Waktu Baca: 4 menit

Berbicara tentang dunia kerja, kamu harus selalu siap dengan segala kondisi yang mungkin terjadi. Termasuk kalau tiba-tiba kamu dipilih untuk menjadi pimpinan tim. Orang yang terkesan “pantas” menjadi pemimpin pun belum tentu bisa menjadi pemimpin yang baik. Begitu juga sebaliknya. Yang terpenting adalah apakah seseorang mau belajar untuk menjadi pemimpin yang baik atau tidak, karna banyak orang yang mau jadi pemimpin  karna mungkin mau di hargai, karna kedudukannya atau masih banyak hal lain.

Tapi jika kita  mau dan ingin jadi pemimpin, kita harus benar benar menjalankan apa tugas kita, dan apa fungsi kita. Dengan begitu kita bisa tahu bahwa kita memiliki fungsi  dan menjalankan tugas dengan benar dan mampu memberikan kebahagian bagi orang lain  serta diri  sendiri. Sebab, beberapa pendapat mengatakan kalau pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang  mampu membahagiakan banyak orang.

Meskipun kriteria pemimpin yang baik itu terbilang relatif, karena sebaik apa pun seseorang, pasti tetap saja ada yang tidak suka. Tapi bagaimanapun, tidak ada salahnya berusaha menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana Nah, berikut ini adalah tujuh tips supaya menjadi pemimpin yang baik yang bisa kamu tiru.

Dale Carnegie, salah satu pakar Leadership

Yang pertama Mampu mengendalikan diri.  Pemimpin harus mampu mengelola emosinya secara efektif, memiliki kejujuran dan integritas yang tinggi, bertanggung jawab, mampu melakukan adaptasi dengan baik serta  belajar  terhadap hal-hal yang baru. Saya pribadi  pernah menjadi seorang koordinator di suatu perusahaan , banyak tugas – tugas yang harus saya  jalani.  Namun, sebisa mungkin saya bisa mengenandalikan diri  baik itu emosi dan hal- hal lain. Kadang mungkin banyak tugas diberikan,  di situ letak emosional kita dituntut agar bisa tidak terkendali.  Emosi juga mungkin di sebabkan oleh karyawan.  Entah karena kerjaan kurang  bagus atau tidak sesuai denggan apa yg  ditugaskan. Di situ emosi saya  kadang tidak terkendali. tapi bagaimanapun juga  saya  coba yang terbaik. Kenapa demikian?  karena jika kita bisa mengandalikan emosi  , kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan  dan kita mendapat pengetahuan  dari situ. Itu pengalaman pribadi saya. Semakin kita bisa mengendalikan diri, kita bisa banyak belajar  untuk mengelolah  suatu perasaan dan menjadi pemimpin yang  patut diteladani.

 Yang  kedua, memotivasi diri dengan efektif dan memiliki  kebutuhan  akan

 (Needs Achievement). Penting untuk punya keinginan menjadi yang terbaik, komitmen pada sasaran kelompok dan organisasi, berinisiatif dan selalu memanfaatkan kesempatan serta selalu “optimis”. Jika kita  selalu memotivasi diri kita  dengan efektif  maka  kita dapat mendapatkan  yang terbaik . Jadi, memiliki  sikap komitmen efektif itu penting sehingga apa yang kita rancang, apa yang kita hendak bangun tercapai denggan baik.

 Yang ketiga Memiliki keterampilan sosial. Seorang pemimpin perlu memiliki kecakapan membina hubungan dengan orang lain, dalam hal ini saya sebagai seorang pemimpin  membina  hubunggan itu penting   antara  karyawan denggan saya  dan saya dengan karyawan sehingga di  disitu pun terciptalah komunikasi yang baik. Dengan berkomunikasi yang baik, maka  kita bisa bersama-sama untuk   membangun impian kita sesuai apa yang kita  rancang bersama.  Kecerdasan emosi yang diperlukan adalah mampu memberikan persuasi, komunikasi jelas dan meyakinkan serta mampu membangkitkan inspirasi kelompok dan orang lain. Nah, disini kalau kita sebagai pemimpin punya  peranaan   terhadap karyawan untuk  membangkitkan semangat mereka. Kalau mereka bersemangat  pasti hasil dari apa yang kita rancang  berjalan denggan baik. Jika   karyawan melakukan kesalahan, kita  sebagai pemimpin harus mampu menyelesaikan masalah dengan komunikasi  yang baik  sehingga  tidak terjadi konflik. Kenapa demikian?  karena peran salah satu seorang pemimpin itu mampu menyelesaikan  masalah , saya sebagai pribadi   tugas saya salah  satunya  adalah mengontrol  karyawan, jika mereka melakukan kesalahan.  Ya dibilang kita sebagai manusia ya punya kelemahan , emosinal kita  sering memuncak  tapi sebisa mungkin saya mengontrol  dan  saya berpikir bagaimana saya bisa  menangani masalah itu.

Yang keempat memiliki kepekaan terhadap orang lain. Seorang pemimpin harus mampu: Memahami orang lain baik perilaku, perasaan, pandangan serta potensi yang dimiliki oleh anak buahnya serta mampu memberdayakan secara maksimal. Pemimpin harus berorientasi pada pelayanan dalam artian mampu mengantisipasi, mengenali dan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain. Ia juga harus sadar akan kebutuhan orang lain dan mengusahakannya;   Kita juga harus menghargai keragaman. Kita ketahui bahwa kita Indonesia adalah memiliki banyak keragaman dari Sabang sampai Merauke.

Yang kelima, Be passionate.  kita sebagai  pemimpin harus bisa menyebarkan aura yang positif kapanpun, di manapun, dan di depan siapapun. Semangatmu bisa menular ke timmu.

Dalam arti bahwa jika  kita selalu  berpikir  positif. Dari sudut pandang kesehatan, berpikir positif bisa membuatmu mengalami peningkatan kualitas kesehatan jantung dan tekanan darah cenderung normal.

Yang keenam Menjadi komunikator yang baik. Berusahalah untuk menjadi pemimpin yang peka. Dalam suatu tim, seringkali ada perbedaan pendapat atau sesama anggota tim yang tidak menyukai satu sama lain. Pemimpin yang baik harus bisa menjadi komunikator yang baik. Bukan hanya saat berbicara, tapi juga saat mendengarkan. Mendengarkan dalam hal ini berarti mendengarkan secara aktif.Terutamanya adalah  mendengarkan apa yang dikatakan oleh seorang  karyawan atau atasan. Setelah selesai mendengarkan, kita bisa menggambil kesimpulan dan kita menyelesaikan masalah.

 Yang ketujuh, menjadi diri sendiri ( be your self). Pribadi kitalah yang sebagai satu patokan  dimana  kita harus  menjadi  seorang pemimpin yang baik dan bijaksana. Mengapa demikian? karena dengan menjadi diri sendiri,  kita lebih tahu tugas , fungsi dan tanggung jawab kita sebagai  seorang pemimpin yang baik dan bijaksana. Dalam arti yang lebi luas, kita harus mampu  mengembangkan  apa yang ada di dalam diri kita. Berbicara tentang pemimpin  ya kita  harus sadar  tugas dan tanggung jawab kita  sebagai seorang pemimpin  sehingga kelak kita menjadi pemimpin yang pantas, professional dan bermartabat.

Kira kira itulah tujuh tips menjadi pemimpin yang baik menurut saya. Apa tipsmu? Jangan lupa terus berusaha sehingga ke depannya anda bisa sukses.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here