Waktu Baca: 4 menit

 

Banyak orang sinis ketika melihat warga Indonesia yang begitu bangga melihat Joe Taslim ada di film Mortal Kombat. Menurut mereka, orang yang bangga pada Joe Taslim itu kelewatan. Iya, Joe Taslim ada di Mortal Kombat, terus so what gitu lhoh? Apakah dengan keberadaan Joe Taslim di film Hollywood terus Indonesia tambah maju? Apakah ekonomi kita langsung menjadi 7% ? Enggak ‘kan? Kita jadi bangga saja melihat Joe Taslim di situ, jangan lebay! Begitu kira kira pikiran orang orang sinis yang tidak suka betapa bangganya warga Indonesia pada Joe Taslim.

Ya, jujur saja, ada kecurigaan bahwa kemunculan Joe ini hanya strategi marketing saja. Bukan rahasia lagi kalo Asia adalah pasar terbesar film Hollywood sekarang. Nilai potensi Box Office Tiongkok saja mencapai 874 juta dollar Amerika Serikat (Perhitungan berdasarkan film terlaris di Tiongkok, Wolf Warrior2). Joe Taslim yang bermuka oriental dianggap bisa menarik perhatian warga Tiongkok. Nah, itu belum menghitung pasar Indonesia yang nilainya kira kira 240 Milyar Rupiah (pendapatan Warkop DKI Reborn Part.1) dan negara maju lainnya seperti Jepang dan Korea yang senang juga melihat muka oriental seperti Joe Taslim di film Mortal Kombat.

Dulu dia yang bilang ‘Vitacharm!’ dengan suara cempreng

Kalau menurut pandangan saya, ya gak salah juga mereka overproud bahkan hyperproud pada kemunculan Joe Taslim. Lah, lebih baik bangga berlebihan pada orang yang sukses daripada orang yang aneh. Ya, menurut saya, sosok Joe Taslim tidak mungkin dikontrak cuma karena ganteng saja. Toh, nyatanya dia sudah terlibat dalam berbagai film Hollywood dan enggak ditaruh sebagai figuran saja. Artinya Joe ini jelas punya kemampuan dan perilaku yang baik. Kalau tidak punya perilaku yang baik, mana ada sih studio sekelas Hollywood yang mau ‘memakai’ dirinya? Biar saja warga negara Indonesia overproud pada Joe Taslim. Ya toh, Joe Taslim ini inspiratif. Dia benar benar memulai dari bawah. Ia muncul pada iklan minuman Vitacharm sebagai Bruce Lee versi kocak dan kini menjadi pemegang tongkat estafet karakter Bi Han yang punya posisi penting di saga Mortal Kombat. Ini inspiratif dan harapannya orang lain mau mencoba mengikuti jejaknya walau gak selalu berhasil.

Banyak kesuksesan itu dimulai dari kebanggaan bahkan overproud. Jepang, negara yang tidak punya sepakbola professional, mendadak menjadi langganan Piala Dunia. Kenapa? Karena mereka overproud! Bahkan Overproudnya ke prestasi halu dimana mereka menjuarai Piala Dunia Junior di bawah kepemimpinan Tsubasa Ozora. Ini malah lebih parah dari Indonesia yang overproud pada prestasi yang nyata. Tapi ya enggak apa apa, inspirasi positif se’gak jelas apapun’ lebih baik daripada inspirasi negatif.

Orang Jepang malah halu tapi ya bisa sukses juga

Mau contoh lagi? Dahulu orang keturunan Asia tidak berani bermimpi tampil di Hollywood. Bahkan di film Breakfast at Tiffany’s, karakter orang Jepang diperankan oleh komedian Mickey Rooney. Namun ketika Bruce Lee berani tampil sebagai bintang utama di Enter the Dragon, ceritapun berubah. Bruce Lee bukan orang Asia murni, dia memiliki darah bule Kaukasian. Tapi toh itu cukup meyakinkan orang bahwa Asia bisa tampil di Hollywood. Ya awal mulanya dari ‘bangga bangga gak jelas’ tapi bisa melahirkan prestasi prestasi baru. Ya, lihat saja bagaimana film seperti ‘Crazy Rich Asians’ yang berhasil jadi Box Office meski pemerannya rata rata dari Asia (meski ini film Hollywood).

Overproud ini juga bisa menginspirasi di bidang lain yang bahkan gak ada hubungannya dengan subyek utama. Contohnya saya, saya itu bangga sekali karena bersekolah di SMA Kolese De Britto. Sering SMA saya disorot berlebihan di media massa sebagai sekolah keren karena muridnya gondrong, pintar pintar, leadershipnya kuat dan visioner gitu laah. Padahal, saya gak merasa pintar dan inspiratif, tapi karena saya super bangga dengan SMA saya, saya mendorong diri saya supaya bisa menjadi alumni yang membanggakan dari sekolah saya (atau setidaknya ya enggak malu maluin). Walau kesannya saya bangga berlebihan, tapi ‘kan dampaknya toh positif juga ke saya.

Ada juga teman saya yang kurus dan gak atletis, tapi dia overproud lah dengan Chris John yang  sudah menjadi juara dunia berkali kali. Akhirnya dia hobi membagikan karya karya fan-artnya mengenai Chris John. Ya enggak apa apa juga, akhirnya bakat menggambar dan desain grafisnya terasah. Overproud itu gak salah. Bangga berlebihan asal salurannya positif gak salah.

Tapi ‘kan ada yang overproud yang gak sehat? Iya, ada,  misal saja supporter beberapa tim sepakbola asal Inggris yang suka posting berlebihan di medsos dan mengejek lawan lawan tim pujaannya dengan kasar. Mereka ini bangga berlebihan yang gak sehat. Iya ‘kan?

Benar, tapi namanya pisau juga ada dua gunanya: buat masak makanan yang enak atau bunuh orang. Energi karena bangga berlebihan ini bisa disalurkan ke hal hal positif..dan juga negatif. Tapi bagaimanapun ini energi besar, jadi tidak perlu dikucilkan dan diredam dengan ucapan ucapan sinis. Senggak jelas jelasnya apa yang dibanggakan selama itu berdampak positif dan tidak memancing konflik, ya kenapa harus dimusuhi. Walau mungkin itu pemandangan yang menjengkelkan bagi orang netral yang melihatnya.

Ya sudahlah, pokoknya positif saja dan selamat menonton aksi Bi Han a.k.a Joe Taslim dimanapun anda bisa menontonnya (asal legal). Ciaaat!

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here