Waktu Baca: 4 menit

Semua pihak harus belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu, agar tidak salah langkah yang dapat berujung pada salah kaprah.

 

Tahun 2020 bahkan hingga tahun ini menjadi tahun-tahun yang penuh dengan perjuangan. Perjuangan dari berbagai sisi kehidupan, salah satunya pemenuhan gizi dan keseimbangan ekologis. Dikutip dari kontan.co.id, pada bulan Maret 2021 harga pangan dunia dalam kurun waktu 10 bulan berturut-turut terus mengalami kenaikan. Hal tersebut didukung oleh pernyataan FAO terkait indeks harga pangan bulan Maret 2021 yang lebih tinggi dari beberapa tahun terakhir. Menghadapi tantangan tersebut, berbagai upaya dilakukan guna mencegah krisis pangan. Indonesia pun turut aktif dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan “New Normal” guna menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah, salah satunya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi menyebutkan bahwa “Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi bagi negara sampai dengan perseorangan tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, anan, beragam, memenuhi kecukupan gizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat menjadi sebuah visi bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan.” Cadangan pangan merupakan hal yang penting dalam sebuah sistem kenegaraan yang ingin menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Implementasi kebijakan tersebut salah satunya adalah dengan melaksanakan program ketahanan pangan nasional yang biasa disebut food estate yang berada di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Food estate merupakan suatu program yang di dalamnya terdapat konsep pengembangan pangan secara terintegrasi yang mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan. Salah satu dasar dari pelaksanaan program tersebut adalah adanya peringatan yang diberikan FAO terkait ancaman krisis pangan dunia. Dalam hal tersebut, pemerintah Indonesia berusaha menaikkan cadangan pangan nasional, utamanya lumbung beras. Namun, lahan yang digunakan merupakan lahan eks PLG (Pengembangan Lahan Gambut) yang memiliki kesuburan tanah rendah akibat telah terdegradasi. Indonesia harus banyak belajar agar pengalaman mengelola food estate di masa Orde Baru tidak lagi gagal dan merugikan negara serta masyarakat.

Indonesia harus berbenah dengan tidak lagi merusak ekosistem gambut dan mengeluarkan simpanan karbon dari dalam lahan gambut yang mampu memperparah perubahan iklim global. Resiko pertanian di lahan gambut yang memerlukan input modal yang besar karena adanya pengadaan bibit, pupuk, pestisida, dan tata air harus dikelola dengan baik agar tidak merugikan banyak pihak, termasuk di dalamnya masyarakat. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki fungsi untuk menjaga suhu dunia lewat hutan tropis yang dimilikinya. Oleh sebab itu, Indonesia harus terus menjaga kelestarian hutan, termasuk di dalamnya hutan gambut.

Presiden Suharto saat meninjau persawahan

Usaha meningkatkan pangan juga diimbangi dengan adanya program revitalisasi perekonomian masyarakat. Walau bagaimanapun juga, apabila produktivitas meningkat namun petani tidak makmur, apakah itu merupakan hal yang baik? Pastinya tidak. Masyarakat sekitar yang akan mendapat mata pencaharian baru sebagai petani perlu diberi pengetahuan yang baik tentang pengelolaan tanah yang juga dikaitkan dengan pengelolaan dengan konsep kearifan lokal yang ada di Kalimantan Tengah, apalagi keterkaitan dengan pengelolaan lahan gambut dan pengairan. Isu ketenaga kerjaan dalam menjalankan food estate seluas 30.000 hektar satu sisi akan mampu menyerap para tenaga kerja. Petani membutuhkan uang untuk mempertahankan kehidupan, dan memenuhi kebutuhan pangan. Oleh sebab itu, manajemen pembiayaan khususnya biaya operasional yang besar untuk membiayai program food estate ini perlu menjadi pertimbangan pemerintah. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan, sehingga semua pihak dari pemerintah hingga masyarakat diharapkan bisa bekerja sama.

Pencetakkan sawah baru yang memerlukan waktu yang cukup panjang agar bisa produktif harus diimbangi dengan adanya manajemen yang baik pula. Sawah yang menghasilkan beras akan membuat diversifikasi pangan lokal daerah menjadi rendah sehingga berkorelasi terhadap asupan gizi yang rendah pula. Oleh sebab itu, inisiatif masyarakat sekitar untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan lokal menjadi sangat bermanfaat dan memiliki dampak jangka panjang yang baik untuk kesehatan dan kesejahteraan kehidupan masyarakat. Aspek keberlanjutan harus diperhatikan guna menjaga kepentingan pemenuhan pangan dan hak mengembangkan pangan kearifan lokal kedaerahan. Pemerintah dalam menjalankan food estate di Kalimantan Tengah ini juga harus mempertimbangkan dan belajar dari pengalaman food estate yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Merauke namun gagal karena target penanaman pangan tidak tercapai dan malah menyebabkan perubahan sosial budaya di daerah tersebut. Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik.

courtesey : instagram resmi Presiden Jokowi

Aspek ketahanan pangan terkait pula dengan pemenuhan gizi masyarakat. Tim Wantannas yang melakukan dialog dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau lalu meninjau lokasi food esatate mengungkapkan bahwa ketahanan pangan sudah baik namun di satu sisi angka prevalensi stunting masih tinggi. Stunting lebih didefinisikan sebagai kondisi gagal tubuh dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari lingkungan, kebersihan, hingga kecukupan nutrisi anak di seribu hari pertama kehidupan. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi masyarakat lokal perlu ditingkatkan karena berkaitan erat dengan pertumbuhan SDM seseorang. Konsumsi ASI di 1000 hari pertama dan rutin konsumsi sayur-mayur mampu meningkatkan pemenuhan gizi pada masyarakat. Jika dikaitkan dengan program food estate, akan lebih baik jika kegiatan penyadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, cara pengolahan lahan yang baik, dan diversifikasi menjadi hal yang juga mendapat perhatian. Upaya-upaya tersebut mampu mendorong program food estate menjadi solusi dari permasalahan krisis pangan dan pemenuhan gizi yang dihadapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here