Waktu Baca: 3 menit

Tatsuya Fujiwara adalah satu dari sedikit aktor Jepang yang beruntung. Bagaimana tidak? Ia setidaknya sudah terlibat dalam berbagai film terbesar di sejarah Jepang. Ketika masih muda, ia terlibat dalam film ‘Battle Royale’. Masih dalam masa remaja, ia menjadi sensasi Jepang. Pria ini adalah orang yang beruntung memerankan Light Yagami si remaja psiko dengan bekal buku ajaib: ‘Death Note’

Yang menarik adalah, film Tatsuya Fujiwara membentuk kehidupan seorang pria keras dan kelam. Tapi, pria ini ternyata masih memiliki perasaan cinta dan kasih. Sayang, kehidupan yang keras mendorong pria ini menjadi pribadi berbahaya. Ia sudah melewati berbagai cobaan dan menjadi dewasa sembari mempertahankan ‘keganasannya’.

Ketika Karakter di Film Tatsuya Fujiwara Ternyata Satu Orang Saja
Quality: 2nd Generation.
Film Title: Battle Royale.
Contact: Edweana Wenkart, National Film Publicity Manager, Becker Entertainment, ph: 02 8425 1128.

Semua dimulai ketika si pria ini, biar gampang sebut saja nama aktornya: Tatsuya Fujiwara, bersekolah di SMA.  Awalnya dia hanya ingin bersenang senang bersama teman temannya. Eh ndilalah Pemerintah sudah mengincar ia dari awal. Tatsuya dan kawan kawan dimasukkan ke dalam proyek percobaan dimana Tatsuya Fujiwara dan teman satu kelasnya dimasukkan ke satu pulau terpencil. Di sana mereka harus saling bunuh bunuhan.

Ealah, Tatsuya Fujiwara yang berhati lembut langsung tergoncang. Sahabat masa kecilnya tewas duluan. Ia lalu tetap mengikuti permainan berbahaya dengan satu misi: melindungi mantan calon pacar sahabatnya. Entah bagaimana caranya, si cupu ini dengan kemampuannya bisa memenangkan pertandingan dan kabur dari pulau terpencil.

Setelah selamat, Tatsuya Fujiwara pindah ke sekolah elit. Kali ini dia diberi jaminan takkan masuk ke permainan maut lagi. Saat sekolah, Tatsuya berhasil menjadi juara kelas, tapi hatinya tidak tenang. Ia merasa bosan dan merasa dunia ini nihil dan fana. Hingga suatu saat, ia menemukan buku ajaib bernama ‘Death Note’. Dengan buku ini, Tatsuya bisa membunuh orang dengan bebas. Alih alih bucin seperti sahabatnya, Tatsuya memiliki misi mulia untuk membunuh napi napi di seluruh dunia secara acak.

Meski keren, aksinya mengundang perhatian Interpol dan kepolisian Jepang. Ia lalu menjadi buronan dan harus beradu pintar dengan detektif hebat bernama L. Tatsuya Fujiwara yang sudah biasa menghadapi dunia yang keras bisa bertahan cukup lama. Namun, jebakan cerdas dari L membuat Tatsuya Fujiwara kalah. Setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung, Tatsuya Fujiwara lalu memulihkan diri dan bersekolah sambil menyembunyikan identitasnya.

Sahabatnya adalah setan ngemil
Titik Balik Kehidupan

Sembari bersekolah dan membangun hidup normal, Tatsuya menyimpan kegalauan. Ia merasa aneh kenapa hidupnya nelangsa amat. Iseng iseng dia datang ke tukang ramal. Ia minta diramal dan diselidiki, sebenarnya apa penyebab ia begitu sering sial. Kata si tukang ramal, Tatsuya ternyata pernah menjadi orang jahat di kehidupan sebelumnya. Ia adalah samurai pembantai bernama Makoto Shisio. Saat mati, Sishio dikirim ke neraka. Namun dewa merasa neraka saja tidak cukup untuk Shisio. Karena itulah ia meminta Sishio reinkarnasi. Ndilalah lahirlah Tatsuya Fujiwara.

Setelah mempelajari masa lalunya, Tatsuya memutuskan untuk bertobat. Ia mengambil keputusan besar dan memilih menjadi polisi. Setelah menjadi polisi, Tatsuya yang emang jenius memiliki karier gemilang. Ia bahkan punya pacar dan berencana menikah.

Sial, pacarnya ternyata dibunuh seseorang. Tatsuya mengutuk hidup. Ia bersumpah untuk menemukan pembunuh pacarnya. Maka, ia beralih profesi menjadi polisi sekolah untuk menelusuri pelaku pembunuhan pacarnya. Ternyata menjadi polisi membuat Tatsuya belajar mengenai kasih sayang.

Pengalamannya di sekolah membuat ia melihat kerapuhan dan kebaikan anak anak SMP yang sebenarnya tidak berdosa. Melihat hal itu, sisi keras Tatsuyapun meleleh. Masa sekolahnya memang tak bisa dibilang bagus, tapi apa iya mau trauma seumur hidup?

Kisah fiksi Otobiografi Tatsuya Fujiwara

            Tadi itu adalah kisah fiksi Tatsuya Fujiwara. Kisah itu berasal dari imajinasi pribadi saya sendiri dengan pengandaian seandainya karakter yang diperankan pria 38 tahun ini sama semua. Tapi ya jelas enggak. Namun, bolehlah kita berimajinasi dan menarik benang merah tipis tipis.

Yang jelas Tatsuya sudah melakukan pembuktian diri. Ia memiliki karir yang panjang dalam rentang waktu lebih dari dua puluh tahun. Selama itu pula, karakter karakternya membekas di ingatan penonton. Terbaru, ia tampil dalam serial ‘School Cop’ yang bisa disaksikan di Netflix.com.

Tentu kita berharap Tatsuya akan awet berkarier di dunia film dan (bahkan) menembus Hollywood seperti Shun Oguri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here