Waktu Baca: 3 menit

Untuk menghadapi badai PHK selama pandemi, pemerintah meluncurkan program yang dinamakan Pinjaman Super Mikro. Ketika berbicara super mikro, tentu berarti nilai pinjaman ini sangat kecil. Maksimal nilainya saja hanya 10 juta. Namun, Pinjaman Super Mikro ini terlihat menarik karena bunganya dimulai dari 0 persen meski pada akhir 2020 suku bunganya naik menjadi 6 persen.

Sekilas mengenai Pinjaman Super Mikro. Pinjaman ini memang ditujukan bukan untuk perusahaan menengah apalagi besar. Maksud dari pinjaman ini adalah untuk menyasar usaha kecil menengah terutama bagi pelaku usaha yang belum pernah melakukan pinjaman. Pinjaman ini sekaligus sebagai upaya preventif untuk menghindari krisis ekonomi di kalangan ekonomi lemah akibat maraknya PHK selama pandemi Covid 19. Agunan dari pinjaman ini adalah usaha itu sendiri sehingga boleh dikatakan Pinjaman Super Mikro ini hampir tanpa jaminan. Pemerintah telah menyiapkan 10 Trilliun Rupiah untuk Pinjaman Super Mikro. Sekitar 19.5% atau 1,95 Trilliun Rupiah telah disalurkan kepada masyarakat lewat BRI per Oktober 2020.

Lalu, bagaimana peluang dari Pinjaman Super Mikro ini?

angkringan sudah bisa berjalan dengan modal 5 juta Rupiah

“Kalau menurut saya ini langkah yang pas ya, apalagi di kondisi kayak gini. Kalau dari pengalaman saya, banyak UMKM yang sekarang gulung tikar. Kalau tentang kebijakan yang Super Mikro itu, saya rasa itu langkah yang pas ya, jadi bisa istilahnya merangsang para pelaku UMKM itu untuk bisa meneruskan kegiatannya,” ucap Ignatius Aryono, dosen Akuntansi di universitas Sanata Dharma ketika diwawancarai oleh pihak Pakbob.id.

Tapi tentu ada pertanyaan besar. Dengan nilai pinjaman demikian kecil, apakah efektif untuk membantu pengembangan usaha UMKM?

“Dengan nilai di bawah sepuluh juta ya saya kira masih bisa. Tentu ya yang penting harus benar benar cermat ketika menggunakan dana yang terbatas seperti itu. Kebetulan saya punya grup pendampingan untuk yang mau buka usaha UMKM, berdasar pengalaman saya ya bisa di angka minimal sepuluh juta itu. Kalau ini ‘kan di bawah sepuluh juta, saya rasa tetap masih bisa. Tapi yang memang harus benar benar cermat itu,” tambah Aryono.

Selain kecermatan, Aryono juga menekankan pentingnya strategi pemasaran yang murah lagi efisien. Menurutnya media sosial bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menjual beberapa produk UMKM. Namun ia tak memungkiri ada kesulitan dalam membangun ‘trust’ atau kepercayaan. Perusahaan besar misalnya bisa melakukan branding atau iklan masif untuk memastikan bahwa terbentuk kepercayaan atas produk mereka. Namun, hal berbeda dialami oleh pelaku UMKM yang budgetnya terbatas. Mereka dihadapkan pada kompleksnya usaha membangun ‘trust’. Meski demikian, Aryono menyebut bahwa sikap pesimisme harus ditinggalkan jauh jauh.

Aryono menilai, kepercayaan bisa dibangun lewat pelayanan yang maksimal. Misalnya saja dengan jawaban yang fast respond saat pelanggan menanyakan ketersediaan barang serta pembuatan produk dengan standar kualitas tinggi serta pengiriman yang tepat waktu. Hal hal ini bisa membantu menumbuhkan kepercayaan konsumen pada produk anda. Jangan lupakan juga untuk memastikan pembangunan sistem pengawasan yang komprehensif. Saat ini banyak juga pelanggan yang melakukan penipuan. Mereka mengirim bukti transfer, tapi ternyata bukti transfer ini hanya editan dengan menggunakan aplikasi modifikasi foto. Aryono menyebut bahwa beberapa UMKM yang ia teliti sempat mengalami kejadian semacam ini, karena itulah ia meminta ada kehati hatian yang dibangun para pelaku usaha untuk menghindari resiko resiko demikian. Jika usaha usaha yang dilakukan sudah maksimal, niscaya bisnis UMKM dapat berjalan lancar.

Cupang adalah peluang bisnis umkm menarik lainnya. courtesey: Nice Fishes

Sebagai penutup, saya akan menceritakan salah satu kisah sukses bisnis UMKM yang menjadi besar hanya lewat (semacam) pinjaman super mikro. Ivan Plastik namanya. Ia memulai bisnis aksesori perawatan ikan cupang dengan modal hanya tiga juta rupiah. Lewat usahanya itu, ia akhirnya bisa membangun satu peternakan ikan cupang beserta isinya yang nilainya mencapai hampir satu Milyar Rupiah. Kejelian Ivan menangkap peluang dan memanfaatkan sumber daya yang ia punya membuatnya berhasil dalam bisnisnya. UMKM, meski kecil, memiliki potensi besar. Data mencatat, 80 persen tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor UMKM. UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan menjanjikan namun juga bisa membawa berkah bagi banyak orang. Ditambah lagi ada peluang pinjaman super mikro berbunga rendah dengan akses mudah, membuka usaha tak lagi sulit.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here