Mengatasi Fobia pada Anjing

Waktu Baca: 2 menitBuat kamu yang penyayang binatang, terutama anjing, tentu punya keinginan untuk bisa merawat anjing di rumah. Lebih bahagia lagi kalau peliharaan kesayanganmu itu bisa diterima oleh semua anggota keluarga di rumah. Tetapi sering dijumpai ada anggota keluarga yang tidak suka dengan anjing, bahkan sampai fobia. Terlepas dari boleh tidaknya memelihara anjing menurut hukum agama, fobia terhadap hewan memang perlu diolah dan ditangani agar hidup terasa nyaman.

Cynophobia merupakan masalah psikologis berupa rasa takut pada anjing dan taring hewan secara umum. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa fobia hewan  biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, antara usia 5 – 9 tahun, dan bisa berkembang hingga usia 20 tahun.

Cynophobia umumnya disebabkan oleh pengalaman pribadi langsung, misalnya pernah digigit atau dikejar anjing. Namun fobia juga bisa berangkat dari narasi buku, film, atau petunjuk orangtua bahwa anjing harus ditakuti.  Gejala yang terkait dengan fobia ini sangat individual, antar orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda. Tetapi secara umum ada dua jenis gejala yaitu fisik dan emosi

Gejala fisik meliputi:

  1. kesulitan bernapas
  2. detak jantung cepat
  3. nyeri atau sesak di dada
  4. gemetar atau gemetar
  5. pusing atau pusing
  6. sakit perut
  7. semburan panas atau dingin
  8. berkeringat

Sementara itu gejala emosional meliputi:

  1. serangan panik atau kecemasan
  2. kebutuhan intens untuk melarikan diri dari situasi yang memicu ketakutan
  3. perasaan terpisah dari diri sendiri
  4. kehilangan kendali
  5. perasaan akan pingsan atau mati
  6. merasa tidak berdaya untuk mengendalikan rasa takut itu.

 

Bila anak di sekitarmu mengalami cynophobia, mungkin akan menunjukkan perilaku :

  1. mengamuk
  2. berpegang teguh pada pengasuh mereka
  3. menangis
  4. mungkin anak menolak untuk meninggalkan sisi pengasuhnya saat ada anjing di sekitarnya.

Lalu apa yang dapat kamu lakukan untuk menolong anggota keluargamu mengatasi fobia pada anjing?

Jika dia menunjukkan gejala sinofobia yang ringan, kamu mungkin  dapat membantu meringankan gejala ketakutan dengan mengajak dia untuk relaksasi. Misal dengan latihan pernapasan atau Yoga. Olahraga juga merupakan salah satu cara ampuh untuk mengatasi fobia dalam jangka panjang.

Untuk kasus yang lebih parah, ajaklah dia untuk bertemu psikolog. Terapi yang mungkin akan diberikan adalah terapi desensitisasi, yaitu metode untuk mengurangi kepekaan terhadap pemicu fobia. Kamu juga bisa mencoba memberikan desensitisasi secara bertahap. Misalnya :

  1. mengajak melihat gambar anjing dengan pose lucu
  2. memegang boneka anjing
  3. mendengar suara nafas anjing
  4. mendengar suara gonggongan anak anjing
  5. mulai diajak meraba kulit anak anjing

Langkah tersebut perlu diberikan perlahan-lahan, sampai tingkat kecemasan yang ia tunjukkan menurun, dan mulai berani berinteraksi dengan anjing kesayanganmu.

Apabila belum berhasil, maka sebaiknya ajak dia berkonsultasi dengan psikolog untuk pendampingan lebih lanjut.

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular