Waktu Baca: 3 menit

Reinkarnasi adalah konsep kelahiran kembali dalam agama Buddha dan Hindu. Ada yang percaya, ada yang tidak. Namun pengalaman seorang hypnotherapist ini mungkin bisa kita renungkan.

            Kisah reinkarnasi sudah sering ditampilkan dalam berbagai media. Salah satu cerita yang saya suka adalah dari komik Nube, guru dari neraka. Dalam cerita Nube, dikisahkan bahwa salah satu murid Nube bertemu dengan anak TK yang mengaku ibu si anak. Ternyata, dengan kekuatan Nube, hal itu dapat dibuktikan. Ibu si murid Nube memang bereinkarnasi menjadi si anak TK.

courtesey : Johannalris (Burung Phoenix yang digambarkan lahir dari abu kematian kehidupan terdahulunya)

Cerita reinkarnasi lain yang saya suka adalah kisah nyata (katanya) seorang gadis kecil di India yang mengaku berasal dari provinsi yang jauh dari kampung halamannya. Ia juga mengaku telah memiliki suami dan mengenal betul provinsi dimana rumahnya di kehidupan sebelumnya berada. Konon Mahatma Gandhi membiayai perjalanan si gadis ke ‘rumah asal’nya. Benar saja si gadis mengetahui dengan pasti kondisi di kehidupannya terdahulu. Ia ternyata betul betul reinkarnasi dari seorang wanita yang meninggal saat masih muda. Meski rumah si gadis jauh dari lokasi kehidupan sebelumnya, ia bisa menebak dan mengetahui dengan tepat kehidupan si wanita yang telah meninggal. Hal ini dianggap salah satu kisah reinkarnasi yang dapat dibuktikan.

“Ada temen gue,” kata Marco. “Ia lagi merintis karir di ibukota. Ia cerita banyak ke gue soal reinkarnasi. Salah satunya kisah ketika kakeknya tiba tiba pindah menjadi seorang Buddhist.”

“Pindah gitu aja?” tanya saya.

“Iya, padahal satu keluarga besar itu taat pada suatu agama, tapi kakeknya temen gue ini milih pindah jadi Buddhist,” kata dia.

“Menarik, kenapa?” tanya saya.

“Karena hypnotherapy,” kata Marco.

“Apa hubungannya?” tanya saya.

“Ya, si kakek temen gue ini, mengaku sering menemukan hal aneh saat melakukan terapi,” kata Marco. “Oh ya, dia seorang hypnotherapist by the way.”

“Misalnya?”

“Misalnya aja tiba tiba pasiennya bisa berbahasa asing dengan baik begitu. Kuambil contoh ya, pasiennya orang Sunda, tapi tiba tiba bisa ngomong bahasa Jerman. ‘Kan aneh itu?”

“Oke, aku pernah dengar cerita seperti ini. Misalnya saja kasus Ruben Nsemoh tahun 2016. Ia mengalami cedera di kepala saat bermain sepakbola. Ia pingsan. Ketika bangun, ia bisa berbicara bahasa Spanyol dengan baik,” kataku.

“Benar,” kata Marco. “Menurutmu itu kebetulan?”

Well, mereka berusaha memberi penjelasan bahwa Ruben mengalami gegar otak dan fungsi motoriknya terganggu hingga otaknya tiba tiba berubah fungsi dan lagipula Ruben pernah belajar bahasa Spanyol sedikit di kelas dan…”

“Tiba tiba dia bisa berbicara lancar?” kata Marco. “Menurutmu hal itu masuk akal? Atau hal itu mencoba melogikakan hal yang tak bisa dijelaskan di dunia kedokteran?”

“Aku berharap bisa menjawabnya Co,” kataku.

“Bayangkan. Orang Sunda lho ini. Tidak pernah les bahasa Jerman. Tidak pernah mengerti apa itu Feminim dan Maskulin, tiba tiba di bisa berbahasa Jerman saat dihipnotis,” kata Marco.

“Lalu, itu hanya terjadi sekali dua kali, eh?” tanyaku.

“Tidak, kakek temanku itu mengalami hal itu berkali kali hingga ia memutuskan bahwa dia akan menjadi biksu Buddhist,” kata Marco. “Dan dia melakukan itu begitu saja.”

“Kamu tidak sedang mempromosikan Buddhisme ‘kan?” tanyaku pada Marco.

“Bro, loe tahu gue selamanya liberal,” kata Marco.

“Lalu kenapa dia memilih jadi biksu? Kenapa dia tidak, ya udah, jadi Buddha aja,” kataku.

“Dia takut mengalami reinkarnasi,” kata Marco. “Ia ingin menghentikan siklus reinkarnasinya.”

“Oke…”

“Kamu bisa membayangkan kan? Kamu mati, seperti tidur, sekejap kamu bangun lagi sudah menjadi orang lain. Ya kalau kamu menjadi orang, kalau jadi mahluk lain? Atau kamu lahir jadi manusia, tapi tidak beruntung. Bagaimana kalau kamu tiba tiba menjadi anak dalam peperangan di Suriah.”

“Itu terlalu seram untuk dibayangkan..”

“Kamu gak akan tahu, itu gak di tanganmu. Sekarang kakek temanku itu benar benar fokus untuk mencari cara agar dia tidak mengalami reinkarnasi. Ia ingin mencapai kesempurnaan.”

Aku mengangguk angguk.

“Jadi dia percaya reinkarnasi, bagaimana dengan kamu?”

Marco mengangkat tangannya dan tersenyum seolah olah meringankan bebannya.

“Gue gak bisa bilang reinkarnasi ada, atau gak ada, itulah misteri kehidupan. Nggak semua pertanyaan harus ada jawabannya. Yang aku tahu, aku lebih baik menjalankan kehidupanku sebaik baiknya seraya bersahabat dengan nasib…”

“Bersahabat dengan nasib? Apa maksudmu?” tanyaku.

“Kapan kapan kita bicarakan soal bersahabat dengan nasib,” kata Marco. “Sekarang kita habiskan dulu kopi ini. Aku harus pulang, minggu depan, kujanji kita akan berbicara tentang bersahabat dengan nasib.”

“Ok, baiklah,” kataku sembari menyeruput Latteku untuk terakhir kalinya.

 

Urban Legend bukan merupakan produk jurnalistik. Kebijakan pembaca sangat diharapkan dalam menelaah informasi dalam artikel ini.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here