Waktu Baca: 2 menit

Sejak pandemi korona melanda, banyak sekali ide-ide muncul ketika menghabiskan waktu di rumah. Salah satunya ada yang memilih bercocok tanam. Bahkan tren urban farming juga sempat melesat. Rumah-rumah mungil dihiasi dengan sayuran dan buah-buahan yang ditanam. Media sosial menjadi ajang pamer bagi hasil panen.

Tren pun berlanjut, demam tanaman hias juga kembali melanda. Setelah dulu sempat heboh dengan tanaman berjuluk gelombang cinta, kini tanaman keladi menjadi pujaan hati. Sudahkah teman-teman memiliki?

Tanaman yang dulu hanya dipandang sebelah mata, sekarang menjadi buruan para pecinta tanaman. Media sosial lagi-lagi menjadi ajang untuk bertemunya pecinta tanaman keladi. Ada yang mengikuti lelang, ada pula yang langsung membeli di lapak sang penjual. Uang yang digelontorkan pun tidak main-main.

Tetapi apakah setelah membeli lantas bisa merawat si tanaman keladi ini?

Pertama, pastikan teman-teman semua menegerti betul jenis tanaman keladi yang dibeli atau diperoleh. KIita semua tahu bahwa jenis tanaman keladi ada banyak sekali. Beberapa keladi yang umumnya dikenal adalah keladi bicolor, tengkorak, dan belum lagi jenis keladi impor. Hal ini menjadi sangat penting sebelum kita meminang tanaman keladi. Kita harus paham betul cara merawat tanaman keladi. Ingat! Setiap jenis beda cara perlakuannya.

Kedua, tanaman keladi memang membutuhkan asupan air yang banyak. Air yang dibutuhkan oleh tanaman keladi berfungsi untuk membuat batangnya kokoh serta daunnya tidak layu. Penyiraman tentunya harus dilakukan tapi jangan berlebihan. Cukup disiram 1 sampai 2 hari sekali saja. Jika berlebihan nanti dampaknya malah tanaman membusuk.

Ketiga, berilah tanaman keladimu dengan pupuk. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tanaman membutuhkan asupan gizi tambahan selain dari air dan media tanam. Berilah pupuk yang banyak mengandung zat kapur. Ini bertujuan untuk memperkuat batang dengan kalsium dan menjauhkan dari hama.

Yang perlu menjadi perhatian adalah jangan menggunakan pupuk dengan kandungan natrium. Terlebih lagi jika daun keladi yang kamu koleksi daunnya tidak berwarna hijau. Kalau tetap dipaksakan maka daun yang semula berwarna-warni berubah menjadi hijau.

Keempat, tanaman keladi tentu tidak bisa memproses zat yang sudah diserapnya tanpa bantuan sinar matahari. Seperti yang sudah dijelaskan dalam pelajaran IPA selama bertahun-tahun, tanaman membutuhkan sinar matahari. Kita harus ingat lagi jenis tanaman keladi yang kita punya.

Sebagai contoh, jenis Caladium sangat gemar dengan cahaya matahari, jadi tak masalah apabila mau kita taruh di luar ruangan dan terpapar sinar matahari. Sedangkan jenis Alocasia membutuhkan tempat yang teduh dalam menerima pancaran sinar matahari.

Inilah mengapa sebabnya mengapa kita perlu mengatur tata letak koleksi tanaman keladi kita. Selain untuk memberikan asupan sinar matahari yang cukup. Manfaat lainnya agar batang dan daun tidak patah bertubrukan dengan tanaman keladi lainnya. Sehingga nanti pertumbuhan daun, batang dan tunas menjadi lancar.

Kelima, pilihlah pot yang sesuai. Tanaman keladi memang menawan hati, akan lebih mantap lagi jika potnya sesuai dengan ukuran. Si tanaman keladi ini memiliki bentuk daun yang jarang dan rapuh. Pot yang digunakan haruslah sesuai dengan anatomi tanaman keladi. Jangan memilih pot yang besar, macam untuk menanam bonsai atau gelombang cinta. Sangat tidaklah estetik!

Perhatikan pula sirkulasi air yang dimiliki pot tersebut. Lagipula jika nanti ditanam di pot yang besar maka akan terjadi adalah genangan air. Akibatnya, tanaman keladi menjadi busuku. Janganlah terlalu berlebihan, seperti halnya urusan cinta. Semuanya yang berlebihan itu tidaklah baik. Selamat merawat tanaman keladimu ya teman-teman, semoga semakin subur dan menawan hati. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here