Angkatan Corona Juga Bisa Bersaing, Gimana Caranya?

Waktu Baca: 5 menitMungkin, sebagian besar dari kamu yang lulus sekolah jalur corona (biasa saya sebut angkatan corona) terkadang masih merasa iri, sedih, menyesal atau ngeluh, karena acara kelulusan kalian kemarin gak sama seperti cerita-cerita kelulusan kakak tingkat kalian yang terdahulu. Well, sebaiknya gak perlu terlalu mencemaskan hal itu lagi, oke? Karena sepertinya status pandemi kedepan belum juga akan menunjukan tanda-tanda penurunan. Lebih baik kalian mencari tahu bagaimana caranya tetap beradaptasi dan cara jitu untuk tetap menjadi lulusan yang berkompeten dan dapat bersaing.

Angkatan corona akan menjadi gelar, canda gelar… yang bakal kalian sandang untuk beberapa tahun kedepan. Fyi, saya lulus sekolah tahun 2018, buat saya pribadi sih, jujur aja gak terlalu menjadi sebuah masalah, mungkin karena saya masih sempat merasakan bagaimana lulus di situasi normal dan studi yang normal juga di kampus. Tetapi hal ini akan menjadi masalah ketika kamu baru lulus atau baru akan lulus, baik itu lulusan sekolah tahun 2020, 2021, maupun 2022, dst..

Kenapa menjadi masalah?

Yah kalian bisa baca aja di sini

Tapi saya gak akan fokus ke permasalahan itu. Kalian tetap harus punya perspektif ini untuk bisa survive kedepan, baik di dunia kerja maupun lingkungan sosial. Situasi yang berbeda dari ekspektasi kita bukan berarti kita harus pasrah dan berdiam diri saja kan? Perlu diingat apa yang pernah dikatakan Albert Einstein, “The measure of intelligence is the ability to change”, ‘gak bisa bahasa enggres kak’… yowes artinya, “Ukuran kecerdasan adalah kemampuan untuk berubah”. Ketika kalian berusaha untuk berubah, kalian akan belajar menyesuaikan dan menganalisa hal baru, secara gak langsung kalian juga selalu berusaha mencari solusi untuk tetap bertahan dari suasana yang baru tersebut. Apa saja nilai lain yang harus kalian tanamkan? Berikut diantaranya :

mentality

  1. Mentality

Pandemi sudah menghilangkan esensi sistem pendidikan yang tatap muka, kira-kira apa yang hilang? Yup, paling jelas adalah hilangnya kontak mata. Loh… memang apa pengaruhnya? Bagi saya berpengaruh banget. Dulu sewaktu saya ngoding, saya masih sering yang namanya ditongkrongi dosen berjam-jam, syukur-syukur kalo lancar, waktu lancar aja masih ditanyain kenapa bisa lancar, kalo error? Yah udah jelas, ditanya kenapa bisa error hehehe, diikuti dengan komentar nyelekit lainnya. Tapi disitulah poinnya, error dan kesalahan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses belajar, bukan berarti kita kemudian lari dari kesalahan tersebut, atau bahkan berhenti.

You never know what will comes to you, hanya karena sekarang semua serba virtual, kamu gak boleh melupakan esensinya proses belajar. Belajar dan bekerjalah seakan kamu diawasi, atau minimal kamu harus merasa lebih bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan. Disiplin, tetap tegar dan terus mencoba.

curiosity

  1. Curiosity

Ketika kamu selalu merasa ingin tahu, maka kamu akan selalu berusaha mencari informasi dan pengetahuan yang kamu butuhkan sampai dapat. Dan bisa saja, yang kamu ketahui barusan adalah hal yang baru kamu ketahui, atau hal yang sangat berguna di masa depan. Kamu otomatis akan selalu belajar dan semakin pintar.

Hauslah akan ilmu, informasi sangat luas tersebar di internet, jangan malas mencari dan membaca. Dulu ketika belum ada internet dan masih mengandalkan buku, ada effort yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan sebuah ilmu. Mesti nyari judul buku ini, beli buku itu, minjem buku dia. Lakukanlah sedikit usaha tersebut, apalagi sekarang semuanya terkesan effortless dan bisa didapat dengan mudah dari internet kan? Googling

experience

  1. Find Experience

Saya tahu ini menjadi hal yang sedikit lebih sulit sekarang. Kamu gak bisa bebas kemana-mana. Tapi plis… sekali lagi, jangan biarkan situasi yang sedikit terbatas menjadi alasanmu untuk diam saja. Kamu bisa mencari banyak kegiatan untuk mencari pengalaman sesuai dengan bidangmu secara online. Kalaupun gak dimungkinkan, pergilah keluar dengan tetap mematuhi prokes. Kamu tentu tahu apa yang baik buat kamu, cuman dibutuhkan sedikit kemauan aja kok.

take-a-risk
Source: www.unsplash.com

  1. Take A Risk

Beberapa dari kalian mungkin merasa ini merupakan situasi yang lebih nyaman. Di rumah aja, gak kemana-mana, atau mungkin justru sebaliknya, seperti saya dan sebagian orang lainnya justru sedikit suntuk dengan suasana ini. Or maybe ini situasi yang menakutkan? Apapun itu, keluarlah dari zona nyaman, no excuse, okay.

Generasi kita di masa depan ditentukan dari sekarang. Semua berlomba untuk menjadi berhasil di tengah situasi seperti ini, pertanyaannya cuma dua, kamu mau ada di pihak yang kalah atau menang? Semua pasti kembali ke seleksi alam, yang gak mampu bertahan ya dibuang, dan yang bertahan akan menjadi buah segar.

Setiap hari kita lahir lagi, apa yang kita lakukan hari ini lah yang penting!.

believe-in-you

  1. Believe In Yourself

Tidak selamanya teman-temanmu akan membantumu. Satu-satunya yang bisa kamu andalkan adalah dirimu sendiri. Malahan, pandemi mengajarkanmu untuk tetap bertahan dengan segenap kemampuanmu sendiri, karena minimnya interaksi dengan orang lain. Di dunia kerja nanti, perusahaan akan berharap besar padamu, terutama setelah dihajar habis-habisan dengan pandemi. Tentu tidak ada perusahaan yang ingin collapse dong… untuk itu teruslah berinvestasi diri dengan memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya dan percaya akan dirimu sendiri bahwa kamu bisa.

taking-a-chance

  1. Adapt & Taking A Chance

Balik lagi soal perubahan… situasi berubah, keadaan berubah, suasana berubah, pola pikirmu juga harus berubah. Kamu harus peka akan kesempatan yang ada di sekelilingmu. Situasi yang sulit membuatmu harus berpikir kritis. Carilah peluang yang bisa kamu manfaatkan untuk terus belajar hal baru. Ingat, adaptasi. Kemauan untuk beradaptasi menjadi faktor penting agar kamu survive hingga di dunia kerja. Caranya gimana? Analisa kondisi di lingkunganmu, apa yang dibutuhkan, kenali lagi potensimu, dan ketahui apa passionmu. Lakukan aja semua hal udeh.. jangan takut mencoba banyak hal, proses itu gak akan sia-sia kok. You always can take benefit from it, dan ketika udah nemu, jangan sia-siakan kesempatan itu.

 

Pola hidup yang mengharuskan kita bersaing dan berjuang dari dulu sebenarnya gak jauh beda sih. Polanya itu-itu ajaa… cuman beda situasi. Tetapi seringkali kita menjadikan itu alasan dan pasrah lalu menggampangkan. “Ah corona, nilai giveaway nih santuy”, atau “Gausah belajar juga auto A”. Well, semoga kamu tidak berpikir seperti itu yaa…

Kita sama-sama dihajar oleh suatu musuh baru, gak keliatan, gak kenal, cuman levelnya aja yang berbeda-beda. Memang banyak hal yang hilang ketika suasana berubah, dan mungkin ga sebaik dulu, atau ga senyaman dulu, tapi itu karena kita belum belajar saja kok, it’s part of a life.

“Those who cannot change their minds cannot change anything.” ― George Bernard Shaw

Ketika kamu mengetahui celahnya, saya yakin kamu dapat memanfaatkannya dengan baik. Kurang-kurangin ribut di medsos dan fokus untuk memperbaiki dirimu, dunia bakal muter terus dengan atau tanpa kamu okay. Tetap semangat!

Milleniyo
Urang Samarinda pride. IT Specialist & Content Creator for Pakbob.id

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular