Waktu Baca: 2 menit

Dekan FK-KMK UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, SpOG (K), Ph.D., mengatakan pandemi Covid-19 yang berlangsung sekarang ini masih mengancam setiap institusi dan perusahaan. Oleh karena itu perlu lebih giat melakukan upaya promosi kesehatan di tempat kerja. Serta upaya preventif kesehatan untuk melindungi pekerja dari mata rantai penularan covid-19. Sebab pelayanan secara kuratif tidak akan mampu menanggulangi penyebaran virus corona di tanah air.

“Hal ini dilakukan sebagai suatu upaya melindungi semua orang yang ada dalam lingkungan kerja. Bahkan lewat pemahaman dan praktek yang baik justru bisa melindungi mereka saat berada di luar tempat kerja,” kata Ova Emilia. Dalam Webinar yang bertajuk Efektifitas Rekayasa Lingkungan dalam Mewujudkan Kampus Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Menciptakan lingkungan kerja yang sehat menurutnya bisa meningkatkan produktivitas pekerja. Sebab lingkungan kerja yang tidak sehat bisa menurunkan produktivitas kerja hingga 40 persen. “Produktivtas kerja bisa menurun apabila lingkungan tidak sehat sehingga tergantung kondisi kesehatan di lingkungan kerja,” paparnya.

Selain faktor pandemi, kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat bisa menciptakan kondisi stress berkepanjangan. Akibatnya bisa berefek buruk bagi kondisi para pekerja. Di samping itu menciptakan kondisi lingkungan sosial yang sehat dengan tidak adanya bentuk diskriminasi, bullying ataupun kekerasan. “Saya kira banyak hal yang perlu dilakukan agar bisa menjamin tempat bekerja bisa sehat. Karena dapat mencegah dampak dari penularan covid-19 ini,” ungkapnya.

Saatnya Terapkan Promosi Kesehatan di Tempat Kerjamu!

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M. Kes., mengatakan ada sekitar 127 pekerja di Indonesia dimana 133 juta masuk kategori usia produktif. Persoalan yang dihadapi pekerja selain penyakit degeneratif adalah kondisi pandemi yang berlangsung lama. Oleh karena itu untuk mencegah penularan Covid-19 upaya ke arah promotif dan kuratif sangat diperlukan. “Tempat kerja memiliki risiko yang besar dengan ancaman kluster di tempat kerja berisiko tinggi. Untuk mencegah munculnya kasus baru maka penanganan harus lebih awal,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya promosi kesehatan di tempat kerja.

Untuk memberikan dukungan upaya promotif dan preventif kesehatan maka institusi lingkungan kerja perlu menyampaikan informasi kesehatan secara menyeluruh dan berulang-ulang. Selain itu juga menyediakan fasilitas pendukung terlaksananya pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat dengan mengedepankan 3. Selanjutnya, lakukan testing deteksi virus secara rutin dalam rangka mengubah perilaku hidup sehat para pekerja. “Pandemi membuat kita berubah dan adaptasi kebiasaan baru untuk mementingkan keselamatan dan kesehatan kerja,” jelasnya. Hal tersebut merupakan bagian dari promosi kesehatan di tempat kerja.

Seperti teman-teman ketahui bahwa beberapa waktu terakhir ini muncul penambahan dari klaster perkantoran. Hal ini salah satunya diduga akibat adanya euforia vaksin yang terjadi. Pasalnya, ketika sudah banyak yang menerima vaksin tahap 1 dan 2, banyak pekerja yang melupakan promosoi kesehatan di tempat kerja. Akibatnya adalah peningkatan kasus Covid 19 di klaster perkantoran. Bahkan untuk menekan laju pertambahan Covid-19 di perkantoran ada wacana untuk melakukan work from home secara penuh.

Tentu semuanya itu hanyalah sebuah upaya untuk mencegah pertambahan korban dari Covid-19. Disiplin diri dan komunitas merupakan kunci untuk menghambat laju Covid 19. Vaksin hanyalah sarana saja untuk membuat tubuh kita lebih kuat. Oleh karena itu, jika bukan kita siapa lagi? Bukankah teman-teman juga sudah merindukan bebas bisa bertemu dengan siapa saja tanpa adanya rasa takut? Saya rasa begitu!(*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here