Waktu Baca: 3 menit

Saya telah bertemu dengan beberapa orang mati. Pengalaman yang saya rasakan begitu gado gado.

            Saya, Thiery Chota, telah menemui beberapa orang mati. Tentu tidak langsung. Saya menemui mereka dalam mimpi. Kenapa lewat mimpi? Ada beberapa teori mengapa anda bertemu dengan orang mati lewat mimpi. Mimpi bisa disebut kondisi ‘hampir mati’. Kondisi ini membuat banyak organ dan sebagian besar otak anda beristirahat. Hal ini membuat anda berada di jembatan antara orang hidup dan mati. Di jembatan inilah, bagi yang cukup perasa, dapat bertemu dengan orang orang yang mati atau akan mati.

Pengalaman terakhir saya adalah bertemu dengan teman saya yang meninggal karena virus korona beberapa hari lalu. Yang ia lakukan adalah melihat saya dan tampak agak kecewa. Ia baru saja menikah dan memulai hidup baru. Ia anak muda yang tinggi dan besar. Seharusnya dia baik baik saja walau terkena virus korona. Ternyata ia adalah satu dari sekian kasus langka. Ia meninggal.

Saya tidak tahu kenapa ia menemui saya. Ada pesankah mungkin yang mau ia sampaikan? Atau ia merasa kecewa saja harus mati di usia semuda itu? Entahlah. Akhirnya saya hanya bisa mendoakan.

Sebelum meninggal, sehari sebelumnya, guru saya mendatangi saya dalam mimpi. Waktu itu keadaannya sudah kritis, saya tidak tahu karena saya berada di luar negeri. Ia mendatangi saya dan tampak agak kecewa. Ya, saya adalah salah satu murid yang rutin mengunjungi dia saat awal awal dia masuk rumah sakit karena penyakitnya. Saya kira ia akan baik baik saja setelah perawatan di rumah sakit kesekian kalinya. Ketika penyakitnya kambuh lagi, saya tidak menjenguknya karena tidak tahu. Ia tidak baik baik saja ternyata. Setelah proses panjang, ia meninggal dunia dalam usia yang sangat muda.

Jauh sebelumnya, saya memiliki pengalaman yang jauh bikin merinding. Saya memiliki teman yang sehat, ia atlet Aikido. Ia menemui saya sehari sebelum dia meninggal (atau sudah meninggal?), ia mengajak saya ke tepian danau yang kelam. Di situ kami mengobrol berjam jam. Saat kemudian saya bangun dari tidur, saya mendapatkan pesan Blackberry Messsenger yang mengabarkan kematiannya. Saya sempat berpikir bahwa itu bercandaan teman saya yang gak lucu. Sayapun sempat menelpon teman saya si atlet Aikido. Ia ternyata ditemukan meninggal di kamarnya pada waktu yang sama saat saya bermimpi bertemu dengannya.

Courtesey : Sendi Gibran

Orang meninggal memang biasanya meninggalkan ganjalan. Saya berikan contoh, beberapa waktu lalu salah satu teman saya bermimpi ayah sahabatnya mendatangi dia dengan menggendong seorang anak. Anak itu adalah cucu si ayah sahabatnya. Ternyata si ayah sahabatnya meninggal sebelum melihat cucunya. Jadi, ia datang kepada teman saya untuk mengabarkan bahwa ia merindukan bertemu cucunya. Setelah sahabat teman saya ini berziarah dengan membawa cucunya, maka iapun tidak pernah datang lagi.

Masalah ganjalan ini memang cukup pelik.Tentu kita khawatir, seandainya suatu hari kita mati dan masih meninggalkan ganjalan, akankah kondisinya sama seperti mereka yang tidak setulusnya pamit? Itu pertanyaan yang sulit. Makanya dalam agama Buddhisme diajarkan pada kita untuk melepaskan segala keterikatan. Jangan terlalu sayang pada uang, terlalu sayang pada benda dan terlalu cinta pada hal hal duniawi. Hal inilah yang mungkin mengikat kamu di dunia dan membuat kamu tidak bisa berjalan ke ‘level berikutnya’.

Misalnya saja kita tidak terlalu mencintai duniawi, apakah itu berarti otomatis langsung meninggalkan dunia? Belum tentu. Kasus teman saya misalnya yang menemui saya di tepi danau, saya kira dia termasuk orang ikhlas. Ia tidak terlalu memusingkan harta duniawi, namun kenapa ia tak segera lepas? Menurut pendapat saya, ada kalanya ikatan itu adalah ikatan yang emosional. Semasa hidupnya teman saya pekerja keras. Ia banyak belajar, ia banyak membaca buku dan di sela sela itu, ia masih bekerja part-time. Ia memiliki harapan besar untuk jadi sukses dan merubah nasib, namun apa daya, nasib menggariskan ia meninggal di usia muda sebelum meraih apa apa. Hal ini menjadi ganjalan besar buat dia? Nah, apa kalau terus gitu kita tidak boleh berusaha keras untuk sukses dalam hidup?

Saya kira bukan itu poinnya. Anda berusaha keras untuk sesuatu bukanlah hal yang buruk. Namun, anda harus ikhlas apapun hasilnya, termasuk yang terburuk sekalipun. Sebab pada akhirnya yang menentukan adalah kekuatan di luar batas kita. Jika anda tidak ikhlas dalam berusaha, maka anda bisa mendapat ganjalan. Ganjalan itu bisa membuat ‘perjalanan’ anda terhambat.

Satu pertanyaan berikutnya, kenapa saya sering dicari ‘orang mati’. Apa yang membuat saya menarik bagi mereka? Untuk ulasan lengkapnya, saya akan sampaikan di minggu depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here