Tips Jajan di Malioboro

Waktu Baca: 3 menitJogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Demikian penggalan puisi Joko Pinurbo tentang Jogja. Bagi pelancong yang datang ke Jogja, dan perantau yang berangkat dari Jogja, tiga elemen komposisi Jogja itu dirasa benar adanya. Malioboro menjadi pusat perhatian turis; kawasan sepenggal jalan itu sudah jadi top of mind ketika bicara soal Jogja. Supaya kamu tidak kecewa saat berwisata di Malioboro, berikut tips jajan di Malioboro.

Tetapi ngomong-ngomong, siapa sih yang tidak kangen makan di Jogja dengan harga yang murah, semurah UMP nya ? Siapa yang tidak kangen dengan suasana Jogja yang adem ayem dan syahdu kalo pas tidak berpapasan dengan anak-anak klithih ? Siapa yang tidak terkesan dengan keramahan orang Jogja, yang menjawab dengan mata angin ketika ditanya arah dan rute? Itulah Jogja.

Baca Juga : Urip Selo adalah Lifestyle di Jogja

Malioboro sebagai sentralnya kota Jogja, tidak hanya menyimpan keindahan, tetapi juga mengungkap pilu nya hati wisatawan. Entah soal kecopetan, soal tarif parkir yang nuthuk, toilet yang lumayan jauh ketika wisatawan merasa kepuyuh dan kepising, serta yang terakhir, harga makanan PKL yang dianggap mahal. Nah berikut beberapa tips kalo kamu berwisata ke kawasan Malioboro.

Malu Bertanya Sesat di Dompet

Biasakanlah untuk bertanya harga, ketika kamu mau jajan. Entah kamu jajan nasi ayam, bakso, atau bahkan es teh, kamu perlu pastikan harganya pada si penjual. Tidak usah sok-sokan menawar untuk ikut gayanya emak-emak. Kalo kamu nggak cocok dengan harganya, tinggalkan dan cari pedagang lain. Kalo pedagangnya tidak menjawab, atau tidak memberikan kepastian harga, tinggalkan juga. Masih banyak pedagang yang baik dan informatif pada wisatawan.

Beli makan, juga beli suasananya

Harus diingat bahwa kamu jajan di Malioboro itu tidak sekadar beli citarasa makanannya, tetapi kamu juga membeli momentum dan kenangan lokasinya. Jangan samakan harga makanan di Malioboro dengan warung makan di tempat lain. Meskipun menu bisa sama persis, bahkan kalah enak, tetapi harga sewa lapak di Malioboro itu naudzubillah mahalnya. Ongkos produksinya jelas berbeda ketimbang warung di tempat lain. Sebetulnya pedagang boleh saja menjual dengan harga berapapun, asalkan pembelinya sepakat.

Ketika kamu sebagai pembeli tidak sepakat, kamu masih punya pilihan makan di tempat lain. Kalo kamu cari harga murah, ya makanlah di belakang hotel, mall, atau di gang-gang sempit di belakang Malioboro. Apabila¬† banyak karyawan toko yang jajan di situ, artinya warung itu murah. Soal rasa jangan ditanya. Murah kok minta enak ? he he….

Baca Juga : Yammie Pathuk, tempat makan tidak jauh dari Malioboro

Siap aduan keberatan pada UPT Malioboro

Kalo setelah kamu jajan ternyata pedagang menagih harga yang lebih dari yang disepakati di awal, kamu bisa laporkan temuanmu ke petugas UPT Malioboro. Ini juga termasuk soalan tarif parkir yang nuthuk. Tetapi kalo kamu rela bayar mahal untuk parkir di kawasan Malioboro, ya tidak masalah. Yang patut diingat, Malioboro sebagai kawasan wisata punya tarif berbeda dengan area lainnya.

Belanja di Pasar Beringharjo

Konon orang bilang belanja di Pasar Beringharjo itu murah dan lengkap. Bagi saya sebagai orang Jogja yang hanya tinggal satu kilometer dari Malioboro, persepektif murah di Pasar Beringharjo itu relatif. Tergantung bagaimana cara kita menemukan kios yang kita inginkan. Kalo kamu tahu referensi nama kios pakaian dan kamu tidak tahu di mana lokasi persisnya, tanyakan pada petugas informasi atau keamanan. Kalo kamu menanyakan itu pada sembarang pedagang, kamu tidak akan mendapat jawabannya. Cara terbaik memang kamu luangkan waktu untuk jalan-jalan eksplorasi mempelajari setiap area di Pasar Beringharjo. Kamu mau menawar harga, boleh-boleh saja. Tawar-menawar harga itu sudah jadi kultur yang biasa dilakukan di pasar. Tapi kalo kamu merasa harganya sudah murah dibandingkan dengan perkiraanmu, tak perlu kamu tawar harganya. Bagaimanapun juga keuntungan penjualan kios itu mengalir untuk biaya hidup keluarga pemilik kios, atau paling banter untuk satu dua karyawan di situ.

Nah, itulah tips jajan di Malioboro. Semoga bermanfaat.

Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular