Waktu Baca: 4 menit

“Hari Bumi itu perayaan ya? Buat apa dirayain? Emangnya bumi itu makhluk hidup kaya manusia?”

Wahh, belum tau nih.. Kasih tau bund…

 

Disadari atau tidak sebenarnya permasalahan yang ada dalam kehidupan manusia yang kompleks ini terdiri dari 3 masalah utama, yaitu masalah keyakinan, masalah alam dan masalah kemanusiaan. Masalah keyakinan berpatokan pada apa yang seseorang percayai dan anut. Kemudian masalah alam berkaitan dengan bumi, yang di dalamnya juga memuat pola interaksi antara manusia dan alam semesta. Lalu, masalah yang ketiga adalah masalah terkait humanism, atau hubungan antara manusia dengan manusia lain.

Dalam artikel ini, guna menyongsong dan menyambut Hari Bumi 2021 yang bertemakan “Restore Our Earth” pada tanggal 22 April 2021 mendatang, saya ingin membahas terkait masalah alam. Harapannya kita semua yang membaca mampu lebih sadar dan mau berbenah.

Permasalahan alam yang terjadi bukan hanya satu atau dua kejadian. Beragam kejadian dari yang skala kecil hingga skala besar terjadi di Indonesia, juga negara-negara lain di dunia. Baru-baru ini (4/4/21) juga telah terjadi bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengguncang kurang lebih 10 daerah. BMKG menjelaskan bahwa bencana tersebut disebabkan oleh anomali cuaca yang telah diprediksi sejak tanggal 2 April 2021. Anomali cuaca tersebut adalah salah satu dampak dari perubahan iklim atau biasa disebut climate change yang saat ini tengah terjadi dan melanda dunia. Banjir, kebakaran hutan, kemarau berkepanjangan, badai, tanah longsor dan beragam kejadian terjadi karena bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Penyebabnya? Utamanya adalah kita, manusia.

Kebanyakan dari kita sudah mengetahui dan merasakan dampak yang terjadi, sederhananya seperti merasakan hujan turun tak kunjung henti, matahari bersinar sangat terik, dan musim tidak lagi sesuai dengan perkiraan bulan yang dihafalkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Namun sayangnya, masih banyak yang berpikiran “Ah, tidak apa-apa, toh bukan saja aku yang terkena dampaknya, jadi santai sajalah, hidup sudah ada yang mengatur”, “Biar saja dia yang menanam pohon, toh kalau hanya aku yang tidak menanam tidak akan jadi masalah.”, “Aku hanya menghirup udara 11.000 liter sehari kok”, serta beragam pemikiran lain yang unik, abstrak, tak acuh dan jika dilogika nampak bahwa sebagian dari kita lari dari tanggung jawab bersama.

salah satu organisasi yang bergerak dalam mendukung hari bumi

 

Hari Bumi 2021

Hari Bumi 2021 jatuh pada tanggal 22 April 2021. Hari Bumi yang lahir pada dirayakan guna menyuarakan kesadaran publik terkait keadaan planet kita, bumi. Dikutip dari www.earthday.org, awal mula peringatan hari bumi ini adalah karena beberapa dekade menjelang Hari Bumi pertama, orang Amerika mengonsumsi gas bertimbal dalam jumlah besar melalui mobil-mobil yang tidak efisien. Ditambah, industri mengeluarkan asap dan lumpur. Polusi udara saat itu dianggap dan diterima sebagai suatu “bau kemakmuran”. Hingga akhirnya munculah suatu kesadaran bahwa masalah lingkungan yang tercemar mengancam kesehatan manusia yang terjadi karena sebuah buku. Buku tulisan Rachel Carson berjudul Silent Spring pada tahun 1962 terjual lebih dari 500.000 eksemplar di 24 negara karena meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap makhluk hidup, lingkungan dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan manusia. Saat itulah, hari bumi lahir, tepatnya pada 22 April 1970.

 

Mengapa kita merayakan Hari Bumi?

Polusi sampai kapan?

Hari Bumi dicetuskan karena ada permasalahan yang berkaitan dan mengancam kehidupan manusia. Saat itu, manusia menyadari bahwa kehidupan tidak akan berlangsung secara berkelanjutan apabila tidak ada restu dari semesta. Saat ini, banyak sekali ancaman yang terjadi bagi kelangsungan hidup manusia, termasuk ancaman yang datang dari alam. Dengan mengetahui hal tersebut, sejatinya kita diajak untuk lebih menghargai, merawat dan mengelola bumi dengan lebih baik lagi. Hal tersebut sejalan dengan kalimat yang diucapkan oleh Susan Clayton yang merupakan Professor Psikologi dan Lingkungan di The College of Wooster, Ohio. Beliau mengatakan demikian, “Thinking about history, environmental activists and the way individuals work together to change policy can make us more optimistic about our ability to make positive change in the future.”.

Pastinya kita tidak ingin kejadian-kejadian ancaman dari alam terus terjadi bukan? Kita tidak ingin alam yang seharusnya menjadi partner dalam memenuhi kebutuhan hidup malah berbalik mendekatkan kita pada kematian. Titik awal dari aksi perubahan yang dapat masing-masing dari kita lakukan adalah dengan mengetahui informasi yang benar, memahaminya dan mengumpulkan niat dan keberanian untuk konsisten melakukan aksi perubahan, sekecil apapun. Seperti kata abang di pom bensin, “mulai dari nol ya” itu tidak masalah kok. Poin terpentingnya adalah “berani memulai”.

 

Yuk Mulai Aja Dulu!

Sebagai suatu langkah persiapan menyambut Hari Bumi 2021, berikut ada 3 tips sederhana untuk merawat Bumi kita bersama. Hm, gak harus dilakuin tanggal 22 April bertepatan dengan Hari Bumi 2021 kok, kamu bisa melakukannya setiap hari, guys!

  1. Mulailah Menanam

Setiap tanaman yang tumbuh mampu memasok oksigen untuk kehidupanmu dan kehidupan orang lain loh! Sekecil apapun tanamannya, misalnya cabai, edamame, tomat, atau bisa juga pohon seperti mangga, jeruk, dll! Secara gak langsung, kamu sudah berbagi loh. Kamu juga membuat mikroba-mikroba dalam tanah bekerja. Wah!

  1. Kurangi Berpergian Menggunakan Kendaraan Bermotor

Pasti sudah sering mendengar tips ini yaa, nah, sudah coba dilakukan belum? Masa pandemi ini, memang banyak sekali yang mau tak mau harus tinggal di rumah saja. Bayangkan jika pandemi berakhir dan orang berbondong-bondong melampiaskan nafsu berpergian mereka? Apakah kamu dapat membayangkan berapa banyak polusi yang dihasilkan knalpot-knalpot itu?

Jadi, mari bijaksana dalam berpergian, guys!

  1. Kurangi penggunaan Plastik, Air, dan Listrik

Plastik, air, dan listrik masing-masing membantu mempermudah kehidupan kita. Namun, penggunaan berlebihan berdampak buruk bagi kehidupan. Plastik kini jumlahnya semakin banyak dan mengancam kehidupan, air bersih kini jumlahnya semakin sedikit dan dikhawatirkan akan terus menurun kualitasnya, dan listrik memerlukan energi yang besar dalam pengoperasiannya. Gunakan tas kain saat berbelanja, matikan kran air setelah mandi dan matikan lampu ketika tidur menjadi salah satu upaya kecil yang bisa kita lakukan.

 

Hari ini Siap Beraksi? Siap!

Hasilnya mungkin tidak akan langsung nampak dan dirasakan, namun kebiasaan baik tersebut apabila dilaksanakan secara konsisten oleh masing-masing dari kita, maka kita sudah berkontribusi dalam menyembuhkan bumi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here