Waktu Baca: 3 menit

Konon katanya tinggal dI Jogja merupakan impian banyak orang. Berbondong-bondong orang ingin menghabiskan masa tuanya di kota yang terkenal akan budayanya yang adiluhung. Belum lagi menurut data yang beredar, indeks kebahagiaannya juga tinggi. Beredar juga harga yang ada di Jogja relatif murah meriah. Orangnya ramah. Masih banyak sawah. Kurang apa coba? Walaupun di sisi lain jurang si kaya dan si miskin juga makin menganga.

Lalu bagaimana cara tinggal di Jogja? Ya salah satunya dengan jalan memiliki hunian di kota tersebut. Hunian yang ada di Jogja sangatlah beragam, mulai dari rumah tapak hingga hunian vertikal yang menjulang bahkan melebihi tingginya Gunung Merapi (lebay). Sebenarnya sah-sah saja untuk memiliki rumah impian di Jogja. Lha wong mimpi itu gratis, tinggal kita saja mau gimana untuk mewujudkannya.

Kembali ke persoalan masalah membeli rumah. Urusan yang satu ini memang sangat menguras energi, air mata dan yang jelas tabungan kita. Bagaimana tidak? Harga rumah di Jogja itu sangatlah edan-edanan lho ya. Mosok harga rumah sampai menyentuh miliaran rupiah. Tetapi kita tidak boleh untuk menyerah begitu saja untuk urusan tempat tinggal di Jogja yang berhati nyaman. Masih ada asa terbentang luas seperti Samudra Hindia. Anggaplah saja kita semua sedang berenang menuju Australia. Walau ngos-ngosan tapi pasti akan sampai. Salam super!

Sebagai bentuk kepedulian kepada kalian semua, maka tim redaksi PAKBOB.ID yang diwakili oleh saya ingin menyampaikan beberapa strategi membeli rumah impian di Jogja. Hayuk kita simak bersama-sama :

  1. Pastikan dulu kondisi keuangan kalian dalam keadaan stabil dan sehat. Poin penting yang pertama dan wajib untuk dilaksanakan adaah melakukan evaluasi terhadap keuangan kalian. Apabila masih terdapat utang ya sebaiknya dilunasi dulu, jangan malah utang lagi. Yang ada nanti kalian sambat di media sosial karena gak bisa nyicil. Apalagi kalau gaji UMR Jogja, tentu harus mempunyai strategi yang lebih ekstra. Bisa saja dengan menambah penghasilan, tapi plisss jangan ikut Vtube atau TikTok Cash.
  2. Mencari sumber dan informasi yang dapat dipercaya. Langkah selanjutnya setelah memastikan keuangan sudah beres. Bolehlah mencari info tentang rumah yang diimpikan. Kalian bisa ke bank atau developer yang terpercaya. Galilah informasi sedetail mungkin, jangan sampai kena developer abal-abal. Kalian bisa cek di laman REI. Langkah ini sangat penting untuk menentukan uang muka, angsuran dan biaya yang mungkin akan timbul setelah terjadi transaksi jual beli rumah. Jangan mudah tertipu iklan, karena kadang ia jahat kayak mantan.
  3. Jangan tergesa-gesa dalam membeli rumah. Jadi begini, apapun yang dilakukan secara tergesa-gesa kadang kala hasilnya malah tidak maksimal. Ingat, membeli rumah itu juga investasi ya! Jadi pertimbangan dengan masak-masak langkah yang akan diambil. Kelak, siapa tahu rumah itu akan dijual tentu kita ingin untung bukannya buntung to? Belum tentu rumah yang rumah akan cocok dengan kita. Biarkan alam (tanah) yang memilih kita, percayalah pada mekanisme alam yang sedang bekerja.
  4. Jangan malu untuk membeli rumah subsidi. Ya semua kembali lagi kepada anggaran yang kita punyai sih. Kalau memang niat mau mandiri dan tidak merepotkan orang tua maka tidak ada salahnya untuk membeli rumah subsidi. Kalau ada rezeki ya boleh saja milih yang model kluster-kluster. Rumah itu akan terus bertumbuh kok, jadi tidak hanya sekali jadi. Percayalah!
  5. Perbanyaklah berdoa dan menebar kebaikan. Poin terakhir yang perlu kami sampaikan adalah tanpa doa dan berbagi kebaikan maka yang semua ikhtiar akan sia-sia. Mintalah restu orang tua dan berdoalah. Tentu ini untuk memudahkan jalan untuk memiliki rumah impian di Jogja.

Strategi di atas merupakan sebuah ikhtiar dalam mencapai rumah impian di Jogja. Semoga strategi di atas bisa dilakukan dengan maksimal. Jikalau pun belum tercapai untuk mendapatkan rumah di Jogja setidaknya kalian sudah memiliki kaveling di surga. Karena kalian sudah memperbanyak doa dan berbagi kebaikan bagi sesama manusia. Toh, kata para sesepuh materi tidak akan dibawa ketika mati. Jadi jika memang belum bisa membeli rumah impian di Jogja, bersabarlah atau bahasa halusnya Nerimo ing Pandum. Ya kan? (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here