Waktu Baca: 3 menit

Banyak orang menjual Soto Sapi. Tapi, tak semua tempat memiliki soto sapi yang enak. Mereka kadang tidak memenuhi syarat soto sapi enak. Lantas, apa yang membuat soto sapi enak?

Sebenarnya, soto sapi termasuk hidangan yang tidak rumit. Syarat soto sapi enak tidak sulit untuk dipenuhi, namun perlu konsistensi dan pengetahuan yang tepat. Yuk, kita bahas.

Kuah, Bukan Daging

 

            Berlawanan dengan pendapat umum, syarat soto sapi enak terletak pada kuah yang enak. Rasa daging bisa menjadi lebih baik dengan kuah yang tepat. Kuah yang enak tidak sekedar kental atau berbumbu banyak. Sebaliknya, kuah dengan rasa ringanpun memenuhi syarat jika benar cara memasaknya.

Yang terpenting, jangan membiarkan rasa amis terasa. Ya, anda harus mengeluarkan rasa sapi secara maksimal. Namun, bukan berarti anda bisa membiarkan bau amis mendominasi. Beberapa warung soto yang enak memiliki cara tersendiri untuk menghindari rasa amis ini.

Beberapa dari mereka memaksimalkan penggunaan daun salam dan sere. Sebagian lainnya memiliki resep lain seperti misalnya soto sapi Laras Roso Magelang yang memaksimalkan penggunaaan tomat untuk menghilangkan bau amis.

Oh ya, jangan lupa menggunakan api kecil untuk memastikan semua rasa dari dalam iga dan sum sum keluar dengan maksimal.

Laras Roso Magelang, Tidak Pernah Amis Kuahnya
Bumbu Harus Tepat

            Ini mungkin bukan rahasia besar, tapi anda harus berusaha menyeimbangkan bumbu yang ada. Soto adalah tentang keseimbangan dan jumlah rempah yang masuk haruslah sesuai dengan cita rasa yang menjadi visi pembuatnya.

Kebanyakan bawang putih misalnya, bisa jadi malah membunuh rempah khas Indonesia lain di dalamnya seperti kunyit. Mau tidak mau anda harus banyak mencoba untuk menghasilkan soto sapi jempolan.

Peneman Makan Soto Sapi Enak
Pak Soleh Jogja, terkenal dengan rempeyek kacangnya.  courtesey : William Wongso

            Saya kira ini agak berbeda beda setiap orang. Tapi saya akan memilih rempeyek kacang untuk soto sapi. Meskipun, sebagian orang tetap suka dengan perkedel. Saya memiliki alasan tersendiri.

Perkedel cocok untuk soto ayam karena soto ayam biasanya memiliki kuah kaldu yang kelewat ringan. Perkedel yang dihancurkan dalam soto Kadipiro misalnya, membuat kuah lebih bertekstur.

Untuk soto sapi, anda tidak perlu menambahkan tekstur karena kuah sudah cukup kental. Rasa crunchy malah lebih penting menurut saya. Cara mendapatkan rasa crunchy tidak rumit. Beberapa orang memilih dengan menambah bawang goreng. Tapi saya lebih senang menggunakan rempeyek kacang.

Rempeyek kacang memiliki rasa nutty yang pas dengan gurihnya kuah soto sapi. Beberapa soto sapi terkenal seperti misalnya soto sapi Pak Soleh di Yogyakarta selalu menyediakan rempeyek kacang.

Peneman Lainnya
empal joss, paru lebih joss menurut saya. Courtesey : William Wongso

            Beberapa warung soto sapi selalu menyediakan daging sapi empal. Memang, bagi beberapa orang, daging sapi di dalam soto kelewat sedikit. Mereka ingin daging lebih.

Tapi seperti kata saya tadi. Faktor crunchy penting buat saya. Maka saya akan lebih memilih jeroan seperti paru misalnya. Paru yang kering cocok untuk soto sapi.

Namun selain paru, kenikmatan akan rasa babat yang unik bisa membuat soto sapi anda menjadi lebih sempurna. Tak hanya babat omong omong, sate telur puyuh tak kalah nikmat.

Nasi dicampur atau tidak?

            Saya rasa itu kembali ke pilihan masing masing. Berdasar pendapat pribadi, nampaknya saya lebih suka  soto dipisah karena saya ingin tekstur nasi saya cukup padat. Jika dicampur, tekstur nasi cenderung lembek dan membuat soto terasa seperti bubur. Tapi lagi lagi, dicampurpun tidak masalah karena beberapa orang menyukai tekstur soto yang nyerempet bubur ini.

Pada akhirnya, itu tadi syarat soto sapi enak menurut saya. Bagaimana menurut anda?

Sumber gambar : William Wongso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here