Waktu Baca: 3 menit

Dari tanggal 29-30 Mei 2021 saya mengikuti event Entrepreneurs Live yang diselenggarakan oleh Entreprenurs.id. Saya memang tidak mengikuti semua sesi di dalamnya karena dalam acara itu memang ada banyak stage tergantung minat dari peserta. Untuk saya, saya memilih menghadiri foodpreneurs stage. Jujur saja, pengalaman mengikuti Entrepreneurs Live ini sangat berharga bagi saya.

Salah satu target saya dalam mengikuti foodpreneurs stage adalah belajar mengenai digital marketing. Ya, hari hari ini, siapa sih yang tidak membutuhkan ilmu digital marketing. Tidak semua dari kita memiliki keberuntungan untuk mampu membuka gerai di mall dan berjudi dengan pasar. Digital marketing adalah cara paling mudah untuk mencapai tujuan kita dalam menciptakan pasar dan memancing perhatian masyarakat. Lalu, apa saja yang saya pelajari dari pengalaman mengikuti entrepreneurs live ini ? Berikut beberapa di antaranya.

Baca juga : Mau jadi pengusaha? pastikan dulu anda bisa bahagia dengan diri anda sendiri. Klik di sini untuk belajar caranya

Bangun Personamu

pengalaman mengikuti entrepreneurs live

            Sebagian besar dari pembicara di Entrepreneurs Live sangat menyarankan untuk membangun persona yang tepat sebelum menjual produkmu.  Berto Saksono Jati dari Tahu Go! misalnya menyarankan agar kamu memastikan produkmu langsung menarik perhatian, bahkan mulai dari gerobak yang digunakan untuk berjualan.

Di sisi lain, Putri dari Mad Bagel menekankan pentingnya untuk mengumpulkan seluruh kata sifat yang mewakili produkmu. Setelah mengumpulkan kata kata sifat yang bisa menjadi kunci keberhasilan produkmu, kamu harus mengevaluasi kata sifat itu. Cobalah membedakan mana yang benar benar mewakili produkmu. Setelah itu, refleksikan kata sifat itu dalam produk produkmu bahkan hingga desain interior geraimu dan pakaian pegawaimu.

Misalnya saja kamu menjual bakso. Kamu ingin membuat baksomu terkesan sangat enak, pedas banget dan modern serta fun. Di situlah kamu bisa bermain dengan memilih warna merah dan oranye untuk geraimu serta mendandani pegawaimu agar terlihat ‘gaul dan kekinian’.

Kalahkan Algoritma
pengalaman mengikuti entrepreneurs live
Mad Bagel, salah satu produk yang bisa ‘mengalahkan’ algoritma instagram

            Banyak pembicara di Entrepreneurs Live yang menyarankan kita untuk ‘mengalahkan algoritma media sosial’. Artinya begini, ada kecenderungan tertentu mengapa akun instagrammu yang sering muncul di feed seseorang. Nah, hal inilah yang harus kamu manfaatkan untuk memasarkan produkmu secara luas.

Anda harus pintar memilih hashtag yang tepat. Selain itu anda harus memastikan bahwa orang yang melihat foto produkmu pasti ingin nge’Like’ gambar produkmu. Kamu juga harus bisa memanfaatkan jasa influencer yang pas untuk menjual produk produk kamu sesuai karakter mereka.

Misalnya saja kalau kamu menjual burger, tidak mungkin kamu meminta model model cewek hot untuk memasarkan burgermu. Atau mungkin bisa? Entahlah, coba saja, tidak ada salahnya.

Baca juga : Saatnya mencoba profesi out of the box agar anda berhasil maksimal

Bangun Trend, Kemudian Culture

pengalaman mengikuti entrepreneurs live

            Setelah makanan/produkmu menjadi hype. Kamu harus bisa memainkan strategi agar orang tidak hanya mencoba melainkan repeat order. Repeat order ini kalau bisa sampai ke tingkat dimana membeli produkmu menjadi suatu kebiasaan.

Kebiasaan ini selanjutnya harus anda tumbuhkan menjadi culture. Salah satu contoh yang baik adalah Gudeg Yu Djum Jogja. Dengan cara marketing yang konsisten dan kuat, mereka bisa membuat orang yang ke Jogja serasa wajib membeli Gudeg di Yu Djum.

Strategi bisnis yang sama juga digunakan oleh Dagadu yang mampu ‘memaksa’ orang untuk membeli produknya setiap ke Jogja. Ya, habis mau bagaimana lagi, belum ke Jogja kalau belum membeli kaos Dagadu. Begitu mitosnya.

Berserah Pada Tuhan

 

            Meski memiliki keyakinan yang berbeda beda, para pembicara di Entrepreneurs Live sangat menekankan pentingnya percaya dan bersikap positif pada Tuhan. Mereka mengakui bahwa mereka mengalami bangkrut berkali kali. Mereka juga mengatakan kegagalan adalah hal yang wajar. Tidak dipungkiri juga ada ketakutan seperti karyawan berkhianat dan sebagainya. Namun, pada akhirnya mereka menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan berharap yang terbaik pada usahanya. Niscaya mereka tidak akan mengalami tekanan berlebihan.

Demikian tadi sedikit sharing pengalamanmengikuti Entreprenurs Live. Ini adalah salah satu acara positif yang dapat diikuti selama pandemi. Pada akhirnya belajar menjadi pengusaha itu harus dilakukan secara terus menerus dan konsisten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here