Unconditional Positive Regards, strategi ampuh buat pedekate

Waktu Baca: 2 menitBuat kamu para cowok-cowok pejuang cinta, pernah nggak sih kamu mengalami satu momen sulitnya melakukan pendekatan dengan cewek idaman ? Kamu udah memberikan waktu untuk chatting dengan dia, kamu udah membelikan beberapa barang yang dia sukai, kamu juga sudah mengantar dia kemana-mana, tetapi dia masih menunjukkan resistensi. Di satu sisi, dia juga menunjukkan tanda mau dideketin. 

Barangkali kamu frustrasi karena merasa akan berakhir di Friendzone.
Lantas, j
urus apa lagi yang perlu dipakai ? 

Cobalah menggunakan teknik Unconditional Positive Regards (UCR). Terjemahan bebasnya adalah sikap menerima keadaan orang lain secara positif tanpa syarat. Banyak situasi di mana orang butuh untuk diterima apapun kondisinya. Tentunya kamu pun demikian juga, ingin diterima. Persoalannya, dunia tidaklah ideal bagi kamu untuk bisa mendapatkan penerimaan itu. Seringkali kamu dihadapkan pada banyak persyaratan untuk bisa diterima keadaannya oleh orang lain. 

Syarat itu bisa terkait sikap, selera musik, cara bicara, riwayat sekolah, kecerdasan, wajah, cara berpakaian, cara berpikir, kemampuan move on, riwayat relasi pacaran di masa lalu, kondisi keluarga, latar suku, agama, cara berdoa, pilihan hobi, lingkaran pertemanan, dan seterusnya. 

Bro, ketika kamu menunjukkan Unconditional Positive Regards pada doi, maka kamu akan mendapatkan kepercayaan lebih dari doi. Kamu akan menunjukkan bahwa kamu siap menerima kondisi doi apa adanya, tanpa banyak protes, tanpa banyak tuntutan, tanpa banyak ekspektasi. 

Kamu akan menyingkirkan sikap egosentris. Jangan sampai kamu berpikir bahwa perspektifmu paling benar, pendapatmu yang terbaik, solusimu adalah yang paling tepat. Ketika kamu menerima curhat doi, bisa jadi yang doi butuhkan bukanlah solusi, tetapi telinga yang mendengarkan dan mata yang melihat. Pada saat doi berkeluh kesah, dengarkanlah baik-baik, jangan terburu-buru memberikan judgement / penilaian. Lakukan parafrase / merumuskan ulang cerita doi.

Kalau doi meminta masukan, barulah kamu berikan saran menurut perspektifmu. Gunakan kata sebaiknya ketimbang seharusnya. Kalau pun doi tidak melakukan usulanmu, jangan marah. Bagaimanapun juga itu adalah pilihan bebas doi. 

Sebagai catatan, tidak semua orang bisa melakukan Unconditional Positive Regards. Teknik ini memerlukan kerelaan hati yang besar, kesiapan untuk mengutamakan orang lain dan mengesampingkan kepentingan diri. Kamu perlu menyimpan dalam-dalam semua perspektif kebenaranmu, dan baru ditunjukkan ketika sungguh diperlukan. Persoalannya, tidak semua orang mau mengalahkan diri sendiri. Tetapi tidak ada salahnya kalau kamu mencoba teknik ini. 

Selamat mencoba !

 

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular