Waktu Baca: 3 menit

Ulat aja berjuang biar jadi kupu-kupu, kalo kamu gimana?

 

Si makhluk mungil bersayap indah yang disebut kupu-kupu hingga saat ini masih terus memikat. Keindahan corak sayapnya yang bervariasi dan memiliki beragam warna ternyata mampu mampu membantu kita untuk lepas dari tekanan dunia modern. Seperti yang dikutip dari brilio.net, seorang Naturalis asal Inggris, Sir David Attenborough mengatakan bahwa kupu-kupu mampu mengurangi tingkat kecemasan dan depresi. Menanggapi pernyataan tersebut, Yodan yang merupakan anggota dari Kelompok Studi Kupu-Kupu di Universitas Sanata Dharma mengatakan “Aku setuju sih dengan pernyataan itu, karena corak warna dan gaya terbang kupu-kupu yang santai itu menenangkan hati dan memanjakan mata. Apalagi jenis kupu Leptosia nina, yang memiliki sayap berwarna putih dan bertubuh kecil. Kupu-kupu tersebut kalau terbang pasti berdua, terbangnya rendah, dan perlahan-lahan seakan menikmati keindahan lingkungan dengan santainya. Menenangkan sekali.”

courtesey : KSK

Kupu-Kupu adalah Jalan Ninjaku

Bertutur tentang pengalamannya selama kurang lebih 3 tahun di Kelompok Studi Kupu-Kupu, Yodan mengatakan banyak sekali nilai-nilai yang dipelajari. Awal mula ketertarikan dirinya akan kupu-kupu dimulai karena rasa ingin tahu dan rasa kagum dengan banyaknya corak sayap kupu-kupu yang ternyata masing-masing mempunyai ciri-ciri khusus dan nama-nama unik. Pada awalnya dia merasa takut saat kupu-kupu masih menjadi ulat, namun ternyata seiring berjalannya waktu ketakutan tersebut membuat Yodan semakin menjadi lebih tertarik untuk mendalami setiap fase dan siklus hidup kupu-kupu. Melalui KSK (Kelompok Studi Kupu-Kupu), Yodan merasakan bahwa ada nafas baru dalam bidang konservasi kupu-kupu.

Ia mengatakan bahwa memang pada umumnya masyarakat kurang memperhatikan kupu-kupu sebab hanya dianggap sebagai serangga biasa yang terbang kesana kemari mempercantik pemandangan. Namun, harapannya, melalui hadirnya KSK yang merupakan wadah edukasi mampu membantu masyarakat untuk semakin mengenal kupu-kupu dan terlibat dalam usaha pelestarian kupu-kupu. Usaha yang bisa dilakukan sangat beragam, mulai dari yang kecil hingga besar, mulai dari yang dilakukan secara pribadi hingga berkelompok. Upaya tersebut diantaranya berupa monitoring, identifikasi, penetasan, dan perawatan telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang siap bereproduksi untuk menghasilkan generasi baru. Semua upaya yang dimulai dari niat baik diimbangi usaha nyata mampu mendukung kelestarian kupu-kupu.

courtesey : Kupu Kupu Leptosia Nina by KSK

Kelompok Studi Kupu-Kupu

KSK yang merupakan wadah bagi mahasiswa penggiat konservasi kupu-kupu mampu memberikan pengalaman berharga bagi para anggotanya, begitupun Yodan. Ia mengatakan bahwa selama berdinamika dalam KSK, ia mendapat pengalaman berharga dalam merawat kupu dari fase telur hingga menjadi kupu-kupu. “Mungkin untuk sebagian orang hal tersebut dianggap “kurang kerjaan” karena buang-buang waktu dan tidak mendatangkan keuntungan, lain halnya jika merawat ayam dari telur hingga dewasa dan dapat dijual. Tetapi bagi aku pribadi, ada kepuasan tersendiri dalam melakukannya karena aku menjadi lebih tahu perjalanan hidup kupu-kupu yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Memang manfaat atau keuntungannya tidak dapat aku rasakan langsung tetapi dengan usahaku untuk membantu merawat kupu-kupu, aku sadar bahwa aku juga turut membantu lingkungan sekitarku, karena kupu-kupu merupakan salah satu polinator yang membantu tanaman untuk melakukan penyerbukan,” tutur Yodan, si penyuka kupu-kupu jenis Papilio memnon jantan ketika diwawancarai oleh pihak Pakbob.id.

Di akhir wawancara, Yodan menyampaikan beberapa pesan kepada teman-teman muda. Ia mengatakan bahwa menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan sekitar kita, tidak harus langsung melakukan hal yang besar namun bisa dimulai dengan hal-hal kecil di lingkungan kita yang mungkin belum banyak diperhatikan. Usaha kecil yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan aksi konservasi bagi lingkungan di sekitar kita. Sejalan dengan motto dari KSK yaitu “Satu Bumi Satu Masa Depan”, Yodan mengajak kita untuk mulai memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita, kupu-kupu contohnya.

Upaya Konservasi Mulai dari Hati

Siapa manusia yang tak punya hati? Mantan? Dia yang dikodein tapi ga peka? Oh bukan bukan, hehe. Iyap, setiap manusia diciptakan Tuhan dengan hati, jadi kita harus hati-hati dalam gunakan hati. Loh, kenapa harus hati-hati? Karena Tuhan menciptakan hati nurani yang berbisik ‘apa yang harus dilakukan’ dan kebebasan yang memilih ‘lakukan saja atau tidak ya’ bagi manusia. Hati nurani yang berbisik tersebut dapat salah, guys. Oleh sebab itu, harus hati-hati dalam menuang air ke dalam otak dan pikiran kita agar kebebasan yang diberikan Tuhan dapat kita pertanggungjawabkan. Begitupula dengan upaya konservasi, ketika hati mulai tergerak bahwa lingkungan sedang tidak baik-baik saja dan sadar bahwa lingkungan butuh aksi nyata, maka upaya konservasi perlu dilakukan oleh setiap insan berhati. Salam lestari, salam konservasi!

 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here