Waktu Baca: 3 menit

Di tengah pandemi ini, rasanya sulit mencari cara bahagia. Kenyataannya, banyak dari kita kehilangan pekerjaan. Kadang bukannya disupport, kita malah dikatain. Tidak usah kaget, nyinyir memang lebih gampang daripada menolong.

Namun bukan berarti anda tidak bisa menjadi orang yang bahagia. Sebaliknya, banyak cara untuk menjadi bahagia. Ironisnya, hanya saja yang aliran mainstream lebih disukai. Padahal aliran ini bisa jadi memiliki banyak kelemahan. Aliran mainstream bahagia itu seperti apa? Yuk kita bahas.

Berdiskusilah yang sehat sehat saja
Cara Bahagia ala Mainstream

            Percayalah, penyebab kita tidak bahagia adalah karena orang lain. Inginnya kita didukung. Pada prakteknya, sering orang lain meremehkan dan menyinggung kita. Kita jadi merasa down karena mereka. Nah, supaya bahagia, ada kepercayaan bahwa kita harus merubah orang lain. Kita ubah orang lain supaya energinya positif ke kita. Benar tidak?

Cara merubah mereka bagaimana? Katanya dengan kasih. Betul tidak? Kasih menaklukan segalanya. Iya ‘kan?

Iya, benar sekali. Itu adalah jalan kebahagiaan untuk anda yang bukan manusia. Cara bahagia seperti ini sinetron sekali. Kalau anda berbuat baik terus niscaya orang akan berubah. Bagi yang percaya akan hal ini, anda berarti belum menonton ‘Cinta Fitri: Season Kiamat’.

Itu ‘kan kata Ardi!

            Jangan asal menuduh bro. Ini bukan kata Ardi, ini kata Eric Barker dalam buku berjudul ‘Mendaki Tangga Yang Salah’. Menurut dia, berbuat baik terus menerus itu bukan cara yang tepat untuk bahagia. Kalian malah dimanfaatin.

Egois Juga Bukan Jalan Yang Tepat
Bertemanlah dengan sehat

            Lalu apakah kita harus jadi orang egois mementingkan diri sendiri? Saya menjawab tidak.

Jika anda berbuat egois untuk kebahagiaan anda sendiri, anda akan menang untuk sementara. Keegoisan anda akan menular. Saat pribadi egois anda menonjol, orang lain akan menirunya. Mereka tidak akan segan segan melakukan tindakan egois pada orang menyebalkan.

Jadi, anda bahagia untuk sementara. Selanjutnya, anda akan lebih menderita dan kesepian.

Berbagi Tugas adalah Koentji

            Cara untuk bahagia menurut teori Adler adalah melakukan pembagian tugas. Anda tidak bahagia karena orang lain, karena itulah kunci kebahagiaan anda adalah diri anda sendiri.

Lho kok bisa?

Ya bisa saja. Anda tidak bisa merubah orang lain. Sebaliknya, orang lain seringkali memang sulit berubah. Karakter egoistik manusia adalah sifat manusia sebagai mahluk individual. Mau diberi kasih seperti apapun, manusia bisa jadi malas merubah diri.

Untuk bahagia, sekarang anda harus merubah pola pikir. Anda harus berbagi tugas dengan orang lain. Bahagia adalah tugas anda, mengatai anda adalah hak mereka.

Tugas anda adalah mengabaikan orang lain yang negatif pada anda. Mengabaikan bukan berarti bermusuhan ya by the way. Anda harus menciptakan jarak dengan toxic people. Manusia manusia beracun ini tidak baik untuk kesehatan anda. Menyapa boleh, tapi anda tidak harus berbaik baik pada mereka secara berlebihan.

Makna Hidup Anda Adalah Pilihan Anda

Jangan biarkan orang lain menilai hidup anda. Di atas segalanya, makna hidup yang sedang anda bangun adalah perspektif anda. Orang bisa mencibir cara hidup anda tapi anda sendiri tidak boleh melakukannya.

Selama yang anda lakukan positif, anda tidak salah.

Seorang India membersihkan sungai tercemar di sekitar tempat tinggalnya. Tetangga tetangganya menyebut dia gila. Namun orang India ini memutuskan masa bodoh. Dalam beberapa tahun, sungai yang ia bersihkan dihuni ikan lagi. Setelah ada hasilnya, orang mulai memuji dia.

Makna hidup tidaklah harus memiliki kekaayaan berlimpah. Yang terpenting anda punya makna hidup tersendiri yang bisa dipertanggung jawabkan. Niscaya makna hidup ini membuat anda menjadi orang yang lebih baik.

Berani Bahagia?

            Hari ini saya berbagi apa yang saya baca tentang salah satu cara bahagia. Namun, jangan lupakan satu hal: masih banyak ilmu lainnya di luar sana. Saya ingin membagi ilmu yang saya miliki dengan anda. Tapi, Sebelum kita melangkah terlalu jauh. Jangan lupa dulu untuk berani bahagia. Orang yang berani akan memiliki kehidupan menyenangkan. Harap diingat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here