Waktu Baca: 3 menit

Jogja selalu spesial. Di sinilah orang dari berbagai sudut Indonesia berkumpul. Hal itu yang membuat manajemen ‘Kopinya Piyu’ memutuskan untuk membuka gerai ‘Kopinya Piyu’ yang pertama di Jogja.

 

            Berbicara soal brand, ‘Kopinya Piyu’ ini jelas kelihatan mencolok dibanding usaha kopi sejenis. Dari namanya, sudah jelas siapa yang menjadi ikon dari gerai kopi ini. Siapa lagi kalau bukan pentolan grup band Padi, Piyu. Nama Piyu memang sangat ikonik. Berkarir di dunia musik sejak era ‘90an, Piyu sudah menelurkan berbagai hits seperti Kasih tak Sampai, Mahadewi, dan Menanti Sebuah Jawaban bersama grup band Padi. Manajemen ‘Kopinya Piyu’ juga tak menampik bahwa Piyu menjadi salah satu daya tarik utama produk kopi kekinian ini. Meski demikian, mereka tak hanya mengandalkan nama besar Piyu untuk bisa bertahan.

“Memang kopi sudah ada dimana mana. Tapi kami masih melihat adanya opportunity yang bisa kita isi dari kopinya kita. (kedai kopi-red) Memang sudah menjamur dan mengikuti tren saja. Tapi ya itu, banyak yang rasanya dilupakan. Nah, selanjutnya kita berusaha ngasih kopi yang baik mas. Jadi gak hanya menggunakan brandnya Mas Piyu. Kita juga menyediakan kopi yang sepadan lah. Gak sama dengan yang lain,” ujar Agung Priatna, Direktur dari ‘Kopinya Piyu’.

suasana bar Kopinya Piyu

Agung juga menambahkan bahwa kombinasi kopi yang digunakan merupakan pilihan dari beberapa kopi Nusantara terbaik. Beberapa jenis kopi bahkan sudah masuk kualitas ekspor.

Senada dengan Agung, Piyu sebagai ikon dan founder juga mengatakan bahwa ia memiliki kepercayaan yang tinggi pada kualitas kopinya. Salah satu yang menjadi alasan kepercayaan dirinya adalah Mola, supervisor dan peracik resep kopi di ‘Kopinya Piyu’.

“Kita banyak ketemu yang nggak cocok sampai akhirnya ketemu Mola ini, partner kita, ya udah, abis itu jalan. Jadi sesimpel itu sih,” jelas Piyu.

“Dia bisa meramu (kopi-red) yang tidak ada di tempat lain. Dia bisa mengcreate menu sendiri. Ada eksperimen sendiri. Itu yang membuat kita berpikir,’oh menarik ini’, ini menjadi sebuah daya tarik…jadi kalau saya bilang, jangan cuma karena nama saya, kopi ini hanya nama saja..orang dateng, tapi kemudian gak suka..jangan..jadi harapan saya orang mendapatkan rasa yang berbeda, yang tidak ada, walaupun memang tetap ada kopi yang ada di tempat lain seperti kopi gula aren,” tambah Piyu lagi.

Di antara menu-menu di ‘Kopinya Piyu’, Piyu menyebut menu favoritnya adalah Coco Pandan. Ia menyukai rasanya yang creamy, beraroma kelapa dan membuat orang ingin mencoba lagi.

“Saya ini lebih suka minum air putih. Tapi, jujur saja, kalau Coco Pandan ini nagih lah. Saya ingin minum terus,” ujar Piyu berkelakar.

Untuk ke depannya, Kopinya Piyu akan dikembangkan dengan target sepuluh gerai awal. Tidak hanya itu saja, manajemen berniat untuk membuat gerai Kopinya Piyu yang berkelas premium dengan space yang lebih luas.

“Bagaimanapun ‘Kopinya Piyu’ memiliki ikon seorang Piyu Padi, jadi kami memang ingin ada area untuk live music,” kata Agung saat menjelaskan rencana bisnisnya.

Untuk saat ini ‘Kopinya Piyu’ hanya akan terpusat di Pulau Jawa meski tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke pulau lain. Tidak hanya itu saja, ada peluang ‘Kopinya Piyu’ akan menjadi franchise dengan mengundang partner pihak ketiga.

“Tapi jujur saja kami masih mencari metode yang tepat agar kualitas dari Kopinya Piyu tetap terjaga meski sudah menjadi franchise,” ungkap Agung lagi.

Bagi anda penggemar musik Padi dan pecinta kopi, anda bisa langsung datang untuk mencicipi ‘Kopinya Piyu’ yang berada di Jalan Kaliurang KM 4,5.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here