Waktu Baca: 3 menit

Jujur, tidak mungkin tidak membandingkan School Police vs 21 Jump Street. Pasalnya, plot kedua film ini memiliki kemiripan. Dua duanya bercerita tentang apa yang terjadi jika polisi masuk sekolah. Meski demikian ada perbedaan.

Nah, diskusi kita mengenai School Police vs 21 Jump Street tidak akan berbicara mengenai mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Kita akan berbicara mengenai perbandingan saja. Soal pilihan, saya menyerahkan kembali kepada anda.

Omong omong, 21 Jump Street yang akan saya bahas di sini adalah versi film. Karena itu, saya tidak akan membahas versi serial televisinya. Mau tahu selengkapnya, cus…

Peran polisi
sama sama polisi yang ‘tidak pada tempatnya’

            Dalam School Police, Det. Shimada tidak menyamar menjadi murid. Wajar, sebab Det. Shimada bekerja di SMP. Mau mukanya seinnocent apapun tidak ada yang percaya dia murid SMP. Tapi, Shimada memang menyamar menjadi polisi biasa di School Police. Padahal, ia aslinya adalah seorang investigator kriminal kelas satu.

Sementara, dalam 21 Jump Street, Jenko dan Schmidt menyamar menjadi siswa SMA. Hal ini mungkin berhasil karena banyak siswa SMA mukanya boros boros…Entahlah..

Soal peran polisi, kedua karya sinematik ini bisa dibilang imbang karena sama sama unik. School Police lebih menggambarkan bagaimana ketika polisi masuk ke dalam komunitas yang ‘seharusnya’ jauh dari polisi. Sementara itu, Jenko dan Schmidt menggali kelucuan ketika dua polisi berusaha untuk menyesuaikan diri di komunitas dimana polisi tak biasanya berada.

School Police v. 21 Jump Street: Bicara Tone
Kemarin kita sempat bahas Tatsuya Fujiwara lho, klik gambar untuk membacanya

            Kedua serial ini memiliki tone berbeda. School Police menguak sisi gelap dunia pendidikan. Sementara itu, 21 Jump Street mencoba menggali kelucuan dua polisi yang sedang bertugas di sekolah. Keduanya sama sama menarik.

Namun secara pribadi, saya lebih menyukai School Police karena membuat saya belajar lebih banyak soal masalah parenting dan dunia pendidikan. Perkembangan karakternyapun lebih terasa. Shimada memulai serial sebagai sosok dingin dan perlahan ia mempelajari pentingnya mengasuh murid murid dan mengarahkan mereka pada kebahagiaan di masa depan.

Sementara itu, satu satunya yang dipelajari Schmidt dan Jenko di sekolah adalah bahwa mereka tak seburuk ataupun sekeren yang mereka pikirkan.

Penggarapan
Duo kocak yang ternyata gak mengenal dirinya sendiri…he..he…

            Jujur, School Police masih dibayangi status sebagai serial televisi. Tatsuya Fujiwara seolah berlari sendirian untuk meningkatkan kualitas School Police. Banyak pengambilan gambar cenderung membosankan.

Sebaliknya, 21 Jump Street mampu menjadi karya sinematik dengan editing cepat, lucu dan mendukung suasana humor gila film itu. Konon, film ini segera memiliki sekuel. dalam sekuelnya, Schmidt dan Jenko akan menemui pasukan pengawas Alien, MIB.

Akhir Kata

            Tidak harus memilih salah satu karena keduanya bagus untuk dinikmati.

Saya menyukai 21 Jump Street. Kreator film ini tidak membatasi diri. Banyak humor absurd yang membuat saya tertawa lepas. Fans juga disuguhi dengan kehadiran cameo cameo penting dari masa lalu. Saya memilih film ini sebagai salah satu obat pelepas stress saya.

Di sisi lain, School Police yang berhasil menarik Tatsuya Fujiwara ke dunia televisi bagi saya sangat menarik. Banyak ilmu parenting dan perspektif saya yang berubah karena menyaksikan serial ini. Saya sebenarnya sangat ingin menyaksikan season 2 serial ini sebab masih banyak sisi gelap dalam dunia pendidikan Jepang. Bagi saya, akan sangat menarik jika kreator serial ini mencoba menggali kedalaman dan membahas sisi buruk dunia pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here