Waktu Baca: 3 menit

Sering anda dimotivasi untuk menjadi orang sukses karena dikatakan anda terlahir spesial, tapi sebenarnya banyak orang memang berakhir sebagai orang rata rata dan anda bisa jadi salah satunya. Tapi anda tak perlu takut dan khawatir karena menjadi orang biasa juga tak ada salahnya.

            Tidak semua orang terlahir hebat. Ada yang sudah berusaha keras dan akhirnya tidak menjadi apa apa. Hasilnya nihil. Hal ini saya lihat dari salah seorang teman saya. Pagi olahraga dan berlatih Aikido, siang belajar baca buku dan bahasa asing secara otodidak, dan malamnya dia bekerja sambilan. Hasilnya? Mati muda bahkan sebelum ulang tahun ke dua puluh tiga.

courtesey : Sasint

Jika bekerja keras menjadi kunci kesuksesan, harusnya semua orang kaya dong. Namun sayangnya dunia tidak bekerja dengan cara begitu. Kadang, hidup bekerja dengan tidak adil. Ada yang tidak berusaha keras tapi ia bisa sukses dan bisa mendapatkan penghasilan yang luar biasa. Di situ anda merasa miris. Kadang anda bertanya, apa saya kurang bekerja keras? Apa saya kurang berdoa? Jawabannya ya mungkin emang anda nyampenya segitu. Udah.

Lalu apa yang harus kita lakukan, bermalas malasankah? Ah tidak juga, berusaha tidaklah salah. Yang salah adalah ketika anda berusaha dan meminta imbalan yang anda harapkan. Itu namanya egois.

Egois adalah ketika anda meminta dunia bekerja sesuai dengan mau anda. Egois adalah ketika anda ingin meminta dunia selalu mestakung alias semesta mendukung. Semua usaha anda dimudahkan dan keinginan anda tercapai. Itulah egois! Memang kadang kadang alam dan nasib membuatmu menemukan jalanmu, tapi itu bukan cara kerja dunia setiap saat. Anda tidak bisa menuntut dunia bekerja untuk anda. Lalu apa yang diharapkan dari usaha kalau bukan sebuah keberhasilan?

Saya akan menjawab secara pribadi. Menurut saya, berusaha ya karena anda suka. Betul, berusaha harus dilakukan karena suka saja. Tidak usah memikirkan hasilnya. Seperti yang sering dikatakan motivator religi: kerja ikhlas. Berusahalah dengan suka, ikhlaskan saja hasilnya. Karena hasil anda tidak pernah tahu. Deeway Gembel sudah mulai memelihara cupang sejak tahun ‘80an. Selama itu ia tidak pernah hidup dalam kemewahan, namun ia fokus memelihara cupang. Siapa menyangka di tahun 2020an akun Youtubenya ditonton setengah juta penggemar cupang Indonesia. Ia mungkin gak kepengen, eh tapi kejadian juga. Tapi ya seperti saya katakan tadi, jangan menuntut usaha anda harus memberikan hasil sesuai ekspetasi anda.

Kenapa kok kita jangan berekspetasi? Ya karena ekspetasi adalah ibu dari kekecewaan. Misal saja saya bekerja keras di suatu perusahaan. Saya mulai dengan gaji UMR lebih sedikit; katakanlah begitu. Saya yakin jika saya berusaha keras, pasti perusahaan akan beri saya gaji sesuai standar layak hingga saya bisa menikah misalnya. Nyatanya ya setelah dua tahun bekerja, pergerakan gaji saya ya begitu begitu saja. Saya akhirnya kecewa. Tapi ya kalau dipikir pikir, salah sendiri saya berharap banyak kan? He..he..he..

Udahlah, jangan minta hasil tertentu dari usahamu.

            Tapi ‘kan saya ingin sukses dan terkenal! Itu gak salah juga, orang boleh punya impian. Namun apakah sukses dan terkenal menjamin kebahagiaan? Coba tanya mulai dari Marilyn Monroe, Jim Morrisson, Robin Williams dan Pangeran Harry. Mereka terkenal dan mereka menderita. Jadi jangan berpikir kalau anda terkenal, lalu anda bahagia. Tidak juga, malah bisa jadi anda makin menderita karena sekarang, begitu terkenal, semua kata dan sikap anda bisa dijadikan senjata untuk menghancurkan anda.

Lalu bagaimana dengan orang yang dengan bakat saja dan tidak bekerja keras namun mereka bisa sukses! Biarkan saja, jangan pernah menyalahkan keberuntungan orang lain. Jangan membenci seseorang karena dia beruntung. Kalau dalam agama Buddha, orang orang yang beruntung ini dianggap memiliki karma baik di kehidupan sebelumnya. Makanya mereka bisa mendapat banyak kemudahan. Lagipula, banyak hal instan, tidak bertahan lama. Coba lihat Mario Balotelli misalnya. Si Bengal ini saat muda benar benar memiliki segalanya dengan karir sepakbola yang luar biasa, kini ia menjadi penyerang di divisi II Italia. Duh!

Lha masak saya lahir nrimo jadi orang biasa biasa saja? Eh jangan salah, kamu lahir itu bukan tanggung jawabmu, itu karena keinginan orang tuamu. Kamu gak perlu ‘bertanggung jawab’ dengan harus menjadi orang sukses. Kamu cukup jalani laku hidupmu dengan sebaik baiknya, soal kamu jadi orang sukses atau tidak, itu bisa dibilang rezekimu dan kamu mungkin memang layak selayak layaknya untuk kesuksesan itu. Ndak salah juga. Selalu ingat quotes dalam film Ratatoullie : “Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere.” – Food critic Anton Ego. Kamu mungkin adalah si great artist, tapi kalaupun enggak ya nggak pa pa. Yang penting sudah berusaha.

Pada akhirnya saya tidak menyuruh anda untuk jadi orang ‘pasrah’. Saya justru mendorong anda untuk berusaha semaksimal mungkin, tanpa tekanan. Tak perlu bingung bagaimana hasilnya nanti. Yang penting anda berusaha maksimal dan ikhlas. Biar nasib membuatmu terkejut dengan hasilnya. Ingat, menjadi orang biasa saja tidak apa apa, sebab semua orang luar biasa lahir dari orang biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here