Waktu Baca: 4 menit

samuel-paty

Sejak kecil hingga dewasa, secara sadar tidak sadar orang pernah melakukan kebohongan.  Berbohong jelas salah, namun kadang kebohongan perlu dilakukan untuk sebuah kebaikan.  Apakah bohong itu boleh?  Tergantung situasi.  Ada kalanya bohong dianggap tidak masalah, jika tidak merugikan orang lain.  Seperti berbohong pernah ketemu artis; berbohong menang undian; berbohong mempunyai barang mewah.  Namun, bagaimana jika berbohong kemudian menjadi berita nasional?

Hal ini pernah terjadi di Indonesia, ketika seorang anak remaja bernama Audrey siswi SMP di Pontianak dianggap sebagai korban bully oleh teman-teman sekolahnya.  Tagar JusticeForAudrey dalam waktu sekejap menggemparkan dunia maya dan viral.  Netizen Indonesia kemudian membicarakan kasus Audrey di sosial media.  Di berita yang beredar, Audrey diduga dikeroyok oleh teman-temannya hingga mengalami trauma fisik dan psikis.  Pelaku sekaligus teman dari Audrey kemudian segera diketahui oleh publik dan mengalami cyberbullying, karena serangan kemarahan netizen Indonesia.  Menanggapi #JusticeForAudrey, polisi dan KPAI kemudian turun tangan dan menyelidiki kasus tersebut.  Hasilnya, ternyata Audrey melakukan kebohongan publik, trauma dikatakan di media tidak sesuai dengan hasil visum.  Akhirnya justru korban terjadi kepada tiga diduga pelaku pengeroyokan, sebagai korban cyberbullying.  Audrey diduga sebelumnya melakukan bully terhadap salah satu dari tiga terduga pelaku, sehingga tiga temannya melakukan pembalasan atas bully yang dilakukan Audrey.  Namun, kemudian Audrey justru menggunakan sosial media untuk menyebarkan cerita bohong.

Ramai-ramai kemudian netizen menilai, perbuatan Audrey sebagai hoax besar-besaran, bahkan prank nasioanl.  Sebab, kebohongannya menjadi trending di internet dan menjadi pemberitaan nasioanl.  Isu bullying yang terjadi diantara anak sekolah, memang sedang menjadi sorotan, karena sudah sering memakan korban.  Sehingga mudah untuk menyulut amarah netizen dengan berita bohong mengenai bullying yang dialami Audrey, apalagi ditambah dengan kronologi yang sedemikian rupa untuk menambah marah netizen.

Berbohong merupakan salah satu cara pertahanan diri yang dilakukan seseorang agar terhindar dari masalah.  Bohong juga dilakukan untuk menutupi fakta dan kebenaran, terutama jika kebenaran tersebut akan menyakitkan.  Namun, ada kalanya bohong dilakukan untuk keuntungan pribadi.  Baik atau buruknya berbohong tergantung dari dampak yang disebabkan.  Permasalahannya jika, terlalu sering menganggap kebohongan sebagai sesuatu yang wajar, maka akan semakin mudah untuk berbohong tanpa memikirkan konsekuensi ke depan.  Seperti kasus Audrey, entah apapun motivasi Audrey untuk berbohong, namun saya rasa dia pun tidak pernah menyangka akan menjadi berita nasional.

Namun pernah kah terbayangkan, ketika kamu berbohong ke orangtua karena sering membolos kelas dan di hukum guru, kemudian membunuh gurumu 10 hari kemudian dan menjadi berita dunia?? Mungkin itu yang sedang dirasakan murid dari Samuel Paty, yang menuduh gurunya melakukan penghinaan agama.  Pada bulan Oktober 2020, dunia digemparkan dengan pemenggalan seorang guru di Perancis oleh kaum ekstremis agama tertentu.  Pada saat itu, berita yang beredar pembunuhan terjadi karena sang guru dianggap melakukan penghinaan terhadap agama tertentu di kelas dan salah satu murid kemudian melaporkan ke orangtua, kemudian menjadi berita nasional.   Sejak peristiwa tersebut, terjadi aksi yang mengecam pemerintah Perancis, bahkan terjadi pemboikotan produk-produk dari Prancis salah satunya di Indonesia.

BBC, Telegraph, The Guardian pada 9 Maret 2021 kemudian menggemparkan media online dengan pemberitaan, murid yang melaporkan gurunya tersebut ternyata berbohong.  Sejak kasus meninggalnya Samuel Paty, pemerintah Perancis melakukan investigasi terhadap kasus ini kemudian menemukan bahwa murid tersebut telah berbohong kepada ayahnya.  Sejak awal, sang murid tidak pernah ada di kelas, bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi dan diajarkan Samuel Paty di kelas.  Cerita bahwa, Samuel Paty melakukan penghinaan terhadap agama ternyata adalah karangan belaka.  Cerita bohong ini dilakukan karena dirinya takut ketahuan oleh sang ayah sedang diskors oleh sekolah karena sering membolos.  Agar tidak dimarahi, siswi ini kemudian berbohong kepada ayah, bahwa guru sejarahnya mengusirnya dan beberapa murid lain karena akan menunjukkan foto-foto yang dianggap menghina agama tertentu.  Termakan dengan omongan si anak, ayah ini kemudian melakukan hate speech dan hate campaign terhadap Samuel Paty, sebagai guru sejarah anaknya.  Akibat dari hate speech dan hate campaign yang dilakukan sang ayah, kemudian menjadikan salah seorang remaja dari kaum esktremis agama tertentu, melakukan pembunuhan terhadap Samuel Paty.

Pembunuhan terhadap Samuel Paty dilakukan oleh remaja usia 18 tahun dengan nama Abdullakh Anzorov.  Abdullakh meminta bantuan dua murid di sekolah itu untuk menunjukkan guru sejarah mereka, Samuel Paty.  Kemudian ketika Paty pulang dari mengajar, Abdullakh membuntuti kemudian melukai dan memenggal kepala Paty.  Setelah membunuh Paty, Abdullakh selanjutnya mengunggah foto korban ke Twitter beserta cacian kepada Presiden Macron.  Abudllakh lalu mati tertembak, ketika akan ditangkap oleh polisi.

Kasus ini kemudian dilanjutkan hingga ke pengadilan, dimana Brahim Chnina selaku ayah dari murid yang berbohong kemudian ditangkap, karena dianggap terlibat terhadap pembunuhan Samuel Paty.  Setelah diselidiki, Brahim melakukan interaksi terhadap Abdullakh sehingga pengadilan kemudian mendakwa Brahim dengan dakwaan terlibat pembunuhan.  Anaknya sekaligus murid dari Samuel Paty kemudian di dakwa pencemaran nama baik.  Akibat dari kebohongannya, kini ayahnya harus menghadapi kasus hukum, gurunya terbunuh dan sekitar 2.2 milyar orang bertengkar di internet terkait kebohongan yang dilakukannya.

Seperti kasus Audrey, saya rasa murid dari Samuel Paty juga tidak menyangka bahwa ketika dia selesai bercerita (yang bohong), kemudian akan menimbulkan gelombang efek yang dashyat seperti kemarahan netizen di sosial media, bahkan menjadi trending nasional hingga internasional.  Kemudian terlihat juga peran orangtua di dalam cerita bohong yang melebar ini, baik orangtua Audrey maupun Brahim Chnina terlihat sangat konyol karena percaya cerita anaknya 100% tanpa melakukan penyelidikan lebih lanjut.  Terlepas apakah mereka juga terlibat dalam cerita bohong ini atau tidak, namun yang pasti mereka memiliki andil dalam melebarnya kasus anak-anak ini.  Secara khusus Brahim Chnina, karena kemudian diketahui memiliki komunikasi terhadap Abdullakh dan hubungan dengan salah satu kelompok teroris di Timur Tengah.  Sehingga sangat jelas, kematian dari Samuel Paty memang ada di tangan Brahim Chnina.

Ada ungkapan yang mengatakan ‘Satu kebohongan akan diikuti kebohongan-kebohongan lainnya’.  Jika berbohong menjadi sebuah kebiasaan, maka orang lupa akan kebenaran.  Sialnya, sekarang kebohongan bisa merenggut nyawa dan bahkan kemarahan warga dunia.  Kemudian, bagaimana tidurnya Brahim Chnina dan anaknya?  Apalagi anak Brahim Chnina baru 13 tahun dan seumur hidupnya akan dikenal sebagai pembohong yang membunuh guru sejarahnya karena sering membolos.   Sekali lagi kita di prank, sekarang secara internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here