Waktu Baca: 2 menit

Belanja menjelang Lebaran atau hari raya telah menjadi tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di tanah air. Belanja aneka kebutuhan Lebaran seperti bahan makanan, kue-kue lebaran, pakaian dan lainnya seolah sudah menjadi hal yang wajib dilakukan. Lalu bagaimana cara bijak mengatur keuangan jelang lebaran?

Lebaran tahun ini kita masih harus hidup berdampingan dengan virus korona yang masih belum bisa dikontrol secara maksimal. Ancaman PHK serta pendapatan yang belum maksimal haruslah dicermatao secara serius. Dibutuhkan cara bijak mengatur keuangan yang dimiliki. Semuanya harus penuh perhitungan. Dikarenakan akhir dari pandemic belum terlihat sama sekali.

Tips Cara Bijak Mengatur Keuangan

Menurut Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menyampaikan tips agar masyarakat dapat mengelola keuangan dengan bijak menjelang lebaran terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Ia menyampaikan dalam perayaan lebaran tahun ini masih sama dengan tahun lalu yakni berada di tengan situasi krisis ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19. Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berjalan negatif selama empat triwulan terakhir.

“Kemungkinannya situasi ini masih akan bertahan hingga beberapa bulan kedepan bahkan akhir tahun 2021. Karenanya penting untuk siappun menggunakan uang secara bijak, tidak dihabiskan semua untuk lebaran,” paparnya kepada PAKBOB.ID.

Menurutnya, cara bijak mengatur keuangan saat berbelanja difokuskan pada hal-hal fungsional saja. Sementara itu untuk kebutuhan lain yang bersifat tidak fungsional sebaiknya dihindari. Tentunya ini untuk menghindari pemborosan pendapatan.

Gunakan Uang dengan Bijak

Akhmad Akbar Susanto, S.E., M.Phil, Ph.D juga menambahkan apabila memiiki kelebihan uang dari pendapatan yang dimiliki. Ia menyarankan untuk digunakan membantu masyarakat yang membutuhkan atau bersedekah. Sebab di tengah pandemi Covid-19 tidak sedikit pekerja yang pendapatannya menurun. Belum lagi jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan juga besar.

“Misal ada kelebihan uang sangat disarankan untuk membantu yang kesusahan. Bukan semata-mata hanya untuk Lebaran saja, tetapi untuk melewati masa krisis saat ini,” tuturnya.

Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tidak hanya bisa meringankan beban mereka saja. Namun, juga membantu bangsa Indonesia untuk segera keluar dari krisis ekonomi saat ini.

Ada baiknya sebelum berbagi rezeki kita juga sudah menyiapkan dana darurat untuk kehidupan yang kita jalani. Jangan sampai saat berbagi kita malah hanya sekadar mengejar gengsi semata. Kita harus benar-benar melihat kesehatan finansial yang dimiliki. Inilah yang penting untuk dipahami kita semua.

Lebaran dan Kesempatan

Selain Lebaran adalah kesempatan untuk saling memaafkan, kita juga harus jeli melihat kesempatan lainnya.  Momen sebelum atau setelah Lebaran bisa digunakan untuk menambah penghasilan. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Kitalah yang harus bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan kita. Bukan malah merepotkan orang lain kan seharusnya?

THR atau pendapatan yang berlebih bisa disisihkan untuk menjadi modal usaha. Mulailah dari apa yang kalian sukai dalam memulai usaha. Inspirasi usaha yang bisa dilakukan adalah membuat hampers yang sedang marak. Kalian juga bisa membuat paket ketupat opor yang menjadi menu wajib saat Idul Fitri. Tentunya selain menjalin silaturahmi, kalian juga bisa menawarkan produk atau jasa yang dimiliki. Pada dasarnya Lebaran merupakan sebuah perayaan yang dapat dirayakan dengan kesederhanaan bukan ajang pamer kemewahan. Yuk, kita mulai biijak dalam mengatur keuangan yang dipunyai. Ingat! Hemat pangkal kaya lho…(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here