Waktu Baca: 4 menit

Malam itu, rasanya sepi sekali.. Untuk menemani sang sepi, ku putuskan untuk memutar beberapa alunan melodi dalam spotify. Tak terasa air mataku mulai menetes, lega sekali.. Lho, ada apa denganku?

 

Sebagai manusia yang normal pasti ada saja saat-saat dimana kerapuhan, kelemahan dan kesedihan berkumpul menyelimuti hati dan pikiran kita.  Berbagai problema kehidupan acapkali meminta kita untuk terdiam dan mengambil waktu untuk rehat, menikmati detik demi detik, hanya untuk diri sendiri. Istilahnya, me time. Apakah kamu pernah mendengarnya? Atau sudah pernah mencoba melakukannya? Hm, aku percaya, pasti sudah, walaupun mungkin tak tahu apa istilahnya.

Seringkali, banyak perasaan yang tak dapat diungkapkan melalui kata-kata. Nah, that’s the point! Ketika kita sulit untuk mengungkapkan perasaan atau kata-kata, lagu menjadi salah satu penyelamat untuk membantu merangkai kata-kata lewat nada dan suara. Kebanyakan dari kita menyukai sebuah lagu bukan karena kerumitan nada, chord, atau improvisasi yang diciptakan, namun karena kedalaman makna dari syair atau lirik yang ada dalam lagu tersebut yang mampu menyentuh relung hati kita. Kita seakan menemukan suatu “persamaan nasib” dari suatu lagu yang sering kita dengarkan berulang-ulang.

Legenda lagu sedih: Ermy Kulit

Lagu Berkesan Karena Apa?

Berbicara tentang me time dan lagu, ada banyak sekali lagu yang berkesan dan memiliki arti mendalam. Yap, setiap orang memiliki masing-masing lagu idamannya sendiri. Benar kan? Misalnya saja lagu Bunda yang dipopulerkan oleh Melly Goeslaw. Liriknya begitu dalam dan seringkali membuat para pendengarnya meneteskan air mata ketika mendengarkan atau menyanyikan lagu tersebut. Bagi saya pribadi, lirik lagu “Oh, bunda ada dan tiada dirimu kan selalu… ada di dalam hatiku” menjadi suatu pemantik semangat untuk semakin mensyukuri dan menghargai keberadaan sosok ibu. Mengingat kembali perjuangan mereka kala suka dan duka merawat serta membesarkan kita.

Krumhansl (1997) menyebutkan beberapa ciri musik sedih, yaitu berkaitan dengan tempo yang lambat, harmoni minor, dan cukup konstan pada pitch serta volume. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sakti (2010) terkait musik sedih disebutkan bahwa musik sedih akan lebih terasa ketika diputar dengan volume yang ringan.  Lagu-lagu yang melarutkan perasaan kita dalam suasana sedih dan haru mampu menjadi saluran untuk menggambarkan kesedihan, kata-kata dan perasaan yang sulit kita ungkapkan secara verbal maupun non-verbal. Pernyataan tersebut didukung oleh seorang Pakar Musik, Kay Norton (2014) yang mengatakan “Music with sad lyrics is a favorite to listen to when breaking up because it can describe our sadness.”. Menarik bukan? Melalui mendengarkan atau menyanyikan suatu lagu, kita mampu melepaskan beban yang mungkin tersimpan jauh di dalam hati atau pikiran kita. Lagu menjadi suatu kelegaan tersendiri bagi setiap orang, sesuai dengan porsi masing-masing. Dampaknya baik bagi kesehatan karena menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk meluapkan emosi agar emosi-emosi mampu keluar tanpa menyakiti atau melukai orang lain.

 

Kenikmatan Lagu Sedih

Coba bayangkan, ketika seseorang yang kamu suka tiba-tiba menyatakan perasaannya kepadamu dan kalian berpacaran! Membayangkannya saja sudah menyenangkan dan terasa indah ya? Namun.. Bagaimana jika tiba-tiba kamu mengetahui bahwa ternyata dia hanya mempermainkanmu? Bagaimana perasaanmu? Apakah masih baik-baik saja atau sebaliknya, hancur?.. Lalu, apa yang kamu lakukan?.. Apakah kamu akan mencoba mendengarkan lagu dan menangis hingga kamu merasa lelah? Tidak dipungkiri, banyak diantara kita, seringkali masih melakukan hal tersebut. Rasanya, hanya lagu yang bisa mengerti, hanya lagu yang memahami isi hatiku dan hanya lagu yang mampu mengungkapkan kekecewaan dan kesedihanku. Akhirnya, aku merasa lebih baik.

Yuni Shara juga dikenal dengan lagu lagu sedihnya

Sebuah riset terkait kesukaan mendengarkan lagu sedih di Amerika Serikat telah dilakukan dan dipublikasi dalam Jurnal Emotion. Hasilnya menunjukkan bahwa penderita depresi lebih menyukai mendengarkan lagu sedih karena membuat mereka merasa lebih baik. Dilansir The Verge, Jonathan Rottenberg mengatakan “Mereka merasa lebih baik dibanding sebelumnya setelah mendengarkan musik sedih”. Oleh sebab itu, perlu di cermati motivasi kamu ketika mendengarkan lagu sedih. Apakah memang kamu sedang mengalami sedih bahkan depresi atau karena menyukai lirik dari lagu tersebut. Dengan demikian, kamu menjadi mampu mengetahui kondiri terkini dari dirimu sendiri. Hal tersebut baik dilakukan karena jika bukan diri kita sendiri, siapa yang akan mempedulikan?

Bijak Mendengarkan

Atas ketika air diberi respon negatif, bawah ketika respon positif diberikan

Sekitar 70% penyusun tubuh manusia adalah air. Nah, beberapa tahun lalu saya pernah membaca sebuah buku berisi penelitian berupa foto dan narasi deskriptif terkait sifat air yang terdiri dari kristal-kristal yang indah dan mengagumkan. Judul bukunya adalah The Hidden Message in Water yang ditulis oleh Prof. Masaru Emoto. Melalui riset tersebut, aku mendapat pencerahan bahwa lingkungan sekitar kita, entah itu apa yang kita dengarkan, apa yang kita ucapkan, apa yang kita konsumsi, atau apapun yang berada di sekitar kita itu mampu mempengaruhi kristal-kristal yang ada dalam diri kita masing-masing. Logikanya begini, ketika kita terlalu sering mendengarkan lagu sedih, kristal-kristal dalam tubuh kita tidak akan seindah ketika kita mendengarkan lagu-lagu yang bahagia, ketika diucapkan doa-doa, dan diberi kata-kata positif. Oleh sebab itu, melalui artikel ini, aku ingin mengajakmu untuk bijak dalam mendengarkan. Mendengarkan lagu sedih itu tidak apa-apa, selama tidak berlebihan dan tidak destruktif untukmu dan orang-orang sekitarmu. Namun, bijaksanalah dan “secukupnya” saja, seperti salah satu judul lagu milik Hindia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here