Waktu Baca: 3 menit

  Menjelajahi Jogja tentunya tidak hanya menemukan atraksi budaya atau wisatanya saja. Lebih dari itu, para pelancong pun harus menunaikan ibadah rasa (kuliner) yang banyak bertebaran. Beberapa waktu lalu, jurnalis PAKBOB.ID mencoba salah satu kuliner yang dengan mudahnya dapat ditemui di seluruh negeri ini, bakso.

Siapa sih yang tidak mengenal dan doyan melahap daging yang dibuat bulat tersebut? Makanan yang disajikan dengan kuah tersebut memang cocok dihadirkan di segala waktu. Apalagi sewaktu Jogja sedang sering diliputi mendung setiap harinya. Bakso mampu menjadi teman untuk menghangatkan dan mengganjal perut dalam menuntaskan aktivitas.

Salah satu kuliner bakso yang patut diburu saat mengunjungi Jogja adalah Bakso Jawi Bu Miyar. Bakso yang disajikan sangat minimalis sekali dengan rasanya yang nendang segarnya. Dapat dikatakan bakso Jawi adalah bakso khas yang dimiliki oleh Jogja. Mengapa bisa demikian?

     Semangkuk Bakso Jawi Bu Miyar, siap disantap

Bakso Jawi Bu Miyar sengaja menambahkan kata Jawi bukan tanpa sebab. Kata Jawi sendiri merujuk kepada bahasa halus untuk Jawa. Penamaan ini berkait erat dengan penyajian bakso yang nantinya akan teman-teman santap.

Teman-teman pasti bertanya-tanya seperti apakah penampakan dari bakso yang dibanderol dua puluh ribuan tersebut. Bakso Jawi disajikan sangat spesial, resep turun temurun dipertahankan untuk menjaga kualitasnya.

Saatnya kita menjajal bakso Jawi, sebuah mangkuk bakso sudah berada di hadapan saya. Isinya adalah dua buah bakso, irisan bakso goreng, mi dan tahu. Saya segera menyendok kuah bakso tersebut, tipsnya adalah jangan mencampurnya terlebih dahulu dengan saus, kecap, ataupun sambal. Biarkan saja lidah kita diserang oleh kuah otentiknya. Wuihhhh…rasanya benar-benar gurih, hangat dan juga segar sekali.

Tangannya saya pun sudah tak sabar untuk mencoba bakso yang sudah melambaikan tangan dari dalam mangkuk. Kedua bakso yang disajikan memiliki jenis berbeda, bakso urat dan bakso halus. Sebuah permainan tekstur yang dahsyat saat mengunyahnya. Bakso urat menantang kita untuk berjuang keras dalam melumatnya. Sedangkan bakso halus yang didominasi oleh daging sapi lembut dengan mudahnya kita taklukan. Baksonya juga dimasak dengan pas, tidak terlalu matang ataupun mentah. Pas di lidah.

Tampak atas Bakso Jawi nan menggoda

Jangan lupa dengan bakso gorengnya, ia juga menunggu untuk segera disantap. Bakso gorengnya berukuran agak besar. Tapi tak usah bingung untuk memakannya, karena sudah dipotong-potong. Tak perlu khawatir juga dengan bakso goreng yang biasanya keras sangat digigit. Di bakso Jawi, basko gorengnya sangat lembut dan renyah. Bagian dalamnya pun juga berisikan daging sapi yang kenyal. Nikmat mana yang kau dustakan.

Kejutan selanjutnya yang akan ditemukan adalah adanya potongan daging sapi yang mengapung di kuah. Empuknya itu lho, sangat pas dijadikan selingan saat menyantap bakso ataupun bakso goreng. Belum lagi mi yang disajikan, ini yang mebuat beda juga. Mi bakso Jawi menggunakan mi yang digunakan untuk mi Jawa sehingga teksturnya sangat lembut. Kalau teman-teman penasaran dengan nikmatnya bakso Jawi segera saja berkunjung ke sana. Mulai pukul 10.00 bakso Jawi sudah siap melayani pembeli hingga pukul 19.00. Jika tak mau kehabisan lebih baik datanglah lebih awal, rela kehabisan seporsi lengkap bakso Jawi? Jangan sampai menyesal di akhir lho yaaa…

Bakso Jawi memliki beberapa cabang di Jogja, jadi teman-teman bisa melacaknya di aplikasi peta. Sesuaikan saja dengan tempat terdekat teman-teman, letaknya tak jauh dari dari pusat wisata dan kota. Seperti kata pepatah, bakso dengan disajikan biasa saja sudah enak, apalagi kalau disajikan dengan luar biasa? Bakso Jawi Bu Miyar, siap membuat harimu lebih segar. Try it!(*)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here