Waktu Baca: 3 menit

Rasa rasanya cerita tentang Bandung tidak ada habisnya. Bandung memiliki kuliner yang bervariasi dan kebanyakan sungguh enak. Bandung juga memiliki tempat bersejarah yang bermacam macam. Udara Bandung di malam hari juga sangat sejuk. Kalau sekarang sih pas siang udara Bandung sudah tidak seenak dulu. Muara dari itu semua adalah: Bandung adalah tempat patah hati yang paling syahdu.

Kenapa harus patah hati? Kenapa enggak jatuh cinta gitu lho? Ya karena jatuh cinta di Bandung itu sudah mainstream sekali begitu. Tidak usah kita memperdebatkan betapa cantiknya Mojang Priangan. Tidak perlu juga kita memperdebatkan banyaknya café dan spot romantis di Bandung. Gua Jepangpun bisa menjadi spot romantis if you dare enough. Kampung Gajah juga kalau kalau anda agak ekstrim.

Mari kita bicara patah hati di Bandung saudara saudara. Selamat datang ke Bandung. Bandung adalah tempat patah hati terbaik dan inilah alasannya.

Bandung adalah tempat patah hati

Bandung adalah Gudang Lagu Sendu

            Mulai dari Peter Pan, Tulus hingga sekarang Juicy Luicy, Bandung selalu memiliki grup band yang siap membuat anda galau. Entah kenapa Bandung itu suka dengan lagu Blues dan Soft Jazz. Ya, ini adalah lagu lagu dengan irama yang pas untuk mendayu dayukan hati yang teriris dan terluka. Coba dengarkan lagu Lantasnya Juicy Luicy. Waduh, damagenya bos. Keras!

Jauh sebelum Tulus membawakan berbagai lagu jazz memorable, kita pertama kali digebuki Tulus dengan lagu Sewindu yang remuk banget. Kadang saya bertanya, apakah memang membuat lagu galau ada pelajarannya di Bandung? Kok jago jago sekali mereka membuat lagu galau. Entahlah.

Bandung Memiliki Spot Yang Tepat Untuk Patah Hati

            Bandung memiliki banyak bangunan tua lagi romantis. Bangunan ini berdiri di tengah modernisasi Bandung yang enggan berhenti. Namun mereka tetap teguh dan kukuh di antara manusia yang terus berlalu lalang. Kalau berjalan di antara Braga dan Dago pas patah hati, wah itu kayak kita dikasih latar yang pas untuk merenung cinta yang kandas karena masalah hidup yang tiada usai.

Bangunan tua itu memiliki nuansa sendu nan romantis. Di satu sisi bangunan ini merepresentasikan masa lalu yang indah tapi sudah tidak bermakna pada hari ini. Sama kayak hubungan, mungkin yang kita rindukan memorinya, bukan orangnya. Dunia berubah, orang berubah, kita harus mengambil keputusan pada akhirnya.

Baca juga : Habis diputus pacar kenapa susah move on

Iklim Bandung pas Untuk Patah Hati

            Bandung itu dingin dan romantis di waktu malam hari. Coba saja kamu ke Punclut atau Dago, melihat Bandung dari atas sana sungguh indah, apalagi kalau suasananya sepi. Ibarat filter Instagram, Bandung merupakan filter terbaik untuk patah hati. Bandung menyediakan nuansa yang galau benar. Coba kamu patah hati di Jakarta atau Yogyakarta, panas bro! Mau fokus mengenang mantan, malah sibuk mengelap keringat apalagi di Malioboro. Boro boro mau merenung, yang ada malah takut kena korona saking ramainya orang.

Baca juga : Cowok Tipe Pom Bensin Sagan : Ada tapi nggak guna!

Pacaran di Bandung? No, Patah Hati di Bandung? Yes!

            Saya pernah tinggal di Bandung dan mengalami patah hati di sana. Patah hati di sana cukup menyakitkan namun juga menjadi sumber inspirasi dalam melalui hidup. Kamu mengalami proses merasa nyaman sekaligus patah hati sesakit sakitnya di Bandung. Ada perasaan magis ketika rasa sakit paling puncak menjadi titik terakhir sebelum proses penyembuhan konsisten dimana akhirnya patah hati itu menjadi memori romantis. Romantis dan tak perlu kita mengulangnya, masih menyisakan sakit secara berkala namun tak membuat depresi. Malah, seringkali membawa inspirasi. Bandung dan kenangannya…ah betapa magisnya kamu.

courtesey foto : @dagobandung; Muhammad Rizal Fahmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here