ketinggian pesawat sekitar 10 ribu kaki dan dalam 20 detik sudah sampai permukaan. Dia menyebut hal ini sangat abnormal. Dilansir dari Skybarry, stall adalah pengurangan gaya angkat secara tiba-tiba yang dihasilkan oleh aerofoil ketika sudut serang kritis tercapai atau dilampaui. Stall terjadi ketika sudut serang aerofoil melebihi nilai yang menciptakan daya angkat maksimum sebagai konsekuensi aliran udara yang melewatinya.

  1. Terdapat Delay 30 menit

Salah satu faktor yang banyak dibahas dalam media sosial dan juga saat konfrensi pers semalam adalah mengenai delay dari SJ 182 selama 30 menit. Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena membenarkan penerbangan pesawat tujuan Pontianak itu sempat tertunda. Menurut dia, hal itu disebabkan karena cuaca buruk yang tak memungkinkan pesawat tersebut lepas landas. “Jadi tadi delay akibat hujan deras. Makanya ada delay 30 menit saat boarding,” kata Jefferson dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). Jefferson menegaskan, delay itu terjadi bukan karena ada masalah pada kondisi pesawat. “Kalau kondisi pesawat dalam keadaan sehat. Sebelumnya pulang pergi ke pontianak, harusnya tidak ada masalah. Semuanya lancar,” kata dia.

 

Saat ini pencarian lokasi kecelakaan SJ 182 terus berjalan dan dijadwalkan efektif mulai Minggu Pagi. Posko bagi keluarga korban disediakan di bandara Soekarno Hatta dan bandara Supadio Pontianak. Bagi anda yang merasa memiliki keluarga yang menumpang SJ 182 dapat menghubungi hotline di 021-8063 7816 dan 021-8063 7817. (Ardi)

 

 

Ardi
Jurnalis, Penulis dan Foodiez. Menulis dua novel di Storial, "Santiran" dan "Di Rawa Peteng". Suka berdiskusi asal tidak emosi

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular