Waktu Baca: 3 menit

 

Emma Watson, artis yang terkenal lewat serial Harry Potter, tiba tiba mengejutkan dunia dengan pengumuman di media sosial bahwa ia tidak akan memberikan update terbaru lagi. Manajernya menyebut Emma sedang tidak mengambil proyek apapun dan menolak menjawab dengan tegas apakah Emma pensiun atau tidak.

Emma dan perenungannya

            Jangan terkejut. Tapi seri Harry Potter sudah tamat sejak sembilan tahun yang lalu. What?! Iya, kita tidak sadar bahwa Harry Potter berhenti menghibur dunia sembilan tahun yang lalu. Melihat ending Harry Potter seperti melihat akhir masa remaja saya yang ternyata…sekitar sembilan tahun yang lalu. Lama banget ya? Ternyata saya sudah tua. Usia saya sekarang dua puluh sembilah tahun dan Emma Watson sendiri ternyata sudah berusia tiga puluh tahun. Padahal rasa rasanya baru kemarin sekali Emma Watson tampil dengan rambut bak sapu ijuk sebagai anak kecil sok tahu bernama Hermione Granger.

Meninggalkan Harry Potter bak trauma untuk saya. Saya merasa sudah bukan anak anak lagi. Saya harus menghadapi dunia dewasa dengan segala intriknya. Hidup terasa lebih suram. Anyway, saya yang hanya penonton saja merasa begini, apalagi Emma Watson yang dulunya hidup di dunia Harry Potter dan kini harus dibanting ke bumi lagi?

Emma pernah berada di puncak ketenaran. Semua orang tahu siapa dia. Semua orang atau seenggaknya sebagian besar orang ingin menjadi dia. Ketika akhirnya lampu sorot dimatikan, lalu apa? Semua orang yang pernah terkenal lewat seri Harry Potter harus move on. Daniel Radcliffe si bintang utama memutuskan untuk mencoba jalur indie dengan film film unik seperti Swiss Army Man dan Guns Akimbo. Rupert Grint muncul di video klip Ed Sheeran, Leego House dan sekarang entah sedang melakukan apa. Emma sebenarnya cukup lumayan dengan membintangi sejumlah film box office seperti Beauty and The Beast serta tampil menawan di The Bling Ring. Seharusnya, dunia baik baik saja untuk Emma Watson kan?

Ternyata tidak semudah itu. Emma memang masih eksis tapi ia juga berjuang dalam kehidupan pribadinya. Orang tuanya bercerai. Ia harus cuti dari kehidupan kampus hanya untuk menghindari bullyan dan menata kembali persoalan pribadinya. Ia juga belum mendapatkan peran utama besar lagi sejak seri Harry Potter. Beauty and the Beast memang menempatkan dirinya sebagai pemeran utama, tapi bagaimana follow up selanjutnya? Beauty and the Beast jelas tidak bisa diharapkan menjadi franchise yang berkelanjutan karena sulit mengembangkan cerita itu. Terakhir Emma bermain sebagai supporting cast dalam film terpuji, Little Women.  Setelah itu, ia belum muncul lagi.

Emma memang mengalami kesulitan karena ia terkena syndrome typecasting. Ia banyak diterima untuk peran tertentu saja dan sulit untuk mengembangkan kariernya karena lekat dengan imej Hermione Granger. Di saat bersamaan, banyak artis muda berbakat muncul dan lebih fleksibel dalam berbagai role. Misalnya saja saat ini ada Emma Stone dan Gal Gadot yang lebih laris. Belum lagi ada Saoirse Ronan yang dianggap artis muda paling berbakat hari ini. Hal ini membuat Emma Watson kesulitan untuk mencapai setidaknya level popularitas saat ia masih seorang Hermione Granger.

Kasus Emma Watson bukanlah yang pertama. Macaulay Culkins dan Shirley Temple juga kesulitan untuk bertransformasi. Bisa dibilang, itu tidak sepenuhnya kesalahan mereka. Hollywood sangat dinamis. Wajah dan personal Emma bisa jadi menjadi favorit di suatu waktu, namun kini dunia meminta hal yang berbeda. Selain itu, tekanan agar tidak lagi dilihat sebagai anak kecil sangatlah berat. Emma selalu dipandang sebagai Hermione Granger. Bahkan Emma mengaku, pernah suatu saat di kelas, ia menjawab pertanyaan dosennya dan temannya nyelutuk: 10 points for Gryffindor! Bahkan di tempat ia ingin menjadi manusia normalpun masih banyak yang mengganggapnya sebagai Hermione.

Kini ia berhenti menjadi sorotan dunia, entah karena apa. Mungkin ia ingin fokus menjadi aktivis feminis? Atau dunia entertainment sudah tak sesuai harapannya? Bisa jadi. Sampai saat ini kita belum tahu apakah Emma pensiun atau tidak. Tapi, seandainya ia mau pensiun, ia tidak perlu membuat pengumuman. Toh Hollywood sudah menjadi saksi bagaimana banyak orang terkenal menghilang tiba tiba tanpa kabar. Meg Ryan misalnya? Helen Hunt? Dan masih banyak lagi daftarnya.

menunggu kembali senyum Emma

Lalu, pelajaran apa yang bisa kita ambil? Inilah dunia entertainment. Dunia ini begitu dinamis. Orang yang menjadi bintang utama bisa tiba tiba hilang begitu saja. Nampaknya ini hukum alam kan? Benar, tapi mampukah beban psikologis ini ditanggung seorang manusia biasa? Apalagi kalau kemudian ada sosok sosok yang menteror dan terus mengingatkan akan kejayaan masa lalu yang dulunya indah tapi menyebalkan. Mungkin tak ada salahnya sejenak berhenti, menangis dan membiarkan kita menyembuhkan diri dari luka pengkhianatan kesuksesan masa lalu. Apa iya ya itu yang dipikirkan oleh Emma Watson? Apapun keputusan akhir Emma Watson, setidaknya ia sudah melakukan apa yang terbaik untuk dirinya. Kini mungkin waktu untuk kembali menjejak bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here