Pak Mo, begitu biasa dipanggil, tak menyangka bahwa rezekinya ada di bakmi Jawa. “Saya dulunya bekerja di angkutan umum. Setiap mampir makan di warung, warung warung jelajah (Warung untuk sopir-red) begitu. saya selalu ingat istri saya dan saya kira makanan di warung warung ini enaknya hampir saya kayak buatan istri saya. Istri saya itu ‘kan pinter memasak, kenapa saya gak berbisnis saja dengan istri saya?”

Di awal tahun 1990an, iapun membulatkan tekad untuk berhenti bekerja di angkutan umum, ia memilih berbisnis kuliner bersama istrinya. Awal mula ia berbisnis kuliner, tak semua berjalan mulus. Ia dan istrinya memulai dengan berjualan bubur sayur. Saat mulai berjualan, bubur sayur ini sebenarnya cukup laku. Namun kemudian, terjadi masalah. Pasar tempat mereka berjualan mengalami perombakan sehingga Pak Mo dan istrinya kehilangan momentum.

Setelah itu, mereka memilih berjualan bakso colok murah. Sebenarnya baksopun cukup laris, namun rasanya ada yang kurang. Karena itu Pak Mo dan istri memilih banting setir kembali. Iapun memutuskan mencoba bisnis baru yaitu berjualan mie Jawa dengan resep benar benar murni dengan meminimalkan bahan tambahan. Ternyata, di bakmie inilah Pak Mo sekeluarga menikmati kesuksesan.

Tampak depan warung Pak Mo

Pak Mo sendiri tak menyangka ia bisa bertahan berjualan bakmi dalam waktu yang cukup lama. Jika ia mengingat ingat, ia berjualan sejak akhir tahun ’98. Hingga kini usahanya itu bertahan sangat lama. Bahkan kalau dihitung hitung, kini sudah memasuki usia kedua puluh tahun.

Kunci keberhasilan Pak Mo dan keluarga ternyata adalah Bu Mo. Bu Mo ini bisa dibilang perempuan tangguh. Ia mengaku tidak tahu menahu soal Mie Jawa sebelumnya, namun ia berprinsip bahwa cara memasak bakmi ini bisa dipelajari. Iapun belajar otodidak dan menemukan kunci memasak bakmi dengan cara elegan dan mengundang selera. Sampai sekarang, resep Bu Mo menjadi andalan.

“Banyak yang bilang, kalau di tempat lain makan mie Jawa rasanya eneg, kalau di sini enggak. Kalau di sini itu sampai habis tetap enak. Kalau makan nasi goreng di sini, misalnya dibungkus ya, besok paginya kalau dimakan lagi masih tetap enak,” kata Bu Mo menceritakan kembali pujian para pelanggannya.

“Jujur saja ya mas, kita itu yang penting bumbunya asli Jawa saja. Tidak ada tambahan seperti minyak ikan atau bumbu bumbu dari daerah lain. Terus bumbunya itu ya kita geprek saja, bukan digiling,” kata Pak Mo menambahkan.

Wawancara Ardi Pramono dengan Pak Mo

Mendengar cerita dari Pak Mo, saya dan rekan saya langsung memutuskan melakukan uji rasa. Kami memilih untuk memesan bakmi godog Jawa (mie kuah) dan juga nasi goreng nyemek (nasi goreng yang agak berkuah).

Untuk nasi goreng, teman saya mengatakan bahwa rasanya pas, mantap dan ringan. Ini adalah jenis nasi goreng yang bisa anda makan sebelum anda menyantap dessert atau makanan lainnya. Nasi goreng ini cocok untuk anda yang ingin berwisata kuliner dan mencicipi banyak makanan sekaligus. Nasi goreng Jawa memang berbeda dengan nasi goreng lainnya yang biasanya berasa sangat kuat. Nasi goreng Jawa adalah salah satu makanan paling rendah hati dan membuat anda cukup kenyang sebelum tidur nyenyak.

mie godhog dan nasi goreng nyemek

Bagaimana dengan mie godognya? Saya akan mengatakan bahwa bakmi Jawa ini sangat otentik. Kekuatan utama dari mie ini adalah kuahnya yang mengandung aroma ayam kampung asli. Hanya ada bau sedap di sini, tanpa ada bau lain yang sering muncul dari ayam yang terlalu banyak makan pakan buatan. Lalu, bumbu yang ringan ala Jawa membuat anda ingin menambah lagi porsi anda. Sampai suapan terakhir, mie godhog Jawa khas Pak Mo dan istri ini tetap lezat.

Dengan menu seenak ini, Apakah Pak Mo tidak tertarik untuk membuka cabang?

“Nanti sajalah kalau anak anak sudah selesai sekolah,” kata Pak Mo merendah. “Untuk saat ini cukup saja berjualan di sini.”

Ya, berjualan di rumah saja hasilnya luar biasa untuk Pak Mo. Sehari dia bisa menjual 100 porsi nasi dan bakmi. Tamunyapun bermacam macam. Sebelum pandemi, kebanyakan turis asing serta mahasiswa pertukaran. Mau mencoba bakmi Pak Mo? Monggo klik di sini untuk lokasi tepatnya. Cuss gaes.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here