Waktu Baca: 3 menit

Sebagai seorang anak kos, aku harus rajin-rajin mengatur pengeluaran harian nih! Gimana ya caranya? Hem, kayaknya kalau aku gak sarapan gak apa-apa kali yaa, biar hemat, hehe.. Eh tapi ternyata….

 

Makan Pagi alias Sarapan

Pasti kamu sudah tahu kan apa itu makan pagi alias sarapan? Pasti tau dan mengalaminya kan? Nah.. Siapa nih yang masih sering makan pagi di siang hari? Semacam merapel makan pagi dan makan siang dengan porsi yang banyak dengan berbagai alasan. Dikutip dari lifestyle.kompas.com, Michael Hartono, Director of Marketing and Communication McDonald’s Indonesia menjelaskan beberapa alasan orang Indonesia enggan makan pagi yaitu karena tidak punya waktu, merasa ribet, tidak berselera dan ingin berhemat. Nah, kalau kamu yang mana?

Bagi sebagian orang, tidak sarapan merupakan hal yang biasa dan wajar. Saya juga pernah bertanya pada seorang teman alasan mengapa ia “tidak bisa” sarapan. Jawabannya karena ia sejak kecil terbiasa tidak makan di pagi hari dan ketika ia makan di pagi hari, malah ia akan merasa mual. Unik sekali ya. Namun, banyak juga yang beranggapan bahwa makan pagi atau sarapan merupakan koentji. Maksudnya? Maksudnya adalah sarapan adalah sebuah keharusan yang wajib dilakukan oleh sebagian orang. Alasannya pun beragam, dari mulai alasan kesehatan, kebiasaan, ataupun keinginan untuk makan.

Data dan Fakta Sarapan

Dikutip dari lifestyle.kompas.com, saat ini tercatat masih banyak orang dewasa maupun anak-anak di Indonesia yang masih mengabaikan sarapan. Menurut survei yang dilakukan oleh Hardinsyah dan Arie (2012) di lima kota besar Indonesia menunjukkan data bahwa 17% orang dewasa tidak sarapan dan pada anak anak lebih tinggi dan bervariasi seperti pada Jakarta 17% hingga 59% di Yogyakarta. Alasannya pun semakin beragam, mulai dari takut BAB di jalan, asumsi jika sarapan itu bikin ngantuk, sedang terburu-buru, bosan dengan menu yang selalu sama dan tidak ada yang memasakan.

 

Manfaat Sarapan

Ketika sarapan, akan ada makanan/minuman yang masuk ke dalam tubuh yang pasti akan langsung diproses dan dicerna hingga memberikan manfaat bagi tubuh. Agar mendapatkan manfaat yang maksimal, kepala ahli gizi, Ms. Pavithra N Raj seperti dikutip dari NDTV menyarankan waktu sarapan terbaik adalah di antara jam 07.00-09.00. Selain itu, kita juga harus memperhatikan nutrisi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Nah, dilansir dari malbekasi.com, berikut ada 9 manfaat sarapan yang mampu meningkatkan motivasi kita untuk sarapan di pagi hari:

  1. Memberikan Energi Lebih
  2. Menyegarkan Otak
  3. Menjaga Konsentrasi
  4. Mencegah Penyakit Maag
  5. Menyehatkan Tubuh
  6. Menghindari Makan Tak Terkontrol
  7. Menambah Nutrisi dan Meningkatkan Energi Tubuh
  8. Penurunan Berat Badan
  9. Mengurangi Resiko Stress

Dampak Tidak Sarapan

Berbagai upaya dilakukan oleh remaja untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan status gizi, salah satunya dengan melewatkan sarapan. Namun, tahukah kamu bahwa ada juga dampak negatif yang ditimbulkan apabila melewatkan sarapan. Dampak negatif berikut ini bisa menimbulkan beberapa kerugian bagi tubuh, lho. Nah, dikutip dari halodoc.com, berikut dampak apabila kita tidak sarapan di pagi hari:

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Beberapa studi menyebutkan, melewatkan sarapan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko obesitas yang dikaitkan dengan faktor pola makan yang berhubungan dengan sarapan.

  1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Potensi penyakit atau masalah pada jantung akibat tidak sarapan telah diteliti oleh Universitas Harvard, dan menghasilkan data bahwa pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 27% lebih besar terkena serangan jantung atau penyakit jantung, daripada mereka yang memiliki kebiasaan sarapan. Pemicunya beruoa hormon yang menjaga kadar gula darah dan kecenderungan kenaikan berat badan akibat melewatkan sarapan.

  1. Menjadi Mudah Lelah dan Tidak Produktif

Dampak yang terjadi apabila tidak sarapan adalah membuat kita sulit berkonsentrasi karena kehabisan bahan bakar yang terjadi sejak kita tidur pada malam hari. Hal tersebut menyebabkan kita menjadi mudah lelah dan tidak produktif.

  1. Meningkatkan Hormon Kortisol / Hormon Stress

Studi tentang dampak ini telah dilakukan pada tahun 2014 oleh University of California. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidak sarapan memiliki kadar kortisol yang lebih tinggi dan tekanan darah yang lebih tinggi dibanding wanita yang sarapan. Apabila diteruskan maka akan meningkatkan potensi terjadinya sindrom kardiometabolik yaitu sindrom yang ditandai dengan resistensi insulin dan gangguan toleransi glukosa, dislipidemia aterogenik, hipertensi dan adipositas intra-abdominal.

 

Sarapan Adalah Koentji

Beragam dampak negatif yang ada mampu diminimalisasi dengan mengonsumsi sarapan. Selain itu, apakah kamu sadar ketika malam hari tubuh kita masuk dalam keadaan puasa karena tidak ada asupan makanan/minuman yang masuk. Pada saat tidak ada asupan itulah, kadar glukosa dalam darah menjadi turun sehingga mampu menurunkan fungsi organ tubuh, terutama otak. Oleh sebab itu, apabila ingin meningkatkan fungsi otak dan meminimalisir penurunan fungsi otak, maka sarapan adalah koentji.

Sebuah pepatah dari Adelle Davis, seorang penulis dan ahli gizi Amerika mengatakan demikian tentang pola makan yang benar “eat breakfast like a king, lunch like a prince, and dinner like a pauper” yang berarti “makan sarapan seperti seorang raja, makan siang seperti seorang pangeran dan makan malam seperti si miskin”. Pepatah tersebut mengandung artian bahwa porsi dari sarapan seharusnya adalah yang paling banyak diantara makan siang dan makan malam. Hal tersebut didukung oleh Dr. Hana Kahleova yang merupakan salah satu peneliti dari Universitas Loma Linda di California. Ia menyatakan bahwa makan pagi harus menjadi makanan yang terbesar yang kita konsumsi sehari-hari karena tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak maka diperlukan makanan yang cukup.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here