Waktu Baca: 2 menit

Penguasaan bahasa adalah kunci utama untuk bisa akrab dengan orang Papua. Kalau kamu menonton video Mop Epen-Cupen, kamu akan menemukan banyak kosakata yang diucapkan sangat cepat, tetapi mereka bisa berkomunikasi dengan lancar. Itulah yang disebut sebagai bahasa melayu logat Papua. Kalau diperhatikan, pola pembentukan merujuk apapun yang mereka dengar dari penutur bahasa Indonesia. Maka dari itu banyak singkatan-singkatan yang muncul, yang khas dipakai di Papua. Ada baiknya kamu mempelajari logat Papua agar kamu bisa cepat akrab ngobrol dengan orang Papua.

Berikut saya sajikan beberapa kosakata, yang merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya.

 

Mamatua = sebutan untuk kakak perempuan dari pihak ayah atau ibu. Sama seperti kalo orang Jawa menyebut Budhe. Misal : Mamatua hari ini mau pergi tengok nene ( Budhe hari ini mau pergi menengok nenek).

Mamaade = sebutan untuk adik perempuan dari pihak ayah maupun ibu. Sama seperti kalo orang Jawa menyebut Bulik / bibi / tante. Misal : Mamaade nanti jemput kaka untuk berangkat sekolah (Tante nanti jemput kakak untuk berangkat sekolah).

Anana = sebutan untuk anak-anak, baik anak secara umum, anak kandung, maupun anak dari saudara. Misal : Anana di rumah tadi sudah sa buatkan sarapan. (Anak-anak di rumah tadi sudah saya buatkan sarapan.)

Bapa = sebutan umum untuk bapak, baik bapa kandung, maupun sebutan penghormatan untuk bapak-bapak secara umum. Misal :  bapa guru, bapa bupati, bapa presiden.

Mama = sebutan umum untuk ibu, baik ibu kandung, maupun sebutan penghormatan untuk ibu-ibu secara umum. Misal : mama-mama pasar. Tetapi untuk menyebut guru perempuan, tetap menggunakan Ibu guru, bukan mama guru.

Baps = singkatan dari bapa. Biasanya dipakai oleh laki-laki dewasa untuk menyebut dirinya sendiri di hadapan anak-anak. Misal : Baps su tua (Bapak sudah tua).

Kaka = sebutan umum untuk penghormatan pada orang lain yang secara usia lebih tua, atau memang dituakan karena senioritas. Misal : kaka, sa permisi dulu. (kakak, saya permisi dulu ya.)

Ade = sebutan umum dan sopan kepada orang yang lebih muda, bisa juga dipakai laki-laki untuk menyebut kekasihnya. Misal : Ade, kaka minta maaf ee (adik, kakak minta maaf ya).

Amber = istilah bahasa Biak untuk menyebut orang-orang pendatang.

Komin = istilah bahasa Biak untuk menyebut orang-orang asli Papua. Meskipun Amber dan Komin dari bahasa Biak, tetapi istilah ini juga dipakai luas oleh orang-orang Papua pada umumnya.

Anak murid = sebutan dari guru yang merujuk pada para siswa di sekolah. Misal : tadi sa ketemu anak murid di depan pasar. (Tadi saya bertemu salah seorang siswa di depan pasar).

Papen = singkatan dari Bapa Pendeta, atau pak pendeta. Misal : Papen Rudi, Papen Matius, Papen Yusuf.

Mas-mas Jawa = sebutan kepada lelaki secara umum yang merupakan pendatang dari Jawa. Biasanya dikenakan pada pedagang-pedagang di pasar, atau penjual makanan, yang diketahui berasal dari Jawa. Misal : tadi sa beli mie ayam di mas-mas jawa yang jualan di dekat tanjakan.

Kosong Satu = kode lelaki untuk menyebut istri / pasangan yang sah. Misal : tenang saja, kosong satu lagi berangkat ke Jakarta (Tenang saja, istri saya sedang pergi ke Jakarta.)

Kosong Dua = kode lelaki untuk menyebut selingkuhan. Jika seorang lelaki memiliki lebih dari satu selingkuhan, maka berikut-berikutnya adalah Kosong Tiga dan seterusnya. Misal : tadi sa ketemu ko pu kosong dua di depan kios (tadi saya bertemu selingkuhanmu di depan kios).

Nah, itulah beberapa kosakata tentang sebutan orang, yang saya temukan selama saya tinggal di Papua. Barangkali ada satu dua kata yang cara pemakaiannya berbeda, tentu tergantung dari konteks masyarakat setempat. Selamat mempelajari dan menghafalkan. Pada artikel berikutnya, saya akan sajikan kosakata tentang benda-benda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here