Waktu Baca: 4 menit

Bakmi Jawa, makanan ini tidak pernah mati popularitasnya. Salah satu penjual yang memiliki nama besar di menu ini adalah Mbak Sri. Konon, usaha ini sudah dirintis sejak enam puluh tahun lalu oleh Ibu Titi. Ibu Titi sendiri adalah ibunda pemilik nama Mbak Sri. Mbak Sri telah lama menjadi jaminan Bakmi dan Brongkos enak di Tempel, Yogyakarta.

Hampir tiap hari warung makan ini ramai pembeli. Peambeli datang dari mana mana. Beberapa pelanggan merupakan penduduk kota Muntilan yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Tempel. Sebagian lagi memiliki domisili di Yogyakarta. Tidak sedikit juga yang sedang menuju kota lain dan memutuskan mampir di warung Mbak Sri.

Tidak heran mereka mau menyempatkan diri. Memang pada akhirnya, imej bakmi dan brongkos enak di Tempel bukan sekedar cerita cerita selewat begitu. Pada kenyataannya, saat mencicipi menu di sana, saya merasakan rasa yang enak, gurih dan nikmat. Rasa masakan Bu Sri sangat mantap dan kaya.

Nama Mbak Sri

Bakmi dan Brongkos Enak di Tempel

Awalnya saya kira nama Mbak Sri adalah nama pendiri dari Warung Mbak Sri. Ternyata, Mbak Sri adalah nama dari anak Bu Titi si perintis usaha Bakmi dan Brongkos enak di Tempel ini. Saking ramenya, saya belum sempat menanyai detail mengapa nama Mbak Sri yang dipakai alih alih Bu Titi.

Konon katanya, teman saya pernah menceritakan pada saya bahwa cara pemanggilan nama di Jawa cukup unik. Jika seseorang dipanggil sebagai Bu Sri misalnya, bukan berarti namanya Bu Sri. Sri adalah nama anaknya. Jadi Bu Sri itu kependekan dari Ibunya Sri begitu.

Cerita versi lainnya, beberapa orang tua memberi nama warungnya dengan nama anaknya sebagai bentuk doa. Jadi, dengan memberi nama warung mereka dengan nama anaknya, mereka berharap usaha  bisa langgeng diteruskan keturunannya.

Baca juga : Soto sapi enak, nyarinya sampai ke desa, kok bisa?

Keunikan Mbak Sri

Bakmi dan Brongkos Enak di Tempel

            Bakmi dan brongkos mungkin merupakan pasangan yang tidak biasa. Tidak biasanya penjual bakmi jawa juga menjual nasi brongkos. Brongkos sendiri adalah olahan daging sapi yang diberi berbagai bumbu pekat dengan cita rasa kuat. Konon, brongkos adalah makanan kesukaan para raja Jawa sebelum kemudian menjadi populer dimana mana.

Brongkos memiliki keunikan yang mirip dengan rendang. Semakin sering makanan ini dipanaskan, semakin enak rasanya. Jadi proses memasak yang berjam jam lamanya membuat daging brongkos makin menyerap bumbu bumbu yang ada.

Di Mbak Sri, brongkos tampil sangat hitam pekat melebihi ‘hitam’ brongkos pada umumnya. Dan ketika dirasakan memang rasanya enak sekali. Bumbunya sangat kaya sehingga rasanya menjadi kuat. Biasanya brongkos ini cocok jika ditemani dengan telur mata sapi yang digoreng setengah matang. Anda pasti bisa membayangkan kelezatannya.

 

Teh Gula Batu

Bakmi dan Brongkos Enak di Tempel

            Lagi lagi rasa yang enak tak cuma di bakmi jawanya atau brongkosnya. Mbak Sri memiliki minuman andalan teh gula batu. Teh gula batu itu bukan sekedar teh yang diberi dengan gula batu.

Yang unik adalah, minuman ini berasal dari kombinasi berbagai daun teh yang berada di pasaran. Untuk resepnya, tak ada orang yang mengetahuinya. Maka dari itulah, ketika meminum teh di tempat Mbak Sri, rasanya akan beda. Anda bisa coba coba membuatnya sendiri di rumah. Namun, belum tentu akan mendapatkan rasa otentik seperti milik Mbak Sri.

Baca juga : Soto dengan bahan bebek, cuma ada di Klaten!

Menu Favorit Saya
mawut tapi uenak

            Saya penggemar nasi goreng jawa. Akan tetapi, di bakmi jawa, masa ya saya tidak mencoba bakminya? Maka saya memilih mencampurkan dua kenikmatan itu dalam satu piring bernama nasi goreng magelangan. Magelang sendiri merupakan nama kabupaten yang bersebelahan dengan Yogyakarta. Konon, bakmi campur nasi lalu digoreng dan diberi nama magelangan karena beginilah cara orang magelang suka menyajikan nasi gorengnya.

Di Jakarta, Masyarakat menamai makanan semodel ini sebagai nasi goreng mawut. Nama mawut merupakan nama yang berasal dari tampilan nasi goreng yang terlihat acak acakan. Memang, sekilas membingungkan saat melihat nasi dan bakmi ini. Kelihatanya macam berantakan saja. Meski berantakan, tapi rasanya memang enak. Sekali anda mencicipinya, anda akan merubah pikiran anda.

Selalu Rame, tapi Tidak Perlu Khawatir

            Melihat kondisi warung mbak Sri yang selalu ramai, wajar jika anda merasa khawatir akan menunggu lama. Namun, sejujurnya, meskipun ramai, saya tidak pernah menunggu lebih dari lima belas menit. Bu Titi, Mbak Sri, serta pegawai mereka melayani dengan sangat cepat. Tidak heran jika tempat ini menjadi tempat favorit untuk makan bareng keluarga.

Jadi tunggu apalagi? Yuk kita icip icip makanan makanan enak dari warung mbak Sri.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here