Waktu Baca: 3 menit

Di belantika musik Indonesia, Piyu adalah legenda. Kini, dengan sosok ikoniknya, Piyu menjajal dunia bisnis kuliner.

Piyu saat tampil di Kopinya Piyu, Yogyakarta

            Jauh sebelum masuk ke industri musik, Piyu selalu tertarik dengan bisnis kuliner. Dia selalu membayangkan weekendnya diisi dengan bermain musik di café miliknya. Di situ ia bisa berinteraksi dengan para penikmat musiknya. Siapa sangka ia perlu waktu kurang lebih dua puluh tahun dan sebuah pandemi untuk mewujudkan mimpinya.

“Pas waktu pandemi saya itu lagi suka masak. Terus habis itu saya suka eksperimen, bikin kopi gula aren, kopi ini dan segala macemnya. Kebetulan saya ketemu sama partner, itu tadi Mas Lucky, saya lalu berkata saya dari sisi manajemennya saya siap. Saya lebih di sisi kreatifnya kan. Jadi ya udah kita berbagi porsi, saya untuk yang  ini dan segala macemnya terus kita cari seorang yang bisa untuk mendesain kopinya apa aja, mendesain menu. Ada ini dan segala macemnya. Kita coba gak ketemu yang cocok sampai akhirnya kita ketemu Mola ini yang cocok jadi partner,” ujar Piyu.

Mengenai Mola, Piyu memiliki sense kuat dan kepercayaan besar pada pria ini. Akhirnya pada Desember 2020, Piyu memberanikan diri untuk mengeksekusi rencananya untuk membuat café miliknya. Jadilah kedai kopi dengan brand ‘Kopinya Piyu’ yang berdiri di Jalan Kaliurang KM 4,5 Yogyakarta.

Sebenarnya ‘Kopinya Piyu’ lebih berkonsep sederhana dan melayani takeaway. Hal ini mengingat kondisi pandemi dimana orang belum boleh berkumpul dalam jumlah banyak. Namun, menurut perencanaan pihak manajemen, ke depannya akan ada ‘Kopinya Piyu’ yang berkelas premium. Di kelas premium ini akan dibuat stage dimana orang bisa menikmati live music. Jika hal itu benar terwujud, tercapailah cita cita Piyu.

‘Kopinya Piyu’ adalah langkah awal. Namun, ini bukan usaha pertama kuliner Piyu. Piyu sebenarnya juga sudah memiliki usaha kuliner lain. Ia melayani pemesanan menu kepiting dengan brand  ‘Crab daddy’.

Kepiting menjadi makanan kesukaan Piyu dan pintunya masuk di bisnis kuliner

“Pertama saya (berzodiak) Cancer,” canda Piyu saat ditanya mengapa ia memilih memasak menu kepiting.

“Enggaklah, sebenarnya saya suka kepiting dan menunya saya buat beda. Jadi kalau yang ada biasanya Kepiting Lada Hitam, ada Saos Padang, ada Singapore Chilli Crab, ada Salted Egg, itu saya bisa semua. Tapi saya ada satu menu spesial yang biasa saya buat. Itu namanya Caramelized Butter Crab. Itu memang yang lebih utama rasa gurihnya,” kata Piyu menjelaskan menu andalannya.

Saat ditanya darimana ia belajar masak, Piyu menyebut bahwa ia belajar masak dari membantu ibunya di dapur saat masih muda. Perlahan ia juga mulai belajar secara otodidak dan kini mulai yakin untuk berbisnis kuliner.

Lalu, setelah masuk bisnis kuliner, apakah musik akan ditinggalkan?

“Tidak, saya sedang mengajak artis artis Jogja yang rajin mengcover lagu, saya ajak gabung. Yuk kita sama sama bikin kolaborasi, bikin lagu baru atau cover cover lagu yang sudah lama. Jadi mereka isi dengan main gitar doang. Jadi gak terlalu menghabiskan energi yang besar,” kata Piyu.

Piyu juga menjelaskan, untuk aktivitas bersama Padi tetap jalan terus. Saat ini Padi telah berganti nama menjadi Padi Reborn. Padi Reborn memiliki acara di salah satu televisi swasta dimana mereka mengundang band atau musisi lain untuk berbagi cerita dan saling mengcover lagu. Piyu mengaku menikmati aktivitas ini. Namun diakuinya ia juga merindukan konser dalam skala besar.

Ngobrol bareng direktur Pakbob.id, Ardi Pramono

“Kita masih terima virtual concert. Tapi emang gak seperti sebelum pandemi. Sebelum pandemi jadwal manggung kita itu gila banget. Seminggu bisa empat kali, jadi sebulan bisa sampai dua belas sampai lima belas kali,” jelas Piyu.

Pada akhirnya pandemi memang banyak membawa perubahan. Ada kalanya negatif dan ada juga sisi positifnya. Bagi Piyu, pandemi adalah kesempatan untuk mewujudkan mimpi lamanya sembari menjaga passionnya di dunia musik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here