Waktu Baca: 3 menit

Si Sate Nikmat yang Memikat

Apakah kamu tahu apa itu Sate Ambal? Yap tidak salah, sate Ambal adalah sate yang berasal dari daerah Ambal. Sate Ambal merupakan makanan yang terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusuk sedemikian rupa dengan lidi tulang daun kelapa atau bambu, lalu dibakar/dipanggang di atas bara arang kayu yang kemudian disajikan dengan bumbu khas yaitu bumbu yang dicampur dengan tempe. Sate Ambal biasa disajikan bersamaan dengan nasi hangat, lontong atau ketupat. Nikmat sekali rasanya. Apalagi disantap dengan potongan cabai rawit dan dilengkapi dengan segelas es teh manis.

Apa bedanya sate Ambal dengan sate-sate lainnya? Keunikan dari Sate Ambal adalah memiliki rasa yang unik karena dibumbui dengan cara yang menyehatkan yaitu dengan berbagai rempah-rempah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada, kemiri, jahe, garam dan gula jawa sebagai pengganti kecap manis. Selain itu Sate Ambal yang asli juga menggunakan ayam kampung yang disajikan menggunakan bumbu yang terbuat dari produk olahan kedelai, yaitu tempe. Semua bahan pembuatan Sate Ambal dapat dengan mudah dijumpai di wilayah Kabupaten Kebumen. Daerah Kebumen yang sebagian besar merupakan daerah dataran rendah sangat mendukung pengembangan tanaman palawija, salah satunya adalah kedelai yang menjadi sumber protein banyak orang dan menjadi bahan utama pembuatan bumbu sate.

Eksistensi dari Sate yang merupakan makanan populer di abad ke-19 terus ada karena keunikan rasa dan sikap melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Budaya dan adat istiadat mampu mempengaruhi perilaku masyarakat dalam ketika merayakan hari raya agamanya. Di Indonesia, kepopuleran sate semakin meningkat karena dalam tradisi Muslim, ketika hari raya Idul Adha dan hari raya kurban tiba, kebanyakan masyarakat merayakannya dengan memanggang sate. Tradisi tersebut menjadi salah satu sebab mengapa kelestarian sate termasuk di dalamnya Sate Ambal masih banyak diminati hingga saat ini.

courtesey : Sate Ambal Pak Pur

Asal Mula Sate Ambal

Kearifan lokal pangan yang ada di daerah Kebumen berupa Sate Ambal terbentuk karena berbagai pengaruh yang utamanya adalah bahan-bahan sekitar yang tersedia di daerah Ambal, nama sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen. Pemimpin di daerah Ambal saat itu menginginkan adanya makanan khas yang sehat dan dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di Ambal, oleh sebab itu munculah Sate Ambal yang mulai terkenal sejak tahun 1870. Berbagai bahan yang ada di alam diolah dan dimanfaatkan oleh masyarakat sejak dahulu kala hingga saat ini menjadi Sate Ambal menjadi ciri khas kuliner di Kota Kebumen.

Bahan utama dalam pembuatan Sate Ambal adalah daging ayam. Sate Ambal yang asli menggunakan daging ayam muda atau daging ayam kampung yang diternak di daerah Congot-Petanahan oleh penduduk. Masyarakat yang menjadi peternak-peternak ayam kampung membuat kendang-kandang ayam mereka di pinggir-pinggir jalan, sehingga apabila wisatawan berkunjung ke daerah Kebumen, khususnya jalur Congot-Petanahan sejauh 20 km, maka wisatawan akan menjumpai banyak ayam kampung. Namun, saat ini sering dijumpai pula Sate Ambal yang menggunakan daging ayam dari ras pedaging karena jumlah ayam ras pedaging lebih banyak, ekonomis dan lebih mudah didapatkan.

Pengaruh lainnya yang membentuk kearifan lokal pangan di daerah Kebumen adalah sistem pertanian yang fokus pada pangan. Setyaningtyas (2016) mengatakan bahwa kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) paling tinggi di Kabupaten Kebumen adalah dari sektor pertanian yang berfokus pada subsektor tanaman pangan. Tanaman pangan dikembangkan guna meningkatkan perekonomian yang tercantum pula dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2005-2025. Rencana jangka panjang tersebut diusahakan dengan pengembangan tanaman pangan dan holtikultura, yang diimbangi pengembangan peternakan daerah. Pemerintah turut serta membantu dalam aspek memberikan subsidi input produksi, penyediaan sarana produksi dan pembukaan kesempatan untuk berinvestasi. Beberapa subsektor tanaman pangan mencakup padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang hijau, buah-buahan dan kacang kedelai. Kacang kedelai menjadi salah satu bahan dasar pembuatan tempe yang menjadi bahan khas dari bumbu Sate Ambal.

Selain memproduksi hasil pangan berupa kedelai, Kebumen juga memproduksi beberapa rempah yang menjadi bahan perendam daging sate. Perendaman dengan rempah-rempah selama minimal dua jam membuat bumbu meresap ke dalam daging sate. Rempah-rempah yang digunakan tersebut antara lain; bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada, kemiri, jahe, dan garam. Selain itu, daerah Kebumen merupakan daerah dataran rendah, dan beberapa daerah merupakan daerah pesisir pantai selatan yang ditumbuhi oleh banyak pohon kelapa yang menghasilkan nira untuk pembuatan gula jawa. Gula jawa tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan bumbu sate. Seluruh perpaduan bahan lokal yang ada tersebut diolah dan kemudian disatukan dalam makanan khas Kabupaten Kebumen, yaitu Sate Ambal.

 

Dari Pangan Lokal Kita Belajar

Kearifan pangan lokal memberikan saya pemahaman bahwa pada bahan pangan yang ada di sekitar kita merupakan bahan pangan yang memiliki keunikan dan kekhasan terdiri. Keunikan dan kekhasan tersebut menjadikan bahan-bahan pangan memiliki nilai sejarah tersendiri. Sejarah tersebut menjadikan makanan memiliki nilai yang lebih yang kemudian diturunkan kepada anak cucu dari keturunan ke keturunan sehingga tetap lestari hingga saat ini. Sate Ambal yang merupakan makanan khas Kabupaten Kebumen menurut saya menjadi sebuah daya tarik kuliner tersendiri bagi masyarakat sekitar maupun luar daerah. Harapan saya adalah, semoga pangan lokal yang sudah turun temurun ada di masyarakat tetap dipertahankan keaslian dan keunikannya sehingga anak cucu kita yang akan datang akan tetap mampu mengenal dan mengakui keunikan pangan lokal yang ada sejak ratusan tahun lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here