Waktu Baca: 2 menit

Masa pandemi membuat kita lebih sulit untuk pulang kampung. Kerinduan terhadap rumah akhirnya terhalang oleh protokol. Bahkan kerap kali kita tidak bisa mengantar anggota keluarga ke tempat peristirahatan terakhir. Itulah sebuah tragedi kemanusiaan yang mudah kita temukan.

Atas rasa empati terhadap situasi tersebut Donny Verdian, seorang pegiat blog Indonesia merilis single lagu berjudul Saat Ku Nanti Pulang. Meskipun lagu tersebut sudah ia ciptakan tahun 2017 tersebut, namun ia baru merilis sekarang karena momentum yang penuh makna. Selain soal rasa kangen rumah di kala pandemi, lagu tersebut ia persembahkan untuk almarhumah ibunya yang Februari lalu genap berusia 65 tahun.  Pria asal Klaten yang saat ini menetap di Sydney tersebut merilis lagu dalam format Extended Play (EP)

Pisang Goreng, Bolu, dan Emping
Donny Verdian memasukan tiga unsur makanan tersebut dalam lirik lagu. Ketiga hal tersebut merupakan kekhasan almarhumah ibunya ketika menyambut kedatangan sang anak. Selain karena ketiga hal itu adalah menu favorit Donny Verdian, salah satu dari ketiganya selalu tersedia ketika ia pulang ke rumah. Kehangatan sapaan orangtua menjadi terpatri di benak. Barangkali kita masing-masing pun memiliki ingatan khas tentang rasanya pulang kampung. Ada hal-hal khas yang selalu dihadirkan ketika kita memasuki rumah. Barangkali racikan teh panas yang khas, menu camilan, peralatan makan yang khas, atau ruang tidur yang sudah disiapkan sedemikian rupa. Dalam kondisi pandemi, kita masih mungkin berjumpa secara virtual melalui video call dengan orangtua di rumah. Tetapi hal-hal yang ngangeni itu tidak mungkin kita cecap. Kita hanya bisa melihat gambar teh panas, namun tidak bisa mencecapnya. Suasana sendu macam ini bisa kita dapatkan ketika mendengarkan lagu Saat Ku Nanti Pulang

Dua Bagian Lagu
Format Extended Play digunakan pada rilis lagu ini, karena ada dua versi aransemen. Pada bagian pertama, lagu tersebut diaransemen oleh Alvon Ditya Arudiskara dan Erik Chandra Kesuma. Bila kita mendengarkan bagian pertama, kita akan mencecap suasana haru dan kerinduan yang kuat. Sementara pada bagian kedua, lagu tersebut diaransemen oleh Vega Antares dan Ignasius Bowo Sarjito. Di bagian kedua, kita bisa mencecap suasana pengharapan. Ketika orangtua sudah tiada, maka yang tertinggal adalah harapan kelak bisa berjumpa kembali di alam Surga, dengan suasana kehangatan yang sama sebagaimana ketika pulang ke rumah.

Donny Verdian mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak merencanakan perilisan dua versi tersebut. Ia membiarkan lagu tersebut diaransemen oleh keempat orang. Vega Antares adalah musisi yang kerap terlibat dalam proyek music bersama Ahmad Dhani dalam band Dewa 19, TRIAD, hingga Mahadewa. Selain Vega Antares, Donny Verdian juga melibatkan Alvon Ditya Arudiskara, musisi asal Yogyakarta yang kerap diajaknya berkolaborasi. Sementara Ignasius Bowo Sarjito, musisi asal Jambi dilibatkan Donny Verdian untuk backing vocal dan mengisi string di lagu bagian kedua. .

Ketika hasil aransemen bermuara pada dua interpretasi suasana yang berbeda, Donny Verdian akhirnya merilis kedua versi tersebut. Dengan dua versi aransemen tersebut,  Lagu Saat Ku Nanti Pulang dapat berbicara lebih banyak hal.

Suasana Kerinduan
Saat Ku Nanti Pulang kiranya cocok diputar ketika kita rindu untuk pulang ke rumah, atau tiba-tiba teringat dengan orangtua di rumah. Ini juga cocok diputar ketika kita sedang berduka karena kehilangan orangtua, terutama bila kematian disebabkan oleh COVID-19 yang membuat kita tidak mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir. Bisa juga lagu ini kita cecap ketika momentum menjelang lebaran, natal, atau imlek, yang emosinya cukup kuat untuk mengajak kita pulang ke rumah.

Saat ini Saat Ku Nanti Pulang sudah tersedia di gerai-gerai musik digital terkemuka.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here