Waktu Baca: 2 menit

Literasi itu apa si bund? Cuman tentang baca tulis kan ya?

 

Dewasa ini, kita sering kali mendengar istilah ‘literasi’. Kata literasi sendiri berasalah dari bahasa Latin ‘literus’ yang artinya adalah orang yang belajar. Dalam pengertiannya, literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Seiring berjalannya waktu, definisi literasi kian meluas dan berevolusi seiring perkembangan zaman dan merambah pada beberapa aspek praktik kultural. Definisi baru literasi sangat erat kaitannya dalam menunjukkan paradigma baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajarannya. Sebut saja literasi media, literasi komputer, hingga literasi finansial.

Namun, tahukan teman-teman bahwa literasi tidak hanya sampai pada proses kegiatan membaca dan menulis? Melalui literasi, kita juga dapat meningkatkan kemampuan pemahaman akan suatu hal melalui kegiatan membaca dan menulis. Berangkat dari hal ini, sejak tahun 2016 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Setelah lima tahun program ini dijalankan, apakah teman-teman masih ada yang belum mengetahui tentang kegiatan ini? Kalau belum, yuk simak beberapa hal di bawah ini.

courtesey: duta baca Indonesia, Gol A Gong

 

  1. Meliputi Tiga Area Besar

Gerakan Literasi Nasional memiliki tiga area besar dalam pelaksanaannya, yakni gerakan literasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pembagian ini, diharapkan setiap sector yang terlibat dapat melakukan sinergi dalam mensukseskan dan mengembangkan program ini sesuai dengan bidang yang ada di dalamnya.

  1. Enam Poin Literasi Dasar

Gerakan Literasi Nasional tidak hanya sebagai wadah membangkitkan minat literasi dalam masyarakat, namun juga mengembangkan nilai-nilai dan praktik literasi dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Oleh sebab itu, Kemendikbud memasukkan enam sector literasi dasar dalam gerakan ini, yakni literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital dan literasi budaya dan kewargaan. Diharapkan melalui keenam literasi dasar ini, sector-sektor lain juga menyusul untuk diikutsertakan supaya menambah kekayaan kemampuan literasi.

  1. Membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran

Semenjak program ini dimulai, sekolah-sekolah mulai menjalankan gerakan literasi dengan meminta setiap murid membawa satu buku untuk diletakkan di kelas-kelas. Kemudian, setelah doa pagi, dilaksanakan gerakan literasi dengan membaca buku selama 15 menit kemudian membuat rangkuman singkat tentang bagian yang telah dibaca. Hal ini ditujukan untuk menumbuhkan serta mengembangkan minat baca pada pelajar.

  1. Modul-modul GLN

Kita mungkin berpikir bagaimana menjalanlan gerakan literasi nasional ini. Namun, teman-teman tidak usah khawatir. Di website Gerakan Literasi Nasional, Kemendikbud telah menyediakan beberapa bahan bacaan yang dapat membantu setiap sector dalam memulai dan mengembangkan kegiatan ini.

Setelah mengetahui bagaimana Gerakan Literasi Nasional, kita sedikit banyak diingatkan untuk terus meningkatkan dan mensukseskan gerakan ini. Apalagi di masa pandemi seperti ini, ketika banyak informasi bertebaran di media, sudah seharusnya kita sebagai individu meningkatkan kemampuan literasi untuk menyaring berbagai informasi yang masuk demi masa depan literasi Indonesia yang lebih baik lagi.

Salam Literasi! Jangan lupa luangkan waktu untuk membaca buku setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here