Waktu Baca: 3 menit

Kehadiran Tony Leung di film Shang Chi and The Legend of Ten Rings bukanlah hal remeh buat orang Asia khususnya Tiongkok. Tony Leung Chiu Wai (nama Chiu Wai ditambahkan untuk membedakan dirinya dengan Tony Leung lainnya) masuk dalam jajaran 25 aktor Asia terbaik versi CNN. Ia juga beberapa kali memenangkan penghargaan di tanah kelahirannya. Perannya yang terkenal secara internasional antara lain adalah dalam film The Grandmaster, 2046, Lust,Caution dan film Infernal Affairs yang kemudian diadaptasi oleh sutradara kenamaan Martin Scorsese dalam fim The Departed.

Bersama Andy Lau, mempersembahkan salah satu thriller terbaik di perfilman Asia

            Berbeda dengan aktor terkenal lainnya, Tony Leung adalah seorang introvert. Sejak tahun 1990an ia hanya memiliki satu pacar yang kemudian dinikahinya secara diam diam di Bhutan, Carina Lau. Ia tidak banyak mengikuti pesta dan bergaul dengan sosialita kelas atas. Di dirinya ada sisi romantisme dimana dirinya adalah seorang pria yang suka tampil di theater walau banyak tawaran main film diberikan padanya. Dalam bekerja, ia tidak mencari film dengan nilai komersil tinggi atau pendekatan artistik yang luar biasa. Yang lebih unik lagi, ia membiarkan istrinya (yang sebenarnya seorang artis sukses juga) untuk menjadi manajernya dan memilihkan jadwal film terbaik untuknya.

“Ia seorang pendiam dan banyak menyimpan perasaan untuk dirinya. Saya merasa di situlah saya lebih berperan untuk menegosiasikan apa yang menjadi keinginannya,” ungkap Carina Lau pada suatu wawancara. Carina juga menambahkan, ia menyerahkan 90 persen keputusan manajerial pada suaminya. Ia tahu suaminya bukan tipe yang bisa dipaksa.

Tony pertama kali dikenal pada tahun ‘80an lewat TVB, sebuah channel di Hongkong. Di situlah ia kemudian dikenal sebagai lima harimau bersama dengan aktor aktor TVB lain yang sedang naik daun. Ia dijuluki harimau kecil karena dirinya adalah yang paling muda di grup tersebut. Mereka berlima termasuk Andy Lau dan Kent Tong lalu banyak bermain film yang sama. Pada ‘90an ia menanjak berkat fillm Hard Boiled (1992). Lalu, ia membintangi beberapa film lagi seperti Chungking Express, Happy Together dan kemudian yang menganugerahinya gelar prestisius Best Actor di Cannes Film Festival, In the Mood for Love.

Karirnya lalu makin menanjak setelah ia berpacaran dengan Carina Lau. Carina saat itu dikenal sebagai the girl next door nya Hongkong. Pasangan ini dianggap sebagai pasangan selebritis paling panas di Hongkong dan menarik perhatian banyak orang. Hingga kemudian, suatu insiden terjadi, Carina diculik oleh triad pada tahun 1990 meski dibebaskan dua jam kemudian. Kejadian ini menarik perhatian khalayak ramai, apalagi ada isu bahwa Carina diperkosa. Hal ini dibantah oleh Carina sendiri. Namun, pada tahun 2002, sebuah foto topless Carina yang diduga diambil saat penculikan tersebar. Hal ini menjadi masa masa tersulit untuk Carina Lau.

In the Mood for Love membuat namanya dikenal secara internasional

Di sinilah karakter Tony Leung sebagai pria diuji. Si pria pendiam ini terus mendampingi Carina dan tidak neko neko melirik yang lain. Namun, ada kalanya media usil dan sempat menyebut bahwa Tony memiliki affairs dengan artis terkenal lain, Maggie Cheung yang dikenal Tony lewat film In the Mood for Love. Namun toh nyatanya, isu itu hilang begitu saja. Apalagi, Tony sempat mengupload fotonya bertiga dengan Carina dan Maggie.

“Sebenarnya saya melihat dia lebih cocok dengan Maggie, tapi pada akhirnya dia memilih bersama saya,” kata Carina menanggapi isu itu.

Tony benar benar pria yang tak banyak ambil pusing dengan ketenaran dan kelebihannya. Dia tak terlalu berambisi untuk tampil di Hollywood meski dia tetap terbuka pada kesempatan itu. Tony, selain pendiam, juga idealis. Ia tidak mau sekedar tampil menjadi karakter yang merendahkan bangsanya. Oleh karena itulah, saat deman Asian Villain sedang ramai di Hollywood pada tahun ‘90an, ia menolak berpartisipasi. Baru kemudian ajakan Marvel Studios diterimanya. Apalagi karakter yang ia perankan sangat sentral di semesta Marvel, The Mandarin.

Demikian, bukan berarti The Mandarin tanpa masalah. Peran The Mandarin selama ini lekat dengan imej yellow perils atau ungkapan stereotype rasisme kepada warga Asia. Namun, tentu Tony sudah menimbang nimbang banyak hal sebelum menerima tawaran ini. Lagipula di usia yang menginjak ke 58, Tony tak punya beban untuk menjadi the next Hollywood Star. Ia kini bergabung ke dunia Marvel sebagai sebuah pekerjaan yang memperkaya pengalaman personalnya.

Pada akhirnya itulah Tony Leung, bakat besar yang bergerak maju sesuai hati dan keinginannya. Ia bisa saja tampil di Hollywood jauh jauh hari dengan rupa tampan dan kemampuan aktingnya yang ekspresif, namun ia lebih memilih memperkaya batinnya. Namun, kini, ketika si harimau kecil keluar dari kandang nyamannya untuk berlaga di Hollywood, tentu banyak harapan tersemat. Semoga sesuai ekspetasi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here