Waktu Baca: 4 menit

Ng Man Tat telah meninggalkan dunia di usia 70 tahun. Kami dari redaksi Pakbob.id mengenangnya dengan berdiskusi mengenai salah satu film fenomenalnya: “Shaolin Soccer”.

            Siapa pelatih sepak bola terbaik di dunia? Ada banyak pendapat mulai dari Joseph ‘Pep’ Guardiola, Sir Alex Fergusson hingga Arsene Wenger. Nama nama ini umum dikenal oleh penggemar sepakbola dunia. Namun, ada beberapa kalangan yang punya pendapat tersendiri. Menurut mereka, pelatih sepak bola terbaik di dunia ya Ng Man Tat.

Ng Man Tat bukan pelatih sungguhan. Ia berperan sebagai pelatih Stephen Chow dan kawan kawan dalam Shaolin Soccer. Dalam film itu ia menjadi seorang pemain bola sukses. Sayang karirnya berakhir setelah ia dicurangi lawannya yang mengirim seseorang untuk mencederai kakinya. Setelah pensiun, si pelatih ini bertemu karakter “Mighty Steel Leg” yang diperankan oleh Stephen Chow. Saat itu “Mighty Steel Leg” ingin sekali mempromosikan kung fu. Mereka berdua lalu mendapat ide. Karakter pelatih Ng Man Tat percaya bahwa kung fu bisa diaplikasikan pada sepak bola sementara Stephen Chow melihat sepak bola sebagai olahraga populer yang bisa digunakan untuk mempromosikan kung fu. Singkat cerita, merekapun bahu membahu untuk bekerja sama hingga pada akhirnya melawan Evil Team di final yang dilatih oleh musuh Ng Man Tat.

Berbicara soal Shaolin Soccer, ada unsur underdog yang kuat di dalamnya. Film Shaolin Soccer awalnya diremehkan. Stephen Chow bahkan mengcasting tim produksinya sendiri untuk film ini agar budget film ini bisa diakali. Isunya, film ini direncanakan hanya akan rilis dalam bentuk Home Video tanpa hadir di layar lebar. Special Effect di film ini juga disebut sebut tidak ‘standar’ untuk ukuran Tiongkok sekalipun. Sepertinya film ini betul betul kesulitan melangkah.

Dasar nekad, Stephen Chow tetap melaju dan bahkan menekankan ia sangat optimis pada film ini. Tentu Stephen Chow tidak sekedar bicara. Selain mengajak Zhao Wei sebagai lead actress, Stephen Chow juga mengandalkan Ng Man Tat untuk menjadi pemeran pendukung. Pada akhirnya Stephen Chow dan Ng Man Tat berhasil menghadirkan chemistry yang menjadikan film ini fenomena global. Pengakuan di film ini benar benar di luar dugaan. Bahkan, film ini mendapat nilai 91% di situs Rotten Tomatoes. Kualitas film ini benar benar diakui dunia.

Bicara soal Stephen Chow dan Ng Man Tat, duet ini memang seperti bapak anak. Mereka sudah menghadirkan formasi kuat berkali kali. Namun secara pribadi, saya menyukai mereka pertama kali dalam dwilogi film A Chinese Odyssey. Tapi secara global, ya Shaolin Soccer inilah yang mengenalkan mereka ke dunia global.

Shaolin Soccer tidak hanya berhasil menjadi film komedi semata. Film ini secara tidak langsung mempopulerkan sepak bola dan bahkan membuat warga negara Tiongkok terbakar semangat untuk mengembangkan sepak bola di negara mereka. Tak heran kemudian, film ini menjadi motivasi dan inspirasi timnas Tiongkok yang akhirnya tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2002. Ya, perjuangan tim Shaolin untuk menjadi juara ternyata menjadi ‘bensin’ yang pas untuk menginspirasi pemain bola sungguhan.

Soal efek karya yang menjadi inspirasi, ternyata efek ini sudah pernah ada sebelumnya. Efek ini terjadi ketika manga  Captain Tsubasa mulai terkenal di Jepang. Perjuangan Tsubasa Ozora dan kawan kawan konon memotivasi Jepang untuk tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 1998. Konon, selain timnas Jepang, banyak pemain bintang terinspirasi dari Tsubasa mulai dari Hidetoshi Nakata hingga Andres Iniesta . Jangan terkejut jika Shaolin Soccer dan Captain Tsubasa berhubungan erat. Stephen Chow pernah mengaku Shaolin Soccer sangat terinspirasi dari Captain Tsubasa. Namun tentu saja Chow tidak bisa dibilang menjiplak karena konsep yang ada hanya mirip, tapi tidak sama.

Bagaimana akhirnya Shaolin Soccer bisa menginspirasi secara spesifik? Mari kita menilik ungkapan dari Scorsese yang menyebut bahwa film memang memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan mengubah visi kita tentang memandang sesuatu. Film membawa kita ke tempat baru dan membuka pintu untuk berbagai kemungkinan. Selain Scorsese, Ernest Prakasa juga pernah berkata bahwa film hadir di saat terintim bagi penontonnya. Ia hadir di ruangan gelap selama kurang lebih dua jam, berbicara tentang apa saja dan membuat filmmaker memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide dan pemikirannya. Itulah film.

Shaolin Soccer memang sebuah film komedi namun ia bicara tentang perjuangan para outsiders. Selama ini Tiongkok dikenal sebagai negara paria dalam sepak bola. Bahkan seringkali dihantui korupsi dan skandal pengaturan skors. Mendadak penonton Tiongkok disuguhi fakta bahwa mereka mereka yang selama ini tak berdaya bisa menjadi juara, bahkan dengan cara heroik. Hal inilah yang terpatri di memori rakyat Tiongkok ketika disuguhi Shaolin Soccer yang memancing gelak tawa dan air mata mengenai sebuah perjuangan.

Yang mengejutkan, Shaolin Soccer tidak hanya memberi inspirasi sesaat. Ternyata inspirasi pada rakyat Tiongkok ini begitu awet. Meski gagal di Piala Dunia 2002, Tiongkok tak menyerah. Sudah cukup lama Tiongkok belum lagi tampil di Piala Dunia, demikian Tiongkok konsisten menjadi kekuatan sepak bola Asia. Di level klub, banyak peserta Super League China yang menjadi juara Liga Champions Asia. Mereka juga akhirnya menjadi Runner-Up Piala Asia pada 2004. Kini, di Piala Asia 2023, mereka kembali membangun mimpi untuk menjadi kekuatan sepak bola dunia yang kokoh.

Itulah kekuatan Shaolin Soccer. Film sederhana yang diremehkan tiba tiba menjadi fenomena global dan menghasilkan banyak kebahagiaan. Siapa lagi yang menjadi otak film itu jika bukan Stephen Chow yang dibantu sahabatnya, Ng Man Tat. Terima kasih dan selamat jalan Ng Man Tat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here