Hari Bumi 2021: Eksploitasi Orang Utan dalam Cerpen “Bulu Bergincu” karya Danthy Margareth

Pria-pria itu bilang, aku adalah fantasi mereka. Bercinta denganku memberikan kenikmatan baru, mendobrak batas moral yang dianggap tabu.

 

Alam dan perempuan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal tersebut ditunjukkan dari kedekatan perempuan dan alam, tidak secara fisik, melainkan dalam sepenanggungan dan liyan dari korban kapitalisme dan patriarki. Hal tersebut tampak dalam cerpen yang dituliskan oleh Danthy Margareth (2020) pada Jawa Pos yang berjudul “Bulu Bergincu”. Cerpen tersebut ditulis berdasarkan peristiwa nyata yang terjadi 2 tahun lalu di Indonesia yang mengabarkan bahwa ada praktik eksploitasi seksual pada orang utan betina. Dan bahkan, kasus tersebut tidak terjadi sekali, tetapi sudah berkali-kali terjadi di Indonesia.

Sinopsis Cerpen

Cerpen tersebut mengisahkan Leoni, orang utan berusia 10 tahun yang diasuh dan dijadikan PSK oleh Mak Sum. Leoni diasuh oleh Mak Sum ketika hutannya terbakar, dan telah hidup bersama manusia, dan merasa bahwa kehidupannya yang sebenarnya bersama manusia dan menjadi pelayan di warungnya Mak Sum. Ketika usianya menginjak 10 tahun, ia dipekerjakan bersama perempuan lainnya sebagai PSK, dan didandaninya seperti perempuan untuk memikat nafsu seksual laki-laki.

Pada suatu hari, Muncul tokoh Adrian yang memperlakukan Leoni tidak seperti pelacur, melainkan sebagai sesama makhluk. Ia memberi Leoni makanan yang sesuai dengannya, dan bahkan merawat segala luka-lukanya. Seringnya Adrian datang pula yang menyebabkan Mak Sum digrebek dan ditangkap oleh pihak berwajib dan dibawanya Leoni ke hutan rehabilitasi. Namun, ketika ia mulai hidup di hutan, kesehatannya mulai menurun karena ketidakcocokan kebiasaan hidupnya dengan orang utan lainnya. Cerita diakhiri dengan kematian Leoni dan penyesalan Adrian yang tidak segera menyelamatkan Leoni ketika ia masih kecil.

Eksploitasi Alam dan Perempuan

Cerpen “Bulu Bergincu” menunjukkan adanya dualisme yang ditunjukkan oleh tokoh Leoni. Pada cerita yang linear tersebut, ditunjukkan adanya 2 paradigma manusia oleh Leoni, yang direpresentasikan sebagai liyan, yakni Mak Sum, representasi Kapitalisme dan Patriarki, dan Adrian, representasi pejuang ekologi. Leoni, yang merupakan orang utan, seharusnya tinggal di hutan bersama spesiesnya dan sangat erat hubungannya dengan hutan diputus oleh 2 peristiwa, yakni kebakaran hutan ketika ia masih kecil, dan dibesarkannya oleh Mak Sum di lingkungan manusia. Kehidupan Leoni yang sejati orang utan hilang karena tindakan dari Mak Sum. Orang utan esensinya hidup dekat dengan hutan mulai tersingkir dan musnah satu per satu disebabkan karena kebakaran hutan, yang pada faktanya merupakan salah satu ulah manusia dan eksploitasi orang utan dengan menjauhkannya dari esensinya sebagai orang utan.

Dalam cerpen ini ditunjukkan dengan jelas dengan sudut pandang Leoni bahwa Mak Sum yang pada awalnya merawat dan membesarkan Leoni justru termakan oleh kapitalisme. Di sini, ada bentuk dominasi yang tampak, yakni pada Mak Sum dan warga sekitar yang senang dengan tubuh Leoni. Hal tersebut ditunjukkan dengan jelas dengan ujarannya seperti Aku pun menjadi primadona. Para lelaki bejat di rumah bordil Mak Sum tergila-gila. Pria-pria itu bilang, aku adalah fantasi mereka. Bercinta denganku memberikan kenikmatan baru, mendobrak batas moral yang dianggap tabu. Tak peduli jika dianggap sakit jiwa atau tertular penyakit berbahaya… …Mak Sum sangat gembira. Aku menjadi pencetak uang terbesarnya. Ia menyayangiku lebih dari gadis-gadis lain di rumah bordilnya. Beberapa kali kutangkap pancaran iri di mata Ayu dan teman-temannya. (Margareth: 2020) menunjukkan bahwa eksploitasi tersebut sangat tampak dan berdampak pada Leoni.

Mak Sum yang sudah lama mengasuhnya pun merusak esensi Leoni dengan dominasi yang ia miliki. Dominasi yang menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk paling unggul dibandingkan makhluk lainnya, Hal tersebut juga tampak dari pandangan Leoni bahwa Mak Sum gembira karena memanfaatkan kelainan manusia yang gila seks dengan spesies lain. Dominasi tersebut justru tidak melecehkan manusia yang gila seks dengan fantasi hewannya tersebut, melainkan menghilangkan esensi Leoni sebagai orang utan.

Dominasi Manusia akan orang utan oleh Leoni tersebut tidak hanya melecehkan alam, melainkan pula perempuan. Perempuan yang menjadi liyan di sini yakni Leoni, yang merupakan korban pelecehan seksual. Bentuk dominasi itu pun semakin dikuatkan dan diiyakan oleh Mak Sum yang tidak hanya memanfaatkan spesies Leoni, melainkan pula keperempuanan yang ia miliki. Hal tersebut menyebabkan Leoni kehilangan identitas sejatinya, tidak hanya identitasnya dengan alam, melainkan pula identitasnya sebagai perempuan. Ia merupakan liyan yang disebabkan oleh kapitalisme Mak Sum yang memanfaatkan budaya patriarki.

Dualisme Manusia

Di sini tampak adanya wacana patriarki yang tampak. Di sini ditunjukkan adanya 2 bentuk patriarki, yakni orang-orang desa yang senang dengan fantasi dari Leoni dan Adrian. Di sini, patriarki tidak hanya mengeksploitasi Leoni, melainkan pula mengembalikan identitasnya sebagai orang utan. Di sini muncul adanya dualisme yang menunjukkan bahwa laki-laki tidak semuanya mengeksploitasi, melainkan pula merawat Leoni secara manusiawi.

Di sisi pelaku eksploitasi, Mak Sum memanfaatkan segala hal yang ada pada laki-laki untuk keuntungannya. Mak Sum melihat bahwa manusia, khususnya laki-laki, memiliki penyakit dan fantasi yang tidak terhingga akan seks. Hal tersebut yang menyebabkan Mak Sum membuka lahan bagi pekerja seksnya. Esensi seks yang seharusnya dihormati dipermainkan oleh Mak Sum dengan memanfaatkan kenakalan laki-laki. Ketika ia melihat ada peluang lain dari seks tersebut, ia memanfaatkan Leoni pula, yang seharusnya esensi seksnya dengan spesies aslinya, justru dieksploitasi demi kepentingan kapitalisme Mak Sum.

Di sisi lain, muncul Adrian yang memperjuangkan esensi Leoni kembali pada alam dan spesiesnya. Hal tersebut tampak dari tindakannya yang tidak pernah melecehkan jati dirinya sebagai perempuan dan orang utan, melainkan sebagai sesama makhluk hidup. Cerpen ini tidak hanya menunjukkan bentuk-bentuk dominasi dan eksploitasi perempuan dan alam, melainkan pula menunjukkan adanya perjuangan ekofeminisme yang ditunjukkan pada tokoh Adrian. Pada bagian akhir yang tragis, bentuk-bentuk eksploitasi yang Leoni dapatkan selama bertahun-tahun itu ditunjukkan juga dengan adanya Adrian. Pada bagian akhir, kutipan “Adrian menggenggam erat tanganku, menciumnya, lalu menempelkan ke pipinya yang basah. Ah, tak seharusnya ia menangis. Ia adalah ciptaan paling sempurna itu. Satu-satunya manusia yang menunjukkan adab berbeda dari makhluk lainnya.” (Margareth: 2020) menunjukkan adanya harapan bahwa manusia pulalah yang dapat menyelesaikan eksploitasi kapitalisme dan wacana patriarki pada alam dan perempuan.

Di cerpen ini ditunjukkan adanya tokoh Leoni yang merupakan liyan dari alam dan perempuan yang dieksploitasi oleh Mak Sum yang memanfaatkan haus seks laki-laki, serta Adrian yang merupakan pejuang ekofeminisme. Di cerpen tersebut pula, ditunjukkan banyaknya bentuk-bentuk dominasi, khususnya dominasi manusia dan gender laki-laki yang mengeksploitasi Leoni yang esensinya merupakan orang utan dan kedekatannya dengan alam, yang di akhir cerita ditunjukkan ketika Leoni lepas dari Mak Sum ia justru kehilangan identitasnya sebagai orang utan. Namun, cerpen ini juga menunjukkan adanya perjuangan ekofeminisme yang tampak dari tokoh Adrian yang memperjuangkan Leoni dan esensi orang utan dan perempuannya.

Cerpen ini mengajak kita bahwa bentuk-bentuk eksploitasi manusia akan makhluk lain masih marak terjadi di Indonesia. Kita diajak tidak hanya turut bersimpati juga, melainkan pula masuk dan turut memperjuangkan esensi alam dan perempuan yang telah diliyankan oleh budaya patriarki dan kapitalisme di zaman pascamodern ini, tidak dengan jiwa ikut-ikutan, melainkan kemanusiaan kita.

Sulistya Eka
Mahasiswa sastra yang konsen dengan budaya Timur, games, dan K-Pop.

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertismentspot_img

Instagram

Most Popular