Waktu Baca: 3 menit

Manusia hidup di dunia tidak pernah lepas dari permasalahan.  Banyaknya masalah membuat kita pusing, padahal bisa jadi kita mampu mengatasi masalah dengan meditasi Buddhisme.

Di satu sisi, masalah membuat kita merasakan bahwa kehidupan ini menarik. Namun, intensitas permasalahan yang semakin meningkat seringkali membuat kita lelah.

Ketika memikirkan hal tersebut, terbersit satu kata yang bisa menjadi solusi dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Satu kata yang berhubungan suatu proses pemusatan pikiran yang biasa disebut meditasi.

Bagi saya, mengatasi masalah dengan meditasi Buddhisme sangat membantu. Meditasi merupakan kegiatan untuk pemusatan dan memenangkan pikiran dengan berbagai cara. Beberapa cara yang sering kugunakan adalah dengan memperhatikan ritme udara yang masuk dan keluar dari lubang hidung, merasakan sensasi gatal, merasakan sensasi sakit (misalnya pada saat menstruasi), mendengarkan kicau burung atau dengung kendaraan bermotor yang lewat lalu lalang di jalan, dan atau dengan memberi afirmasi positif kepada diri sendiri.

Berbagai macam cara kugunakan tergantung kebutuhan. Selain itu, aku mempelajari teknik meditasi dari orang lain. Salah satunya adalah meditasi yang kupelajari dari Santhi Kumala Dewi, seorang kawan asal Salatiga.

 

Meditasi dari Sudut Pandang Buddhis

Santhi Kumala Dewi adalah seorang mahasiswa yang mempraktikkan meditasi sesuai dengan sudut pandang Buddhis. Santhi menjelaskan bahwa meditasi memberi kita kesempatan untuk menenangkan dan memusatkan diri.

Perbedaan mendasar dari meditasi dari sudut pandang Buddhis dan meditasi biasa adalah meditasi dari sudut pandang Buddhis tidak hanya sebagai sarana untuk menenangkan dan meningkatkan konsentrasi namun ada beragam manfaat lainnya. Ketika kita mengulik lebih dalam, sebenarnya ada banyak jenis meditasi dalam Buddhis, tidak hanya menditasi duduk atau pernafasan saja. Ada juga meditasi makan, meditasi berjalan, meditasi berbaring, dan meditasi cinta kasih.

Jenis-jenis tersebut dikelompokkan ke dalam 2 kelompok besar yaitu meditasi yang bertujuan untuk mengurangi emosi/sikap negatif dan meditasi yang bertujuan untuk mengembangkan emosi atau sikap positif. Secara ringkas Santhi menyimpulkan bahwa meditasi dalam sudut pandang Buddhis lebih dipahami sebagai sebuah latihan untuk selalu hadir atau memberi perhatian penuh terhadap apapun yang sedang dilakukan pada momen saat ini.

Berproses Bersama Meditasi

Santhi mengatakan bahwa dasar teknik yang umum diajarkan dalam meditasi Buddhis adalah dengan memberi perhatian terhadap keluar masuknya nafas atau juga menyadari sentuhan-sentuhan tubuh saat sedang duduk, berjalan, atau pun berbaring. Lalu, beberapa praktisi meditasi mengajarkan untuk menggunakan objek pengembangan cinta kasih dan perasaan bahagia pada level lanjutan dalam latihan meditasi. Santhi yang sudah beberapa kali mengikuti retret meditasi dan mempraktikkan meditasi sudah mampu merasakan dampaknya secara langsung berupa ketenangan pikiran, berkurangnya rasa takut, khawatir, dan meningkatnya kesabaran.

Jenis meditasi yang sering dilakukan oleh Santhi adalah teknik meditasi berjalan dan duduk dengan menyadari sentuhan-sentuhan tubuh saat itu. Menurutnya, meditasi jenis tersebut mampu menjadi sarana latihan yang paling efektif karena objeknya konkret dan dapat dirasakan. Selain itu, ternyata Santhi juga mempraktikkan meditasi dengan tersenyum. Meditasi dengan tersenyum mampu secara lebih efektif mengurangi ketegangan dan mengembangkan perasaan bahagia. Selain itu, meditasi juga memberikan dampak positif pada tubuh. Ke depannya, meditasi bisa mengembangkan perasaan bahagia.

 

Yuk Mulai Meditasi

Meditasi bukan hanya dilakukan ketika kita sedang mengatasi permasalahan-permasalahan hidup, lho. Latihan-latihan meditasi bisa beragam, dan ada baiknya bila dilakukan secara rutin atau konsisten pada waktu yang sama agar berkembang. Misalnya, bisa dilakukan setiap hari ketika akan tidur dan bangun tidur. Durasinya bisa disesuaikan, untuk permulaan bisa dimulai sekitar 5 menit, lalu ditingkatkan 10 menit, kemudian 30 menit, dan seterusnya. Ketika kita sudah mulai terbiasa, ketenangan pikiran bisa dipertahankan. Saat itulah kita bisa merasakan energi negative  hilang dari tubuh dan merasakan pula energi positif yang memenuhi tubuh kita. Let’s meditate!

sumber gambar : Sasint, Schaferle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here