Waktu Baca: 3 menit

Membincangkan UMP Jogja ini memang sangat mengasyikkan sekali kok. Apalagi kalau disambi dengan minum kopi dan gorengan yang klomoh minyak goreng. Tak lupa juga ngobrolnya di angkringan, maka akan sangat Jogja banget secara visual. Sudah seperti narasi yang dibangun selama ini, bahwa Jogja itu disimbolkan dengan angkringan dan keramahan orangnya.

Pada akhir tahun selalu menjadi hal yang ditunggu-ditunggu oleh banyak pihak. Pasalnya, di saat itu pula pengumuman mengenai UMP atau yang dulu disebut dengan UMR akan diumumkan. Ketika daerah lain heboh menyambut pengumuman tentang UMP, ada yang menuntut kenaikan ini itu, perbaikan hak dan segala macamnya. Lha kok di Jogja malah adem ayem. Sungguh sangat istimewa sekali. Para pekerja, termasuk saya, kok ya bisa-bisanya diam seribu bahasa ketika menunggu UMP diumumkan.

Tetapi memang benar kata pepatah, diam itu adalah emas. Di saat kami kaum pekerja diam, syukurlah UMP Jogja dinaikkan. Cukuplah untuk membeli satu setengah cangkir kopi di coffee shop. Tentu tidak etislah jika menyebutkan besaran nominalnya. Yang penting ada kenaikan saja sudah sangat bisa bikin ati tentrem pikiran adem.

Di balik UMP Jogja yang konon katanya orang-orang termasuk rendah itu sebenarnya ada makna tersembunyi lho. Kisaran UMP yang dibanderol sekitar satu juta koma XXX itu mengajarkan banyak hal kepada saya. Bagaimana kita harus berdamai dengan gaji atau upah yang diterima. Sunguh saya pun baru menyadarinya.

Pelajaran pertama yang bisa saya petik dengan besaran UMP Jogja adalah sebagai manusia biasa dilatih untuk hidup sederhana. Dengan uang segitu tentu saya harus memiliki rencana belanja yang ketat dan tepat. Jadi ketika marak flash sale di lokapasar atau bahkan di pusat perbelanjaan saya pun hanya bisa menghela nafas. Karena bagi saya yang terpenting adalah pemenuhan kebutuhan primer. Mosok kalau kelaparan saya makan produk-produk branded. Apa yang kita mau malah terjebak dalam gaya hidup yang mewah. Lha edan po?

Kedua, UMP Jogja melatih saya untuk laku prihatin. Saya pun merasa tidak berkeberatan melakukannya. Karena para leluhur juga sudah memberikan teladan kepada saya, latihlah dirimu untuk laku prihatin. Benar juga petuah tersebut. Gaji UMP yang tidak seberapa itu sebenarnya mengajarkan kita untuk berpuasa dan tetap berteguh dalam doa. Tentu ini adalah langkah selanjutnya dari gaya hidup sederhana tadi. Puasa dan doa selain mendekatkan kepada Tuhan, juga memiliki fungsi yang baik untuk tubuh kita. Memperbaiki metabolisme dan menghilangkan toxic dalam tubuh. Selain itu, kita juga bisa berlatih untuk melakukan food combining dengan gaji yang kita terima. Wangun to? Tak perlu ragu untuk memulainya ya lur!

Ketiga, UMP Jogja itu memiliki filosofi bahwa hidup itu tak selalu berbicara tentang materi. Sebagai kaum pekerja saya juga menyadari bahwa bekerja itu intinya adalah mengabdi. Memberikan yang terbaik untuk pemberi gaji. Sehingga bekerja itu tidak semata-mata kita mencari uang saja. Kita harus paham bahwa bekerja itu merupakan ibadah. Maka yang harus kita lakukan adalah tetap profesional dan totalitas. Daripada gaji kita nanti dipotong kan malah semakin nelangsa, ya to? Tetaplah kita harus bersyukur, karena sekitar 12,80% dari total penduduk Jogja (provinsi) hanya memiliki pendapatan per kapita sekitar empat ratus ribuan.

Keempat, UMP Jogja juga mengajarkan kita semua untuk selalu memiliki harapan. Tentu ini bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh semua orang lho, butuh kemampuan dan niat yang sangat luar biasa. UMP Jogja sekali lagi menjadi guru hidup yang luar biasa. Saya dan mungkin dan kawan-kawan lainnya selalu menggantungkan harapan-harapan, toh juga membuat harapan itu kan gratis dan tidak melanggar UU ITE to? Setelah saya pikir-pikir, UMP Jogja ini juga membuat warga Jogja selalu berpikir optimis dalam menggapai harapan yang sudah dibuat. Sehingga sikap optimisme yang sangat meluber ini membuat efek domino. Hasilnya, indeks kebahagiaan dan angka harapan hidup di Jogga bisa tertinggi. Mengagumkan sekali! Jadi kalau kalian mau cari pasangan yang bisa menjaga harapan dalam kurun waktu lama, carilah orang Jogja.Perkara kenyataan tersebut akan bisa diwujudkan atau tidak. Kami sudah fasih.

Kelima, tentu semua orang nantinya ingin masuk surga ketika sudah dipanggil oleh Gusti Allah. Nah, UMP Jogja merupakan sebuah media yang dapat digunakan. Kok bisa? UMP Jogja mengajarkan dua ilmu yang sangat penting dari kehidupan ini, ikhlas dan pasrah. Kembali lagi kita semua diingatkan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ikhlas dan pasrah merupakan upaya untuk memurnikan jiwa kita. UMP Jogja sudah memberikan kita jalan menuju ke sana, tinggal kita mau menjalaninya atau tidak. Belum lagi jika ditambah kita mengucap syukur saat menerima UMP Jogja, tentu kehidupan kita di dunia ini akan semakin paripurna.

Akhir kata memang UMP Jogja ini memang memiliki banyak makna yang yang tersembunyi, seperti yang sudah dituliskan di judul. Tapi makna ini sekali lagi bersifat subjektif lho ya, jadi bisa saja kita berbeda makna. Yang penting jangan baper, soalnya saya nulis ini juga sedikit menggabungkan teori cocokologi dan otak atik gathuk. Semoga tahun depan ada perbaikan ya, bukan perbaikan jalan tapi perbaikan kesejahteraan. Biar kita bisa menjajal enaknya kopi di kedai kopi. Biar pas dua cangkir ndak cuma satu setengah. Tossss dululah…(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here