Waktu Baca: 2 menit

Warga Jogja sungguh merasakan hantaman dampak Pandemi pada aspek ekonomi. Minimnya kehadiran mahasiswa berdampak besar pada banyak sektor usaha : kos-kosan, kuliner, hiburan, dan toko ritel. Dengan Upah Minimum Propinsi yang terendah di pulau Jawa, para pekerja di Jogja masih harus merasakan pahitnya pemotongan gaji hingga terpaksa dirumahkan, karena perusahaan tidak sanggup menggaji karyawan. Perekonomian boleh lemah, tetapi warga tetap boleh mengakses variasi makanan sebagaimana sebelum pandemi.

Endarto, pemilik usaha Roti Bakar Flaming Toast menunjukkan empati terhadap kondisi tersebut dengan cara menyajikan roti bakar yang dibanderol harga murah : sepuluh ribu rupiah. Sajian ini ditujukan terutama untuk kalangan mahasiswa dan keluarga kecil, yang ingin tetap bisa menikmati roti bakar dengan harga yang ekonomis.

Sistem Subsidi Silang
Endarto mengungkapkan bahwa ia menggunakan ukuran roti seperti pada umumnya roti bakar khas Bandung. Meskipun dampaknya dengan harga murah tersebut ia hanya mendapatkan margin keuntungan yang tipis, namun ia senang bila mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Dengan harga sepuluh ribu rupiah tersebut, pelanggan bisa mendapatkan roti bakar isi selai. “Yang penting bisa mengganjal perut pelanggan di malam hari, “ tambah Endarto.

Selain varian rasa selai, ia juga menawarkan varian isi premium, yaitu dengan keju, alpukat, pisang, kurma, sosis. Untuk varian ini, harganya di atas 10.000 rupiah, dan paling mahal 17.000 rupiah. Ia menerapkan subsidi silang dalam usaha ini. Hasil keuntungan dari penjualan varian premium digunakan untuk menutup kekurangan biaya penjualan varian selai. Sistem subsidi silang ini memungkinkan masyarakat miskin tetap mampu mengakses roti, sementara segmen masyarakat menengah tetap bisa mengakses roti bakar dengan varian premium.

Solidaritas Sosial dalam Sepotong Roti Bakar 10000 rupiah

Fungsi Kebersamaan
Roti bakar memang paling cocok disantap pada malam hari sebagai camilan, bukan sebagai makanan pokok pengganti nasi. Ukuran roti bakar dibuat sedemikian rupa agar dapat dimakan bersama-sama, bukan untuk disantap sendiri. Bagi kalangan mahasiswa, roti bakar sangat cocok untuk dijadikan suguhan sederhana ketika ada teman yang berkunjung ke kamar kos. Sering juga roti bakar menjadi camilan pendamping ketika mahasiswa mengerjakan tugas kuliah di malam hari, atau lembur menulis skripsi.

Gerai Roti Bakar Flaming Toast dapat dijumpai di Jalan Hayam Wuruk nomor 34 Yogyakarta, tidak jauh dari Stasiun Lempuyangan. Pelanggan juga dapat membeli melalui aplikasi pesan antar melalui ojek online. Gerai buka mulai pukul 16.00 – 22.00, sesuai dengan protokol Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Anda juga dapat memesan melalui nomor WA 08995853538.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here