Gempa Bumi Jogja dan Ancaman Yang Mengintai

Waktu Baca: 2 menitPagi tadi (28/6) sekitar pukul 05.00 WIB, gempa bumi dapat terasa di semua wilayah Jogja. Wilayah Tulungagung, Blitar, Malang, dan Purworejo juga merasakan gempa itu. Bahkan, beberapa akun pengguna Twitter melaporkan gempa dirasakan hingga Ciamis dan Semarang.

Menurut laporan BMKG, gempa bumi Jogja ini berkekuatan sebesar 5,3 skala Richter. Titik pusat atau hiposentrum gempa berada pada 55 km sebelah barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 48 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Saya sendiri merupakan salah satu orang yang merasakan gempa Jogja tersebut. Di saat matahari belum terbit dan udara masih dingin, rumah yang saya dan teman-teman saya tinggali berguncang hebat dan menimbulkan suara gemuruh. Untuk beberapa detik, kami semua panik keluar kamar masing-masing.

Sembari mencoba memahami situasi, salah satu teman saya berceletuk apakah penyebab gempa bumi ini adalah erupsi Gunung Merapi? Kami semua menengok melalui jendela yang tepat menghadap arah Gunung Merapi. Aman. Tidak terlihat muntahan lahar ataupun asap dari kawah Merapi.

Penyebab Gempa Bumi

Secara garis besar, kita dapat membagi gempa bumi menjadi dua jenis sesuai penyebabnya, yaitu gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulanik. Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi hasil aktivitas lempeng kerak bumi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik timbul oleh aktivitas gunung berapi yang sedang erupsi.

Berdasarkan klasifikasi tersebut, gempa Jogja pada Juni 2021 ini termasuk dalam kategori gempa tektonik. BMKG menyebutkan bahwa gempa tersebut merupakan hasil pergeseran lempeng Indo-Australia yang tersebar di sepanjang laut selatan Pulau Jawa.

Gempa Bumi Jogja

Tak dapat dipungkiri, gempa bumi di Jogja seakan membangkitkan memori kelam. Jogja pernah mengalami gempa hebat pada 2006 silam. Gempa tersebut berkekuatan 6,2 skala Richter dan berlangsung selama 57 detik.

Tercatat 5000 jiwa meninggal dunia akibat gempa Jogja 2006. Lebih menyedihkan lagi, puluhan ribu jiwa lainnya mengalami luka-luka. Tak hanya itu saja, ratusan rumah pun rusak sehingga memaksa penghuninya untuk mengungsi sementara. Tidak hanya itu, beberapa objek vital dan bangunan bersejarah juga mengalami kerusakan, seperti Kraton Yogyakarta dan Candi Prambanan.

Menyimpan Potensi Gempa Bumi

Jogja tidak hanya menyimpan keindahan alam dan budaya. Di balik itu semua, Jogja memiliki sisi tak terlihat yang tersimpan di dalam kerak bumi.

Di bawah bumi Yogyakarta terdapat sebuah patahan atau sesar yang terletak memanjang searah dengan aliran Sungai Opak. Sesar ini kemudian dinamakan dengan Sesar Opak. Penelitian menemukan Sesar Opak sebagai salah satu penyebab terjadinya gempa bumi pada 2006 silam.

Mitigasi Gempa Jogja

Dengan adanya potensi bencana tersebut, sudah selayaknya pemerintah menggalakkan pengetahuan mitigasi bencana di daerah Yogyakarta. Pengetahuan mitigasi bencana yang baik dapat meminimalkan risiko timbulnya korban jiwa yang lebih besar.

Selain itu, mitigasi bencana yang baik juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan, seperti peraturan pendirian bangunan di daerah rawan bencana dan peraturan penggunaan bahan material serta konstruksi bangunan yang tahan gempa.

Bencana alam adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Bencana alam selalu mengintai di manapun kita berada. Yang bisa kita lakukan hanyalah membekali diri dengan kemampuan mitigasi yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :

Sejenak bersama tim kubur cepat jenazah Korona

Melawan Korona dengan istilah istilah, apakah mampu?

BTS Army Bantu Mitra Gojek Bikin Kita Maknyess…

Barin Panduarta
Suka panjat tebing dan penggemar panda

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular